.
.
.
.
.
.
.
.
•••
"Bagaimana keadaannya?"
"Jisoo sudah lebih baik, dia bahkan bisa menggunakan tangannya sekarang. Kamu sedang fokus untuk penyembuhan kaki jisoo." Tae hi tersenyum mengangguk mempercayai ucapan Jennie, beberapa meter dari tempatnya berdiri sosok gadis mungil dan ceria itu tengah tertawa diatas kursi roda. Dipangkuannya terdapat sebuah ember kecil berisikan Chikin yang menjadi kesukaannya.
"Aku harap dia akan cepat membaik.." ujar Tae hi lagi, Jennie menoleh dengan senyum lembutnya.
"Jisoo akan segera pulih nyonya, jangan terlalu khawatir" Jennie menarik gelas nya dan mengangkat membuat Tae hi Ter kekeh membenturkan gelasnya hingga berbunyi denting.
•••
"Lisa, pastikan disini adalah jatahku yang paling aman.. Ouhh aku menyukai pesta!!" Chaeyong menarik kursinya, dan memastikan bahwa tempat tersebut hanya untuk dirinya sendiri.
"Chaeyong ahh, tidak ada yang mau mengambil tempatmu." Lisa berujar lelah, pasalnya kekasih nya tersebut tetap bersikeras untuk membuat vlog mukbang hanya karena semua makanan di sana adalah yang disukainya.
Meskipun faktanya, tidak ada makanan yang tidak disukai chaeyong.
" Setelah resepsi akad namjoon oppa, aku akan kembali kesini dan membuat video." Ujar chaeyong lagi, Lisa cukup kelabakan mendapati chaeyong yang diluar dugaannya. Tapi dia tak cukup berani untuk mengomentari kelakuan chaeyong yang sedikit norak itu.
Setelah mengatakan pada beberapa pelayan yang menyediakan semua makanan, chaeyong akhirnya bisa lega dan memastikan bahwa semua makanan yang ditandai nya akan aman sampai acara resepsi selesai. Lisa bahkan sampai harus meminta maaf beberapa kali dibelakang chaeyong untuk tingkah kekasihnya yang memang memalukan, tapi karena berhubung mereka punya hubungan dengan nyonya Tae hi. Tentu sang pelayan hanya mampu tersenyum tak berani menentang apapun.
"Chuuu..."
Chaeyong sedikit berlari menghampiri jisoo, gadis itu memegang kamera yang tengah hidup untuk merekam semua moment di pesta itu.
Jisoo tersenyum dari kejauhan menampakan gigi rusanya, dengan sebuah paha ayam di tangan kanannya.
"Jichu punya Chikin chaeyong..!!" Ujarnya sedikit lantang, chaeyong tertawa di balik kamera lalu mendekat pada jisoo.
"Ouhh, ini Chikin siapa? Kenapa banyak sekali?" Chaeyong keheranan, ia bahkan hanya di sediakan 3 Chikin untuk rencananya mukbang nanti.
"Ini Chikin jichu, halmoni yang memberikannya..jichu diberi ember Chikin chaeyong, ini!" Ujar jisoo menepuk daging chikinnya pada ujung ember putih tempat semua chikinnya menumpuk.
Chaeyong sedikit mendengus merasa iri, gadis itu melirik Lisa yang sudah memasang raut pasrah.
"Waee? " Lisa menjawab tanpa ditanya, tentu saja ia tahu apa yang dipikirkan chaeyong. Gadis itu memang benar-benar maniak makanan..
"Aniyo, lupakan..aku tau kamu tidak akan mewujudkannya." Chaeyong berpura-pura merajuk, helaan nafas dari Lisa terdengar.
"Yakk chaeyong ahh, kau akan menghabiskan stok Chikin disini? Akan kua dukan pada nyonya Tae hi kalo begitu.." Lisa berkacak pinggang sementara chaeyong hanya menyengir merasa panik sendiri.
