Nyaris seminggu, nyaris seminggu Jemian sibuk di perusahaan membantu Siwon, belajar banyak hal soal perusahaan yang membuatnya muak, bahkan ikut hadir ke beberapa acara dan turun langsung ke beberapa rapat.
Dan malam ini, malam ini ia dan sang ibu resmi di kenalkan ke publik, yaaa meski sedikit terlambat, karena berita tentang nya sudah beredaran sejak ia menemani Siwon ke beberapa acara.
"Ma, gimana? Ganteng gak?" Jemian tersenyum lebar pada sang ibu setelah memasang dasi.
Yoona yang sedang memakai anting terkekeh, "Ganteng, anak mama selalu ganteng."
Jemian mengibaskan tangan nya, "Itu mah aku juga tau, tapi kan malam ini ganteng nya lebih lebih lagi, soalnya banyak kamera, semua harus terguncang sama kegantengan aku."
Tawa Yoona lepas, selalu merasa terhibur dengan sikap Jemian, "Mama heran deh, kamu pd banget, untung beneran ganteng."
"Kalau--"
"Kalian sudah siap?"
Siwon muncul, jas nya berwarna senada dengan gaun Yoona, harus nya dengan jas Jemian juga, namun anak itu menolak, memilih memakai jas berwarna hitam yang amat kontras dengan rambut nya itu.
Yaaaa, hitam terlalu biasa saja sih, tapi apa peduli Jemian? Toh rambutnya kan sangat berbeda.
"Jemian, kamu akan di antar supir."
"Aku sendiri?" tanya Jemian tak percaya.
"Ya, kamu sendiri."
"Terus mama sama papa gitu? Gak, gak usah nyari kesempatan!"
Yoona tersenyum, mendekat dan merapikan dasi Jemian, "Kan Jemian udah ganteng, harus datang sendiri, biar keliatan kayak pemeran utama di acara nanti."
"..oh, bener juga!"
Lagi lagi tawa Yoona lepas saat Jemian mengangguk dan berseru bak anak kecil yang baru paham.
"Yaudah, mama sama papa berangkat dulu, inget, nanti pas keluar dari mobil, tetap tenang, banyak berita jelek soal kita karena papa baru ngenalin kita sekarang, kamu ngerti, kan?"
Jemian mengangguk, "Aman, masalah kecil kok itu."
Jika ada yang bertanya seolah mengejek, tinggal Jemian tendang saja, kan?
Biar nanti sisanya Siwon urus, siapa suruh punya anak seperti Jemian?
______________________________
Ruka, gadis yang memakai gaun berwarna pink tersebut tampak berpikir, "Namanya Jemian, kan? Yang rambut nya putih itu."
"Hm, keliatan songong banget, kak Herzy keliatan jelas banget kalau dia gak suka sama Jemian," sahut Riku.
"Eyyy, dia mukul kak Helga lho, keren tau, keliatan kayak cool boy gitu pas kumpul keluarga kemarin," Ruka tampak antusias.
"Jangan dukung dia, Jivan juga kayaknya punya masalah sama anggota keluarga baru itu, lo gak mau kena imbas, kan?"
Remaja cantik tersebut berdecak, "Ck, Jivan lagi Jivan lagi, ngeri banget sih tuh monster."
Riku dengan gemas membekap mulut Ruka, berakhir dengan erangan tertahan karena kakinya di injak heels Ruka.
Ruka melotot kesal, "Riku! Gue udah pake lip! Lo nyebelin banget sih!"
"Ya mulut lo, kalau ngomong tuh di jaga, jangan terlalu blak blakan juga!" Riku balas melotot.
"Apaan sih, orang ini mansion keluarga gue juga, lagian kan bener, padahal om Cello punya kak Soobin, kan bisa tuh Jivan di masukin RSJ aja," Rora, remaja yang memasang wajah sinis itu mendekat, ikut menimpali pembicaraan keduanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE HEIRS
Fiksi RemajaDunia yang tak pernah Jemian bayangkan, perlakuan yang tak pernah Jemian terima, tugas dan kewajiban yang tak pernah Jemian pikirkan. Semua itu--kini terpampang jelas di hadapannya, menyerang nya tanpa memberi celah sedikitpun.. Dan itu--hanya kare...
