Warning : Cerita one shot ku semua dewasa 21+ ya, bagi bocil mending jangan dibaca. Takut mengajarkan hal buruk sebelum waktunya. Thank you.
"Salsa nggak mau ya nikah sama om-om kanebo kering gitu." Seru Salsa dengan keras di hadapan kedua orang tuanya.
"Mbak, ini demi masa depan kamu." Balas Dedi, ayah Salsa.
"Iya nduk, mau sampai kapan kamu pacaran sama pria yang nggak jelas itu. Jangankan masa depan nikahin kamu, punya motor aja endak." Tambah Tria, ibu Salsa.
Salsabila Kirani anak tunggal dari pasangan Dedi dan Tria. Kini baru saja menyelesaikan masa sekolah menengah ke atas nya. Namun dia dikejutkan dengan pembicaraan kedua orang tuanya, yang memberi tahu bahwa dia akan dinikahkan.
Parahnya lagi dia yang baru berumur 18 tahun, akan menikah dengan pria bujang berusia 35 tahun yang bernama Liandra Agung Permana. Lian bukanlah om-om tua yang seperti Salsa bayangkan. Namun setelah bertemu Salsa tak suka karena Lian terlihat cuek dan tak bersemangat. Bagi Salsa hidup bersama Lian akan terasa datar baginya.
"Tapi nggak sama bujang lapuk juga buuuk. Sama yang masih muda kenapa, mana muka om nya serem nggak bisa senyum. Salsa takut di makan nantinya." Tolak Salsa mati-matian.
"Hush! Lian bukan pemakan orang ya nduk. Kamu tu ada aja alasannya."
"Bener kata ibuk mbak, sudah ya mbak terima pernikahan ini. Ayah ibu yakin mbak bakal bahagia bersama Lian. Dia bisa mengayomi mbak seperti ayah ibu merawat mbak dari kecil sampai saat ini." Nasihat Dedi agar anak gadisnya menurut padanya.
"Lagian kenapa harus orang itu sih yah, buk. Kayak nggak laku aja anaknya dinikahkan sama orang tua." Cerocos Salsa kembali. Kedua orang tuanya hanya menggeleng dengan kelakuan anaknya yang unik ini.
......
Lian merupakan pengusaha properti yang masih single di usianya yang cukup matang. Bukan tanpa alasan, Lian dulu pernah bertunangan namun mantan tunangannya meninggal karena kecelakaan sebelum mereka menikah. Bisa dianggap Lian sampai saat ini belum move on dari almarhumah mantan tunangannya yang bernama Raisa.
"Nggak bisa pa. Abang belum siap menikah. Apalagi sama anak yang baru lulus SMA. Seusia adek. Abang bukannya dapat istri yang ada abang nambah punya bokem satu lagi." Protes Lian pada papanya yang bernama Aro.
"Jangan gitu bang. Mama lihat Salsa cantik kok, anaknya periang. Pasti bisa menyesuaikan dengan pernikahan kalian." Sanggah Yati, mama Lian.
"Lagian sampai kapan abang mau sendiri? Masih belum ikhlas atas kepergian Raisa? Kasian bang. Dia sudah tenang disana."
"Bener kata mama bang, pasti dia juga pengen abang nikah dan punya masa depan. Kalian memanglah bukan jodohnya bang. Allah lebih sayang almarhumah. Sudah ya bang, nurut sama papa dan mama." Tambah Aro yang tak bisa lagi Lian elak. Benar semua perkataan kedua orang tuanya. Mau sampai kapan dia harus begini. Namun tak bisa dipungkiri dia masih mencintai almarhumah Raisa.
.....
Salsa sendiri memiliki kekasih bernama Dimas. Dimas merupakan teman sekolahnya. Anak tongkrongan yang sukanya kelayapan. Dimas sendiri tak ada niatan untuk melanjutkan kuliah. Justru dia mengajak Salsa menikah, padahal keduanya sama-sama belum memiliki apapun.
Jelas hal itu ditentang oleh kedua orang tua Salsa, Dedi dan Tria. Mereka menolak permintaan Salsa menikah dengan kekasihnya. Dan mereka tak sengaja bertemu dengan teman lama yaitu Aro dan Yati. Aro dan Yati menceritakan mengenai Lian yang masih single. Dari situlah awal perjodohan keduanya.
Namun yang Lian herankan adalah jarak usia keduanya, dimana Salsa baru lulus SMA dan sesuai dengan Nabila, adik kandung Lian. Dia merasa bagaimana masa depannya menikahi bocil seperti Salsa yang terlihat cukup bar-bar. Beda dengan dirinya yang begitu lempeng saja tak ada ekspresi.
