Jemian yang mengenakan hoodie putih dan ripped jeans itu duduk tenang di tengah Yoona dan Siwon, menatap semua yang hadir disana termasuk yang seumurannya, waah, lumayan banyak..
Bahkan nyaris sebagian tak Jemian kenal.
"Pi ayolah, aku bahkan tak sekolah disana, kenapa aku harus ikut disini, sih?"
Netra Jemian melirik lelaki yang menggerutu kesal tersebut, oh, Jemian juga tak kenal dia!
"Semua sudah datang?"
Yasa masuk dengan raut wajah datar, menatap semuanya dengan tatapan tak bersahabat.
"Yang terjadi di sekolah kemarin, ada yang bisa menjelaskan?" Yasa bertanya, namun jelas itu perintah agar ada yang bersuara dan segera menjelaskan.
"Aku dan Ruka tak bersekolah disana, boleh kami keluar?" seorang anak berambut hitam legam membuka suara dengan santai di tengah situasi tegang.
Rose memejamkan mata lelah dengan tingkah putra bungsu nya.
Yasa mengangguk tanpa ragu, membiarkan dua anak itu keluar dari ruangan tersebut.
"Kenapa hanya diam? Kalian bisu?!"
Jemian mengangkat sebelah alisnya kala tatapan Yesa mengarah pada nya, "Aku tidur di ruang musik, begitu membuka mata aku melihat Helga sedang memaksa Kath, karena itu aku langsung memukul nya, bukan kah sudah ku jelaskan? Kath juga mengiyakan penjelasan ku, apa aku tak di percaya karena baru bergabung dengan Harvey?"
Tiffany menggeleng, "Putra ku tak mungkin seperti itu!"
"Lalu kau pikir putra ku berbohong?" Yoona menyahut tak terima.
Jemian menggenggam tangan sang ibu, berusaha menenangkan wanita itu, "Mama jangan marah, mungkin tante Tiffany juga tidak tau sifat asli putra nya."
"Kurang ajar sekali--"
"Tenanglah! Jemian, bersikap sopan lah pada yang lebih tua," Yasa menengahi dengan kesal.
Jemian mengernyit, dia hanya menjawab, bagian mana yang tidak sopan?
"Tiffany, tenanglah," Siwon ikut menenangkan Tiffany yang tampak amat kesal, bisa bisa adiknya itu nanti mengamuk pada Yoona dan Jemian.
"Papa harusnya menenangkan mama, bukan tante itu," bisik Jemian pada Siwon dengan jengah.
"Dasar bodoh, masa begitu saja tak paham?" Sambung nya lagi.
"Jemian, jika sampai kau berbohong, kau akan menanggung akibatnya," ancam Yasa.
Jemian mengangguk tanpa ragu, "Tentu, aku jelas bertanggung jawab pada ucapan ku sendiri, tenang saja."
"Ayah, Helga tak mungkin melakukan hal seperti itu, ayah tau sendiri bagaimana Helga," Donghae ikut membuka suara.
Jemian melirik Herzy dan Ricky, ahh, mereka berniat mengamankan diri sendiri tanpa membela ya, brengsek sekali..
"Atau tidak tanyakan juga pada Herzy, atau Ning ning? Bukankah mereka bersama Helga sebelum pulang?" Jemian bersuara dengan tenang, tak suka melihat Herzy dan yang lain hanya berdiam diri.
Tatapan Yasa beralih pada yang lain.
"Aku tak tau apapun, Helga hanya berbicara seperti biasa pada kami dan bercanda, kami--bahkan tak menyangka ada kejadian seperti ini," Herzy terlampau tenang untuk seukuran pelaku, dia bahkan memasang wajah sedikit shock seolah benar benar kaget.
"Bukankah kak Kath pulang bersama kak Ning ning dan kak Yeji? Kenapa tiba tiba kak Kath ke ruang musik? Apa yang kak Kath katakan? Kalian tak ikut bersama nya?" Jivan bersuara, memberi pertanyaan beruntun, tak terima dengan apa yang terjadi pada Kath.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE HEIRS
Novela JuvenilDunia yang tak pernah Jemian bayangkan, perlakuan yang tak pernah Jemian terima, tugas dan kewajiban yang tak pernah Jemian pikirkan. Semua itu--kini terpampang jelas di hadapannya, menyerang nya tanpa memberi celah sedikitpun.. Dan itu--hanya kare...
