"Mama," Jemian segera memeluk sang ibu begitu pulang saat malam setelah selesai mempelajari banyak hal di perusahaan.
"Ya ampun sayang nya mama, sana mandi terus ganti baju, terus langsung turun buat makan malam," Yoona mengecup dahi sang putra lantas tersenyum manis.
Jemian mengangguk, "Yaudah, aku ke kamar dulu."
Ia segera berlalu pergi seraya mengeluarkan hp dari saku celananya, menekan kontak Serim yang ia minta dari Jake.
|lo kesini, minta izin buat ngajak gue
keluar
Yaah, ada untung nya juga, Jemian jadi punya alasan untuk keluar malam malam begini.
Yoona berubah jadi sangat overprotective sejak disini, itu merepotkan..
______________________
"Aku mau ajak Jemian ke apart nya Ni-ki, om, tan. Kita ada rencana mau main disana bentar," Serim menarik senyum manis pada Siwon dan Yoona.
Yoona melirik sang putra yang duduk di sofa single, Jemian hanya balas menatap seolah bingung dan polos.
"Boleh, kan? Ada Kath juga disana, om kan tau sendiri kalau sama saya semua aman," Serim menatap Siwon membujuk.
Siwon tampak berpikir, tapi benar sih, selama ini hanya Serim yang bisa menjaga citra baik di antara penerus Harvey yang masih remaja yang lain nya.
"Baiklah--"
Yoona tampak tak setuju, "Mas--"
"Jangan kembali terlalu telat, Jemian harus cukup istirahat, dia sibuk akhir akhir ini, paham?"
Serim segera mengangguk, "Iya, om tenang aja, ayo Jem."
Jemian ikut beranjak bangun, mengecup sekilas pipi Yoona dan berbisik, "Mama jangan khawatir, aku bakal baik baik aja, kok."
"Jangan macam macam, ngerti?"
"Iya, curigaan banget sama anak sendiri, aku anak baik, ma."
Serim mendengus, dasar, merepotkan! Apa apaan dia harus meminta izin untuk Jemian! Lagipula Yoona dan Siwon berlebihan sekali!
"Kenapa? Anak kesayangan lo?" bisik Serim sinis kala keduanya berlalu keluar.
Jemian hanya memutar kedua bola matanya malas, "Bukan urusan lo, jin pengabul permintaan."
"Apa?!"
___________________________
"Gue turun disini, nanti lo terserah mau kemana aja, gue juga bisa balik sendiri," Jemian turun dari mobil Serim seraya memakai jaket nya.
"Ah sial, nanti gue yang di salahin om Siwon kalau ada apa--"
BRAKK
"Bacot, pergi sana," sela Jemian setelah menutup pintu mobil Serim, lantas berlari kecil menuju restoran Korea tersebut, membiarkan mobil Serim melaju pergi dari sana.
"Tuan Jemian? Mari saya antarkan," seorang pelayan langsung memandu nya begitu Jemian masuk. Menuju lantai 3 dan melewati lorong dan pintu pintu disana.
"Tuan Sava sudah menunggu di dalam."
Cklekk
"Halo, Jemian."
Jemian menutup pintu, menatap Jake yang sedang mengetuk ngetuk gelas dengan sumpit dengan ketukan yang teratur.
"Jemian Ash Benjamin Harvey, bener, kan?" Jake tersenyum lebar, mengungkap identitas yang Jemian sembunyikan di sekolah.
Jemian hanya berdehem, tak terkejut sedikitpun, memilih mendudukkan diri di depan Sava.
"Gue Jake, Jake Naufatta Kyne, kita belum kenalan secara lengkap di sekolah tadi, kan."
KAMU SEDANG MEMBACA
THE HEIRS
Teen FictionDunia yang tak pernah Jemian bayangkan, perlakuan yang tak pernah Jemian terima, tugas dan kewajiban yang tak pernah Jemian pikirkan. Semua itu--kini terpampang jelas di hadapannya, menyerang nya tanpa memberi celah sedikitpun.. Dan itu--hanya kare...
