34] Jeriel

888 161 17
                                        

"Kalian menemukan Yoona dan Jerzy?"

"Tidak, tuan. Tak ada jejak apapun, mereka benar benar menghilang, rumah mereka kacau seolah ada penyerangan, kami masih berusaha mencari petunjuk soal masalah ini."

Siwon menghela nafas kasar, apa ini ulah musuhnya?

"Cari mereka, dan pastikan mereka baik baik saja, kerahkan semua orang orang kita, cari istri ku secepatnya!"

"Kau gila? Bisa saja ini jebakan, wanita itu berusaha menipu mu--"

"Dan bagaimana jika ini bukan tipuan? Bagaimana jika Yoona benar benar di culik?" Siwon menatap sang ayah, tatapannya benar benar terlihat frustasi.

"Dia hanya memberi sedikit pukulan tambahan untuk semua rumor buruk itu, ini dendamnya untuk putra nya yang mati. Dia sedang balas dendam, kau tak paham itu?"

"Ini tipuan, wanita itu menyudutkan kita, Siwon."

_________________________


Winter menghela nafas panjang, "Sebarkan semua video yang kita punya, suruh yang lain juga untuk berkomentar, buat keributan sebesar mungkin tentang perundungan yang di lakukan Harvey."

"Kami mengerti, nona muda."

"Dan--"

Winter tampak ragu, menatap keluar jendela dengan pandangan melamun, berpikir cukup lama sebelum kembali membuka suara,  "Cari makam Jemian, Jemian Ash Benjamin Harvey, cari tau dimana dia dimakamkan."

"Baik, kami mengerti," itu mudah, banyak video keributan di makam Jemian yang beredar, tak sulit mencari lokasinya.

"Buat semua korban buka mulut, jika mereka tak mau, ancam mereka," desis Winter.

"Mereka harus melaporkan semua keturunan Harvey yang terlibat, jangan lewatkan satu korban pun."

"Aku tak ingin mendengar kegagalan, pastikan semua yang aku katakan berhasil."

_______________________






"Kenapa dia tak juga sadar? Bukannya ini sudah 3 hari?! Cepat periksa dia! Pasti ada yang salah, pasti ada yang kalian lewatkan!" Jeriel berteriak kesal di depan ruangan Jemian, lelaki itu tak kunjung sadar sampai sekarang, masih betah memejamkan mata.

"Keadaannya stabil, kita hanya perlu menunggu dia sadar--"

"Dan masalahnya adalah dia tak sadar! Kenapa kalian sangat tak becus? Aku menyuruh kalian memeriksanya!" sela Jeriel tak mau kalah.

"Jeriel, sudahlah. Dokter pasti lebih tau, kita tunggu saja sampai Ash sadar," Lucius menarik Jeriel mundur, tersenyum sopan pada dokter tersebut.

"Saya minta maaf atas keributan ini, silahkan lanjutkan pekerjaan anda, dia hanya terlalu khawatir pada temannya, saya harap anda dapat mengerti."

Jeriel berdecak, menepis tangan Lucius dengan kasar, melirik sinis dokter yang kini berlalu pergi tersebut.

"Ash tak juga sadar, ini jelas karena dokter itu tak becus!"

"Ash hanya perlu waktu, biarkan dia istirahat, itu mudah, kan? Jangan membuat keributan disini, Jeriel."

"Sudahlah, aku mau melihat keadaanya dulu, terserah mu saja," dengus Jeriel.

"Oh ya, bujuk Matthew untuk menyebarkan video itu, lagipula mantan pacarnya itu sudah mati, kan?"

"Gila, kau ingin mengusik orang yang sudah mati juga?"

"Ayolah, salahnya menggantung diri sendiri, lagipula ini demi nama buruk Harvey, ini akan sangat mengguncang di tengah situasi buruk seperti ini, cepat bujuk Matthew."

THE HEIRSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang