.
.
.
.
.
.
.
•••
Banyak Minggu berlalu, selama itu pula banyak proses yang di jalani oleh jisoo, Jennie, Fanny atau pun chaeyong dan Lisa.
Selain terapi yang harus dijalan kan jisoo, gadis itu juga harus mengikuti beberapa kelas terapi psikologis untuk menghilangkan trauma berlebihan akibat kecelakaan. Meski sepenuh memori buruk itu akan tetap ada, dan untuk posisi jisoo jelas akan lebih sulit untuk melupakan sesuatu yang membekas.
Tapi setidaknya ia bisa menghilangkan beberapa ketakutan seperti melihat jalan, atau mobil.
Selama proses itu pula Jennie selalu disampingnya, selalu menemani jisoo kala ia memiliki jadwal terapi dengan dokter manapun. Setiap urusan perusahaan biasanya Jennie akan menyelesaikannya diwaktu luang tanpa harus mengganggu jadwal jisoo, gadis itu memastikan bahwa dia ada saat jisoo tengah berproses untuk sembuh.
Meski begitu lama, namun jisoo sangat membaik. Gadis itu bahkan sudah bisa berjalan-jalan keluar memakai kursi roda yang selalu Jennie dorong.
Meski kakinya masih belum bisa untuk dilatih berjalan, tapi Jennie cukup senang karena bukan sekali kekasihnya itu mengeluh bosan didalam ruangan.
Selain kabar bahagia tentang jisoo, kabar bahagia lainnya adalah tentang Lisa dan chaeyong.
Yeah, akhirnya Lisa melamar chaeyong untuk bertunangan dengannya. Meski tanggal pertunangan berikut partynya belum ditentukan, namun kedua keluarga sudah saling setuju untuk tidak menahan Lisa ataupun chaeyong kejenjang berikutnya.
Si bebek poni itu akhirnya memiliki pelabuhannya sendiri, mengingat banyak hal yang sudah dilalui Jennie merasa bangga karena mereka dapat melewati berbagai rintangan dan masih bersama sampai sekarang.
Sebenarnya, ia pun sama iri nya. Mengikat jisoo adalah impiannya yang paling ia tunggu-tunggu untuk diwujudkan. Tapi ia harus fokus untuk kesembuhan jisoo terlebih dahulu, ia ingin melihat jisoo berlari ceria kemanapun yang dia inginkan tanpa harus terbatas kondisi tubuhnya.
Kabar lainnya adalah tentang Fanny dan Donghae, Jennie akhirnya menyerahkan keputusan untuk rujuk atau tidak pada mommynya.
Meski Fanny tidak pernah sekalipun menunjukan kesedihan dan kerinduannya pada Jennie, ia tahu bahwa mommynya itu cukup tersiksa berjarak dengan Donghae. Selama Donghae belajar dari kesalahannya, ia mendapatkan jisoonya kembali meski harus berjuang untuk sembuh dan tidak ada lagi yang lebih baik dari itu.
Donghae kerap kali mengunjungi jisoo, pria itu bahkan terkadang membawa banyak makanan, boneka..atau terkadang dalgom dan kuma. Jisoo begitu ceria saat ia mendapati dalgom dan kuma diizinkan untuk masuk ruangannya, meski atas bantuan nyonya Tae hi tentu nya.
Pada akhirnya, Jennie bahkan kembali melihat sosok daddy-nya yang penyayang saat bersama jisoo. Donghae bahkan lebih sering menanyakan keadaan jisoo ketimbang dirinya sendiri yang notabene anak kandungnya. Tapi itu tidak sama sekali mengganggu Jennie, ia senang karena keluarganya menyayangi jisoo seperti anak mereka sendiri..
Lagipun, jisookan menantunya juga..
Disamping kabar bahagia semua orang disekitar Jennie, kabar duka datang dari Taeyang..
Beberapa Minggu yang lalu akhirnya nyonya Tae hi menyerahkan Taeyang kepada pihak polisi, tentu karena ia sudah puas menyiksa pria tersebut. Tae yang didakwa penjara seumur hidup atas tuntutan nyonya Tae hi, dan seminggu setelah sidang di lakukan diketahui bahwa Taeyang yang bunuh diri dengan melukai urat nadinya sendiri didalam sel penjara.
