Jemian tersenyum puas, menatap semua informasi yang berhasil ia dapatkan setelah--menanam sesuatu di laptop sang ayah, mengawasi semua yang muncul di laptop tersebut, dan--
Ah, banyak sekali kebusukan pria itu juga Harvey yang lain, mereka semua bermain kotor.
"Ah, gue bakal telpon Siwon dan ngancam dia seolah olah gue hacker, terus gue bakal minta tebusan milyaran, kaya deh gue~"
BRAAKK
"MATI LO HARI INI JEMIAN!" Winter berseru kesal setelah masuk dan membanting pintu kamar hotel begitu keras.
Jemian terkekeh, tak berniat menghindar, membiarkan Winter dengan geram memukulnya.
"Tenang dulu, gue punya kejutan buat lo--"
"Kejutan apalagi?! Lo liat berita soal kita sekarang?!"
Tangan Winter di genggam erat agar gadis itu tak melayangkan pukulan.
Jemian menarik senyum, menatap lekat gadis itu, "Berapa lama perjalanan kesini?"
"2 jam!" Sahut Winter ketus, Jemian tiba tiba memanggilnya ke hotel yang jauh dari perkotaan, Winter yang berniat mengamuk dengan semang hati datang.
"Lo gak buka hp kan selama 2 jam itu?"
"...engga, kenapa?"
Senyum Jemian makin lebar, "Nah itu, liat deh, lo pasti seneng. Gue--nyingkiran Kath buat lo."
Hening, Winter mengerjap, "Kath?" Lantas gadis itu menarik tangannya dan segera mencari hp di saku jaket nya. Belum apa apa, grup sekolah sudah amat ribut saja seolah ada hal besar yang terjadi.
Jemian kembali duduk santai, menunggu reaksi dari Winter setelah melihat hal yang ia anggap kejutan.
"What the--"
Kath Madaharsa Harvey, genius dari Harvey mendapat banyak hujatan setelah tindakannya yang melakukan aborsi ketahuan.
Salah satu pewaris Harvey yang belum menikah pernah menggugurkan kandungan?
Kath Madaharsa Harvey melakukan aborsi pada kelas 1 SMA
Winter mengerjap melihat banyak nya artikel yang muncul, ia kian terdiam kala sebuah video juga terpampang, menjadi tontonan seluruh orang.
"Jangan di tonton, itu video orang dewasa, walaupun yang main belum dewasa, sih," Jemian bersuara dengan santai.
"Ini--v-video-" Winter tak melanjutkan ucapan, menatap Jemian yang kini mengangguk.
"Darimana lo dapetin semua ini?"
Jemian kembali tersenyum, "Iya, sama sama. Bukannya sekarang giliran lo? Gue--nyingkirin Kath buat lo, jadi, apa balasan lo?"
"Lo mau cari keuntungan dari gue? Lo minta bayaran?"
"Eyyy, gak ada yang gratis di dunia itu, kita harus saling menguntungkan."
Jemian beranjak, berdiri tepat di hadapan Winter, "Gimana kalau--Herzy?"
Winter kembali melirik layar hp nya, ia menarik nafas dalam, "Oke, Herzy, sesuai yang lo mau."
"Tenang aja, gue juga bakal nyelesain Jivan," bisik Jemian dengan senyum lebar.
"Udah gue bilang, kan? Mereka yang bakal hancur, bukan gue, Winter."
_________________________
"ARGHHHHH!"
Jivan terdiam di ambang pintu, menatap Irene yang berteriak histeris, netra nya masih terpaku pada tubuh Kath yang masih menggantung, gadis itu mengakhiri hidupnya dengan meggantung diri di pintu balkon.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE HEIRS
Fiksi RemajaDunia yang tak pernah Jemian bayangkan, perlakuan yang tak pernah Jemian terima, tugas dan kewajiban yang tak pernah Jemian pikirkan. Semua itu--kini terpampang jelas di hadapannya, menyerang nya tanpa memberi celah sedikitpun.. Dan itu--hanya kare...
