Part 41

7.1K 128 23
                                        

Murni keluar dari ruangan Sagara setelah mendebat cukup panjang dengan sang suami, kalau dia tidak ingin Sagara mengantarnya pulang, sebab dia mengerti Sagara sedang banyak pekerjaan. Lagipula, dia sudah meminta mang Maman--supir pribadinya untuk menjemput dan sekarang sedang menunggunya di lobi.

Kenzo berdiri ketika melihat istri sang atasan keluar, pria itu mengulas senyum.

"Ken, sudah makan siang?"

"Sudah bu, tadi saya makan di ruangan sebab ada beberapa pekerjaan yang harus segera diselesaikan."

Pintu ruangan Sagara kembali terbuka, menampilkan wajah cemberut sang CEO.

"Ken, tolong antar istri saya sampai lobby ya. Soalnya dia menolak keras untuk saya antar, padahal nganter dia sebentar gak masalah buat saya." ujarnya dengan wajah sebal menatap istrinya yang hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkahnya.

"Gak mungkin kamu cuma sebentar anter aku yang ada kamu gak mau lanjut kerja. Udah aku ke lobby sendiri aja, Kenzo juga punya kerjaan, jangan kamu bebanin dia."

"Seenggaknya jangan bantah perintah yang satu ini, Ken antar dia ya, saya titip. Kalau saya yang antar takut malah ikut pulang." Ucap Sagara dengan wajah lesu.

"Baik pak." Kenzo mengangguk sopan, Murni hanya mampu menghela nafas melihat Kenzo yang selalu menurut pada perintah Sagara.

Setelah Sagara kembali masuk ruangan, Murni serta Kenzo mulai melangkah menuju lobby. Disana mereka mendapati Saras sedang fokus mengerjakan pekerjaannya, namun perhatian wanita itu teralihkan ketika melihat ada yang berjalan mendekat, melewati kubikelnya.

Ternyata dia itu istri Sagara dan Kenzo yang ingin berjalan melewatinya, Murni menghentikan langkah ketika berada di depan kubikel Laras, wanita itu menyunggingkan senyum manisnya kemudian mengulurkan tangannya.

"Hai, nama kamu Saras, kan? Kita belum sempat kenalan tadi, Saya Murni istri Sagara." Ujar Murni dengan suara lembut.

Laras dengan cepat bangkit dari duduknya dan membalas uluran tangan itu, harus Laras akui tangan wanita ini lembut sekali.

"Iya bu, nama saya Saras." Laras mencoba tersenyum meski dia merasa canggung sekarang.

"Gimana kerja disini? Betah gak menghadepi bos yang galak seperti suami saya?" Tanya Murni, Laras bisa menebak bahwa Murni sepertinya orang yang mudah bergaul terlihat dari dia yang tidak canggung bertanya dan memulai obrolan, sedangkan Laras sendiri mencoba melawan rasa canggung dalam dirinya.

"Bapak baik kok bu, cuma emang beberapa pekerjaan yang dia anggap kurang puas akan langsung dia bicarain dengan tegas."

"Tapi, kamu gak dibentak atau dimarahin berlebihankan sama dia?" Dengan cepat Laras menggeleng.

"Syukur deh, kalau dia galak-galak sama kamu bilang ke saya ya? biar saya galakin balik dia." Kemudian Murni menoleh pada Kenzo yang berdiri disampingnya. "Kamu beruntung bekerjanya lebih banyak sama Kenzo, dia ini orangnya bisa diajak kerjasama dan bisa diandalkan, dia juga asik kalau diajak ngobrol, kamu pasti bakal lebih betah kerja sama dia dibanding sama suami saya."

Mendengar kalimat itu dari istri sang bos, agak membuat Laras mengernyitkan dahi. Apa katanya, Kenzo orang yang asik? selama dia bekerja disini saja tidak pernah melihat lelaki itu tersenyum atau memulai obrolan selain membicarakan pekerjaan.

Jadi, darimana letak asiknya? Laras melirik pada Kenzo dan menemukan hal yang tidak pernah dia lihat selama ini. Yaitu senyum Kenzo, meski sangat tipis tapi Laras menemukan ekspresi lain dari wajah itu. Dia terlihat sedikit lebih cerah, begitu pikir Laras.

"Yaudah Saras, semoga betah ya kerja disini. Saya pamit dulu kalau gitu." Laras hanya mengangguk dan tersenyum sopan membalasnya.

Kemudian dua orang itu berlalu dari hadapannya, disitulah Laras mulai berpikir, apakah Kenzo menaruh rasa pada istri atasannya sendiri? sebab dia bisa melihat jelas tatapan dan raut wajah berbeda pada lelaki kaku itu atau ini hanyalah perasaannya saja?

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 18 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

MY PERFECT WIFECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang