25] Firasat

871 156 26
                                        

aku baliiik, maaf kalau ada yang nunggu dan ngerasa aku kelamaan, ga lama si, sebulan doang? harusnya hiatus setahun, lha ini sebulan doang:)

happy reading guysss

komen pliisss, butuh semangattttt

_______________________

Jemian berhenti melangkah di lorong menuju toilet yang amat sepi tersebut, seseorang--sepertinya mengikuti Jemian..

"Ah, mungkin firasat gue aja kali, ya?" gumamnya kala berbalik dan tak menemukan siapapun, ia kembali melanjutkan langkahnya seraya bersenandung pelan.

Drttt drttt

Mama is calling

"Halo ma--"

"Jemian tolong pulang sekarang--"

Jlebb

Jemian terpaku, nafasnya seketika tertahan, erangannya perlahan terdengar kala rasa sakit di punggung nya kian terasa.

Trakk

Hp di tangannya jatuh begitu saja, ia berusaha tenang, setidaknya sampai bisikan penuh amarah terdengar.

"Beraninya--lo ngancam kak Kath? Lo pikir lo hebat? Dasar sialan.."

"Jivan?"

"Lo bakal mati hari ini, Jemian!"

____________________________


Kath menggigit kukunya cemas, apa Jivan berhasil? Apa Jivan akan baik baik saja? Bagaimana kalau Jivan sampai membunuh Jemian?

"Ah enggak, gue udah bilang jangan sampai dia bunuh Jemian," gumam Kath gemetar.

"Atau--harusnya emang di bunuh? Jemian, lo terlalu nge ganggu, kenapa gak hidup tenang aja, sih?"

"Arghh!" Ia mengacak rambutnya kesal, mendadak tak bisa berpikir jernih.

"Gak, kalaupun Jemian mati, itu bakal lebih baik, gue gak perlu khawatir, gue gak perlu takut, Jivan bakal beresin semuanya."

Kath menarik nafas dalam, menatap penampilannya di cermin yang tampak amat acak acakan, ia berusaha menarik senyum, "Kalau Jemian mati, gue bisa hidup kayak biasanya."

Ia memilih meraih tabung kecil berisi obat penenang, mengambil obat sebutir, lantas menelannya dan segera meraih air di meja.

"Tenang Kath, Jivan bakal nyelesain ini semua buat lo, gak perlu takut.."

"Gak perlu--"

Hueeee

Kath terdiam kaku kala mendengar suara tangisan bayi, ia menatap sekeliling kamarnya dengan takut.

"G-gak, gak ada suara apapun," Kath menutup kedua telinganya, meringkuk di atas sofa dengan raut wajah menahan tangis.

"Enggak, gak ada apapun.."

Jemian sialan, Kath kembali jatuh dalam bayang bayang dulu..

____________________________

"Herzy, lo liat Jemian?"

Herzy yang sedang bermain game hanya melirik sekilas pada Jake, "Ke toilet tadi izin sama guru."

Jake mengernyit, "Toilet kosong, gue baru dari toilet, nih."

"Toilet lantai 3 kali."

"Ya gue dari lantai 3."

"Yaudah berarti di lantai 1 atau 2, lo pikir gue bapaknya sampe tau dia dimana?" Herzy mendengus kesal.

THE HEIRSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang