16] Win

1.5K 238 17
                                        

Jemian tersenyum miring, mendekati Serim yang tampak masih tak percaya dengan kekalahan nya. Begitu juga yang lain nya, karena Serim termasuk atlet renang yang menjadi perwakilan sekolah selama ini untuk bertanding dengan sekolah lainnya.

"Siap siap, permintaan gue biasanya gak masuk akal."

Jemian kian mengikis jarak di antara mereka, berbisik pada Serim, "Berdoa aja gue gak minta lo buat ngejilat sepatu gue."

Tangan Jemian menepuk pundak Serim, "Jangan buat gue bad mood, atau permintaan gue bakal ngebuat lo gak punya lagi harga diri, Serim."

"Lo bakal nurut, kan? Ini perjanjian nya, kalau lo gak nurut, yaah, apa boleh buat? Pecundang biasanya emang gitu," desis Jemian sinis.

Lantas ia menarik handuk dari tangan Ning ning dan berlalu pergi begitu saja seraya menyampirkan handuk ke bahu nya, sial, ada saja yang membuat mood nya buruk, hari Jemian selalu sial semenjak disini!

"Harvey emang sampah!"

______________________________

"Apa? Kalau begitu segera umumkan aku dan Jemian adalah putra mu! Kau mau membuat ku kebosanan sendirian? Setidaknya aku akan ikut berkumpul dengan yang lain nya!" Yoona mendengus kesal seraya mengibaskan rambut nya.

Gerakan angkuh yang amat menyebalkan.

"Yoona, tunggulah, aku akan mengenalkan mu dan Jemian pada publik saat acara besar perusahaan, hanya sebentar lagi," jelas Siwon berusaha sabar.

"Aish kak, kenapa kau lambat sekali? Kakak ipar bisa mati kebosanan jika begini!" Lisa yang baru masuk menyahut, tadi Siwon datang ke salon nya saat ia sedang berbicara dengan Yoona dan siap untuk pergi ke perkumpulan.

Siwon berdecak, "Aku hanya menunggu waktu yang tepat, di saat itu, semua media meliput kita, itu waktu yang paling tepat."

Lisa mencebik, menarik tangan Yoona dengan pelan, "Yasudah kak, ayo pergi berdua saja, aku akan mengajak kakak ke hotel teman ku, ah, aku juga akan menunjukkan restoran Jepang yang enak."

Yoona menurunkan kacamata hitam nya dari rambut, "Baiklah, ayo, daripada aku harus bosan sendirian di mansion."

"Kami pergi dulu, sampai jumpa, kak," Lisa melambaikan tangannya, lantas berlalu keluar mengikuti Yoona yang pergi begitu saja tanpa pamit.

"Astaga, aku tak heran dengan sikap Jemian jika dia begini.."

____________________________

"Hai, Jemian."

Jemian yang sedang memakai baju di ruang ganti sekolah menoleh, "Sava?"

"Hm, kita satu sekolah ya ternyata?" Sava tersenyum tipis, bersandar pada loker disana seraya terus menatap Jemian.

"Mau ke kantin bareng--"

"Sava? Anjing, kok baru keliatan? Gue nyari lo daritadi!" Seru Ricky yang baru masuk dengan Ni-ki.

Sava menatap malas seperti biasa, "Tadi gue sama Jake, dia di kantin."

"Lo kenal Jemian, kak?" tanya Ni-ki penasaran karena melihat keduanya di ruang ganti.

"Ya, kenal kok, ini gue mau ngajak dia ke kantin," jawab Sava seraya menunjuk Jemian dengan dagu nya.

"Gue denger dari anak anak tadi katanya Jemian ngelawan Serim? Makanya gue kesini, lomba renang? Siapa yang menang?" lanjut Sava bertanya, melirik Jemian yang kini memakai dasi dengan asal asalan.

"Gue, emang siapa lagi? Tuan muda dari Harvey yang cuma bisa nyari muka?" balas Jemian berbisik saat melewati Sava.

Tawa Sava terdengar mengundang tatapan bingung dari Ricky dan Ni-ki.

THE HEIRSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang