Perjuangan Bersama

14.4K 478 117
                                        

Warning : Tulisan ku ini banyak mengandung 21+. Bagi yang masih bocil jangan dibaca ya. Hanya untuk orang dewasa.

"Oughhh iyaaa massh nikmaat ahhh."

"Memek kamu sempit terus dek. Mas suka. Ah ahh."

"Jangan jepit penis mas sayang. Oughhh. Nikmat banget empotan mu dek."

"Oucchh iya mas disituuuh, aah aku mau keluar lagiii, aahhhh massh Lianhhh." Air mancur keluar dari vagina Salsa. Seorang janda yang kini tengah bercinta dengan kekasihnya yang bernama Lian.

Keduanya terus saja mengejar kenikmatan duniawi dalam kamar hotel mewah di tengah kota Jakarta.

Kenikmatan itu membuat mereka melupakan status mereka yang masih sebagai sepasang kekasih, belum halal sebagai suami istri.

"Enak sayang?"

"Enak banget mashhh. Huh huh." Balas Salsa dengan nafas yang masih memburu setelah pelepasan hingga squirt yang dia dapatkan.

"Masih mau lagi? Hmm?" Tanya Lian begitu mengerikan namun menggoda bagi Salsa. Bukan Salsa namanya kalo malah tak menggoda kekasihnya itu.

"Mau dong, dibolak balik aku masih kuat mas."

"Ooohhh jangan minta ampun yaa kamu."

Salsa justru menunggingkan tubuhnya, Lian dengan cepat menghisap kewanitaan Salsa. "Oughhh masshh, nikmaat mash. Teruss ahhh."

Decapan suara mulut Lian yang bertemu vagina Salsa yang becek menambah kenikmatan hubungan intim mereka. "Mas sudah nggak tahan." Lian segera bangkit dan memposisikan penisnya tepat di lubang Salsa. Tanpa aba-aba dia langsung mencoblos vagina Salsa membuat sang empu memekik keras.

"Lian!"

"Salah siapa nantangin mas. Oughhh jangan dijepit sayaaanghh." Lian tak langsung menyodok milik Salsa. Dia masih menikmati empotan vagina kekasihnya itu. Sedangkan tangannya mengelus bokong mulus milik Salsa.

"Gerakin masshhhh." Pinta Salsa dengan sedikit mendesah. Sepertinya miliknya begitu gatal ingin segera disodok oleh batang keras milik Lian.

"Apanya sayaang yang digerakin?" Salsa yang sudah tak tahan dirinya yang menggerakan tubuhnya sehingga milik Lian keluar masuk dari lubang senggamanya. Membuat keduanya saling mendesah.

"Oughhh dek kamu binal sekali cantik. Ah mas sukaaa."

"Aku nggak pernah tahan sama penis mas, bikin memek ku penuh. Arghh masshh." Teriak Salsa karena Lian menampar keras bokongnya. Bukannya marah justru Salsa semakin bernafsu.

"Liar sekali mulut kamu sayang. Mas harus hukum kamu." Lian mengambil alih kendali. Tangannya mencengkeram kuat pantat Salsa. Dia fokuskan tenaganya untuk menyodok vagina Salsa. Membuat Salsa teriak kegirangan.

"Arrghhh iyaaa disitu mashhh. Oughhh Salsa mau keluar lagiiihhhh."

"Ough masshhh ampuuun ahh nggak tahaan mashhh."

"Terima cairan mas sayaaanghhh."

"Arrghhhhhh."

.....

"Capek dek?"

"Capek lah mas. Ngangkang sama nungging terus dari tadi." Balas Salsa frontal membuat Lian tertawa.

"Hahahaha. Lagian kamu candu banget buat mas. Dikit dikit bikin mas ngaceng sih."

"Ih mulutnya mas, berdiri lagi aku ndak mau tanggung jawab. Jalan ku aja sudah susah." Balas Salsa yang membuat Lian semakin tertawa.

"Mau makan dulu nggak sayang?"

"Pesen gojek aja ya mas. Kalo di luar takut ketemu anak mas atau anakku. Tau sendiri mereka sama-sama nggak setuju emak bapaknya nikah lagi."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 22, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

OneshootTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang