27] Bunuh diri

1K 150 4
                                        

Soobin menghela nafas kasar, menatap Jivan yang duduk di kasur dengan raut kesal, membolak balik lembaran buku dengan asal, jelas sekali anak itu tak membaca nya.

"Jivan--"

"Aku bakalan bunuh dia!"

Soobin meraup wajahnya kasar, "Jivan, jangan ngelakuin hal hal buruk yang akhirnya cuma ngebahayain kamu--"

"Kenapa? Kakak gak mau ngelindungin aku?!"

"Ini bukan masalah lindungin atau engga, berhenti ngelakuin hal gila seperti ini--"

"Dia duluan! Dia yang nyari masalah sama aku! Dia nyari masalah sama kak Kath!"

Soobin mengernyit, "Jemian--dan Kath?"

Jivan berdecak, "Persetan soal itu, aku pokoknya bakal nyingkirin Jemian! Liat aja, aku gak bakal lepasin dia!"

"Jivan, dia putra tunggal om Siwon, apapun masalahnya, selesaikan dengan baik baik, kakak gak mau ada masalah besar di Harvey, dan kakek, kakek mulai naruh perhatian ke Jemian, jangan berpikir macam macam, Jivan. Jangan buat kakek ngamuk."

Rahang Jivan mengeras, peduli apa dia? Dia--akan mencari segala cara...

_________________________



Siwon mengernyit kala hanya menemukan Yoona yang duduk di kursi meja makan, "Dimana Jemian?"

"Dia tak akan keluar selama sebulan ke depan, sarapannya sudah di antar ke kamar."

Siwon terdiam, "Dan--dia tak keluar? Dia menurut?"

Yoona balik menatap sang suami, "Lalu? Kamu pikir putra ku pembangkang?"

...apa apaan?! Anak itu menurut sekali pada Yoona? Maksudnya--sepatuh ini?

"Selamat pagi tante, om."

Keduanya menoleh, menemukan Rora masuk dengan wajah riang, tangannya menenteng kotak cake strawberry.

"Tante, aku boleh ketemu kak Jemian, kan? Boleh ke kamarnya, kan?"

Yoona tersenyum, "Boleh, gak mau sarapan dulu?"

"Enggak deh tan, aku mau langsung ketemu kak Jemian."

"Rora."

"Iya?" Rora kembali berbalik dan menatap Yoona yang kini tampak ragu untuk berbicara.

"Jemian--gak suka strawberry."

Rora mengerjap, seperkian detik wajahnya langsung murung, "Yaah, rugi dong aku beli ini?"

"Gak apa, biar om suruh bawahan om buat beli lain nanti," Siwon berusaha menghibur remaja itu.

"Okay then!" Lantas Rora segera menaiki tangga seraya bersenandung riang.

Siwon tampak berpikir, apa--tak masalah membiarkan Rora dekat dengan Jemian?

Yoona menghela nafas jengah, "Ayo sarapan, kenapa terus berdiri?"

____________________________


Cklekkk

"Haloo, siap menjalani minggu pagi yang cerah?"

Jemian yang masih mengumpulkan kesadaran di atas kasurnya menoleh, "Rora?"

"Yapss, ya ampun kak, bisa bisanya udah jam 8 belum bangun."

"Jam 8 itu masih terlalu pagi," Jemian memilih kembali tidur, membalut dirinya dengan selimut, membiarkan Rora membuka tirai jendela kamarnya.

"Kak Jemian, bangun! Ayo sarapan, ini juga kenapa sarapannya di taruh di atas sofa, sih? Astaga, bener bener, ya!"

THE HEIRSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang