26] Winter

1K 182 23
                                        

Cklekk

"Kenapa lo lepasin dia? Lo takut?"

Jemian menoleh, tersenyum lebar mendapati Winter masuk, "Sweetheart, lo pasti khawatir kan sama gue?"

Winter memutar kedua bola matanya malas, "Lo takut?"

Tawa pelan Jemian terdengar sebelum akhirnya di lanjut ringisan, lelaki itu spontan memegang perutnya yang berhasil di tikam Jivan.

"Kenapa harus takut? Belum jadwal gue buat mati, kata malaikat maut sih gitu," jawab Jemian santai.

"Kayaknya lo makin gila," ucap Winter lelah, memilih duduk ke sofa setelah melepas almamater, menatap seluruh ruangan rumah sakit yang di tempati Jemian tersebut.

"Gue itu penyayang."

"Hm?" Winter menatap Jemian aneh.

Jemian mengangguk, "Iya, makanya gue sayang sama satwa liar kayak Jivan, gue punya cara sendiri untuk satwa liar kayak dia."

"Kalau lo di gigit anjing rabies, kecil kemungkinan lo selamat kalau gak langsung dapat penanganan, lo kira lo siapa sampe bisa nanganin anjing gila kayak Jivan?"

Winter bersedekap dada, netranya dan Jemian saling bertukar pandang, "Dia bahkan bisa nyingkirin sesama Harvey kalau dia gak suka."

"Oh, gue bukan Harvey, gue Harvey tiruan, gak usah panik."

"Bego,"desis Winter, lelah berbicara dengan Jemian, anak itu memang gila sepertinya..

Cklekk

"Jemian!" Yoona berlari masuk dengan raut wajah khawatir.

"Astaga, kaki kamu baik baik aja? Kok bisa kamu jatuh dari tangga? Coba mama liat, ada luka parah gak?"

Jemian terkekeh, "Enggak kok ma, cuma tinggal 2 anak tangga, kaki aku baik baik aja."

"Jem, gue permisi, saya permisi dulu ya tante," Winter tersenyum sopan pada Yoona.

Yoona menatap Winter lekat, "Oh iya, kamu teman Jemian?"

"Iya ma, teman hidup," sahut Jemian tengil.

Winter hanya bisa terkekeh, "Enggak tan, cuma sekedar kenal, soalnya Jemian bandel banget, dia bolos terus suka ngerokok, saya sering liat dia ngerokok."

..mati gue!

Jemian seketika terdiam kaku.

"Jemian--merokok?"

Winter mengangguk, "Iya, selalu tan, saya tau dari guru guru disini."

"E-enggak ma, Winter, lo ngomong apasih?" Jemian kian panik, apalagi saat Yoona meliriknya.

Winter menunduk singkat, "Saya duluan, tan."

"Iya, makasih ya udah jagain Jemian tadi."

Jemian meneguk ludahnya kasar, menggeleng cepat saat Yoona mendekat, "Ma, aku gak ngerokok, j-jangan percaya sama orang lain."

"Jemian, kaki kamu juga lagi sakit, kan. Jangan keluar selama sebulan ini."

"Ma--"

"Jangan bantah mama!"

Tangan Yoona terangkat, mengusap lembut surai pirang Jemian, "Jangan coba ngelawan, disini gak ada daddy, Jemian."

Sial, sial, sial, mati Jemian..

___________________________



Siwon mengerjap, menatap bingung pada dua bodyguard di depan pintu kamar Jemian, ini bukan orang orang nya..

THE HEIRSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang