'special' NC 18+ part

1.8K 92 13
                                        

.
.
.
.

.
.
.
.
.
.
•••

" chu, can i ?"

Jennie hanya menatap nanar pada gadis dibawah kungkungannya, hingga ia menurunkan kecupannya pada jidat sang gadis. Lalu mulai mengecupi seluruh wajah jisoo.

Berakhir pada pagutan bibir, jennie mulai menjilat bibir love gadis itu. Tak disangka jisoo membuka mulutnya, mata rusa nya terpejam kala jennie mulai menyicipi rongga mulutnya. Tersa berbeda bagi jisoo, tangan jennie mulai memegang rahang gadis dibawah nya dan mulai memperdalam lumatannya.

"Keluarkan lidahnya syang"

"Nghhh"

Jennie menjilat lidah jisoo, menghisapnya bagaikan permen. Gadis imut itu hanya mampi melenguh dengan gelisah.

Jennie bisa merasakan betapa eratnya genggaman jisoo pada lengannya. berusaha menenangkan, jennie sedikit mengeluskan ibu jarinya pada pipi gadi cantik itu.

"Chu.. katakan jika tidak ingin, katakan jika jisoo merasa tidak nyaman." Jennie berucap seusai ciumannya, jisoo hanya mampu mengangguk pelan dalam ttap dalamnya pada jennie.

Jennie segera membuka seluruh baju yg menutupi badannya, sedetik kemudia ia kembali memagut bibir gadis di bawahnya.

Hingga ciuman nya semakit turun dan terus turun kebawah, terhenti didada mungil gadis itu. Jennie memberanikan diri untuk menyingkap bra sportnya dan mulai meremas lembut, mata kucingnya melirik reaksi gadis dibawahnya. Yahh, jisoo tengah mendesah. Menutup matanya dan sibuk menikmati setiap perlakuan jennie.

"Gatal enghhhhh, gatal jennie ahh~"

Dan saat lenguhan itu terdengar, jennie menjilat ujung puting tegang jisoo. Respon badan gadis itu menegang, mulutnya terbuka.

Dan sesaat berikutnya jennie mulai mengemut payudara kecil gadis itu, menjilat layak nya icekrim lalu sedikit memberi tekanan gigitan kecil dari giginya.

"Ahhh~ nghhh, jenniehhhh, jenniehhhhh~"

Jisoo begitu kalang kabut dibuatnya, ia tidak bisa mengontrol setiap lekukan tubuh badannya atas rasa geli yang ia rasakan.

Jennie kembali membangun bibir jisoo, meremas gundukan kecil itu hingga beberapa kali jisoo mengcicit merasa lebih basah dari bawahnya.

"Apakah ini membuatmu lebih baik?" Jennie beradu jidat dengan nafas memburu, udara terasa semakin menyempit bagi keduanya. Gejolak hasrat Jennie sudah tidak bisa ia tahan, entah bagaimana pada akhirnya.

"Emhhh~" jisoo menggaduh, menarik tubuh Jennie untuk ia peluk semantara pinggulnya spontan terangkat. Menggesekkan bagian yang tidak tersentuh baginya.

Jennie menarik selimut keatas tubuhnya lalu mulai meraba bagian paha dalam jisoo yang sudah lengket.

"Basah?"

"Emhh basah, jichu basah~"

Saat Jennie mulai menyentuh permukaan kulit tebalnya, jisoo mulai melengkungkan badannya. Mendesah sekeras mungkin yang ia bisa.

"Haruskah lebih lembut? Hmm?" Jennie menyatukan hidungnya pada leher jisoo sementara tangannya mulai membelai lapisan demi lapisan yang basah.

"Disini?"

SpecialTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang