Part 37

23 4 0
                                        

Posisinya membuatnya ingin tak ingin harus menuruti perkataannya, mereka pergi melewati lorong-lorong panjang dan sampainya mereka di ruangan yang terdapat meja besar panjang dan kursi yang berjejer rapi. Satu hal yang Saka dapat mengerti adalah tempat ini adalah ruang untuk makan.

Lagi-lagi hatinya mengumpat melihat manusia yang membuatnya sangat benci, Ezequiel duduk di samping kursi ujung. Mereka bertukar pandang dan sama-sama terkejut melihat satu sama lain, Grayson duduk di kursi ujung dekat Ezequiel.

"Kakak, kenapa budak ini di sini?" Ezequiel tampaknya keberatan dengan kehadiran budak imut ini.

"Kakak mu yang menyuruh ku bangsat!" Matanya menatap tak suka membalas tatapan Ezequiel.

"Kakak lihat?! Bahkan budak ini berani membalas tatapan Tuannya. Apa?! Kau mau ku hajar?"

"Diam. Kau, duduk sini." Grayson menunjuk kursi sebelahnya yang lain yang berseberangan dengan Ezequiel.

Agak ragu awalnya tapi untuk membuat orang cerewet itu bertambah kesal Saka duduk dengan tenang meski tatapan menusuk dari orang di depannya begitu intens. Para pelayan mendekati mereka, melayani mereka sebaik mungkin. Memberikan napkin damask di atas paha mereka, meletakkan sepiring daging mahal dan sayuran.

"Dasar, kenapa Kakak ingin budak ini ikut makan bersama?. Aku ingin pergi, tapi ada hal mendesak yang ingin ku katakan pada Kakak." Ezequiel menatapnya lebih intens dan tajam.

"Bahkan jika mata mu copot sekalipun itu tidak akan berpengaruh pada ku, brengsek." Saka abai dan melanjutkan makannya.

Grayson melirik Saka tipis-tipis "Cara makannya benar-benar tertata, dia benar-benar dari keluarga kelas atas. Awalnya aku akan menghajarnya jika cara dia makan menjijikkan seperti anjing kampung."

"Kakak, keluarga Itzel bilang mereka akan mengganti apa yang kita beri selama ini. Untuk penggantian awal mereka memberikan setengah aset emas yang mereka miliki, kepala keluarga Alexavier tidak senang dengan hal ini dan meminta mu datang menemuinya besok."

"Keluarga Alexavier benar-benar akan tersinggung dengan tindakan keluarga Itzel. Mereka duluan yang meminta pertunangan saat genting, saat stabil mereka memutuskan hubungan. Tentu Alexavier tidak akan terima, kan?" Meski tampak diam Saka mendengarkan dengan seksama perbincangan antar saudara ini.

"Aku akan pergi saat luang."

"Kakak, kepala keluarga sangat marah karena kesan keluarga Itzel sudah tidak membutuhkan Alexavier. Ini penghinaan meski kita dekat dengan Nona Helia."

Grayson terdiam "Aku akan pergi besok."

"Aku akan menemani mu Kak."

"Tidak, temui pangeran Kirin. Gantikan aku."

Ezequiel menghela nafas "Baiklah."

Grayson menatap Saka, yang di tatap balas menatapnya "Ikut Ezequiel besok."

"Kenapa aku?!" Saking kagetnya tanpa sadar Saka mengatakan hal yang tidak perlu.

"Sialan, aku keceplosan. Kenapa juga bajingan ini meminta ku pergi dengan adik bangsatnya? Dia pasti juga tahu kalau dia selalu menempatkan ku di posisi hampir mati."

"Kau berani melawan?" Grayson mencengkram rahang Saka kuat.

"Ini sakit sekali."

"Ukhh! Ma-maafkan. Tu-tuan, saya bodoh tolong am-ampuni saya." Grayson melepas cengkramannya dan lanjut makan dengan tenang.

Ezequiel menatap tak suka "Dasar budak bodoh. Kakak, kenapa tidak kita kirim saja ke camp pelatihan utama Alexavier? Budak ini tambah gila."

"Diakan keturunannya." Kata Grayson tenang.

Diary BookWhere stories live. Discover now