Part 24

48 8 0
                                        

----------------------27 Mei 2028-------------------

Hari yang di persiapkan dan di tunggu-tunggu tiba saatnya. Dekorasi di tempatkan di taman keluarga, sejak kepulangannya dari liburan Saka sama sekali tidak di perbolehkan pergi ke taman barang lewat sekalipun.

Ternyata skala pesta yang mewah ini benar-benar di lakukan. Kue strawberry bertingkat super besar dalam kaca dengan krim berwarna putih bertaburkan emas terlihat sangat lezat.

Beberapa meja tertata panjang penuh dengan makanan dan minuman, di tengahnya terdapat air mancur dan patung seorang Dewi bertudung di puncaknya.

Para pemusik terkenal memainkan alat musik di pinggiran tempat pesta, Zeiss, Jiji, dan Denka terlihat berbincang dengan para tamu yang di undang.

Ada papan besar di hias dengan balon bertuliskan 'Selamat Ulang Tahun Saka'. Langit-langit terdapat lampu kecil-kecil berjajar rapi yang sangat banyak seperti bintang.

Di area meja terdapat air mancur coklat dan vanila, patung Saka yang terbuat dari coklat berukuran kecil terjajar rapi di dekatnya.

"Ini taman yang sangat luar biasa." Puji teman Zeiss (di chapter pertama yang bilang kalau Zeiss dingin banget sama adeknya sendiri).

"Kau bahkan rela melakukan ini demi adik mu, kau sudah berubah kawan." Menyodokkan sikunya ke tubuh Zeiss namun tidak menanggapi dan hanya diam.

"Ini sungguh mewah untuk ukuran pesta ulang tahun." Seorang wanita paruh baya berkata dengan rasa kagum.

"Terima kasih sudah datang Bibi." Jiji menyambut dengan ramah, memang benar wanita di depannya berambut membara sepertinya adalah saudara dari Kakek.

"Tentu saja aku datang, ini pesta ulang tahun keponakan ku yang pertama jadi aku penasaran seperti apa dia." Di iringi dengan tawa memuakkan membuat Jiji agak kesal tapi hal itu memang benar.

"Silahkan menikmati pesta ini." Menahan kesal setengah mati.

"Yo~ ini pesta yang meriah." Lion datang memberikan kado kepada Denka.

Menerima hadiah dari Lion dan meletakkannya di meja yang sudah tersedia "Terima kasih sudah datang, semoga kau menikmati pestanya."

"Tenang saja, aku akan sangat menikmati pestanya."

Sementara itu sang bintang utama hari ini tengah bersiap di depan cermin, ada setidaknya 6 pelayan yang mempersiapkan penampilannya.

"Ini kurang bagus untuk Tuan muda!" Kata pelayan berambut pendek berponi berkomentar.

"Tidak! Ini yang lebih bagus, pilihan mu seperti akan pergi ke kebun." Bantah wanita yang menguncir satu rambutnya.

"Parfumnya bagus pakai yang inikan Tuan muda?" Tanya pelayan laki-laki yang menyerahkan parfume.

Wanita yang mengepang rambutnya menjadi dua menarik parfume dari pria yang memberikannya pada Saka "Ugh, bau apa ini? Ini terlalu tajam. Tuan muda cocok sesuatu yang manis."

"Tuan muda akan dewasa hari ini jadi pakai yang membuatnya terlihat lebih jantan." Kekeh pada pilihannya.

"Kau tidak tahu apa-apa diam saja!"

"Yang tidak tahu apa-apa itu kau!" Mereka malah berdebat.

"Astaga, Anda cantik sekali Tuan muda." Wanita yang mendandani wajah Saka memuji.

"Tapi aku laki-laki."

"Anda sangat imut astaga~" wanita di sebelahnya juga menyetujuinya.

"Astaga, ini berisik sekali. Jika saja di sini Yirin yang melakukannya tidak mungkin begini." Mengingat kenangan Yirin yang sering mengomel "Atau mungkin tidak?"

Diary BookWhere stories live. Discover now