14] Mangsa baru

1.2K 175 51
                                        

"Dad, mama tuh, aku di kurung terus kayak tawanan," adu Jemian, menatap wajah sang kakek di layar handphone nya, ia merengut sok sedih.

Tawa Jerzi terdengar.

"Kabur saja, jika mama mu mengamuk, lari pada Siwon agar dia kerepotan."

Jemian mengerjap, oh, benar juga..

"Oh, daddy pinter!" seru nya riang, tersenyum lebar sampai membuat Jerzi kembali tertawa melihat tingkah sang cucu.

"Bagaimana disana? Menyenangkan?"

Jemian menggeleng dengan desahan kecewa, "Gak, aku bisa mati kapan aja disini, baru jalan keluar udah di incer musuh."

"Lalu? Disini bahkan dalam rumah pun kamu berpotensi mati di tangan Yoona, sama saja, bukan?"

"Aish, nyebelin! Aku mau pindah ke planet Mars aja!"

"Daddy akan kesana kapan kapan, pastikan kamu tetap baik baik saja dan hidup saat daddy kesana," ucap Jerzi lembut, menatap teduh wajah cucu nya.

"Okay! Kalau gak di amuk mama pasti aman, kok," sahut Jemian enteng.

Pembicaraan keduanya terus berlanjut bahkan sampai nyaris jam makan malam. Jemian rasanya ingin berlari pulang ke California saja..

____________________________

"Waah makan malam keluarga, seperti keluarga harmonis saja," ucap Jemian begitu mendudukkan diri di kursi meja makan, menatap Yoona dan Siwon dengan senyum lebar, walau jelas ia mengejek Siwon.

Sudahlah, susah mendekati anak seperti Jemian..

"Mas--"

"Eitss, apaan itu? Papa punya tangan, kenapa harus di ambilin mama?" Jemian mengernyit tak terima, menatap Siwon dengan permusuhan.

Yoona yang hendak mengambilkan lauk terkekeh, padahal kan ia sudah sepakat untuk terlihat seperti suami istri sungguhan di meja makan untuk meyakinkan drama ini jika ada tamu mendadak.

"Kenapa? Jemian kan udah mama ambilin," jawab Yoona lembut.

"Dia gak usah!" Jemian tanpa ragu menunjuk Siwon dengan garpu di tangan nya.

"Jemian, tak sopan," tegur Siwon dengan nada tegas.

Jemian mendelik, "Ya gak ada yang ajarin sopan santun sih, makanya punya anak tuh sejak kecil di ajarin sopan santun!"

Lagi, Jemian akan terus menggunakan seluruh kesempatan nya untuk menyindir Siwon.

"Sudah sudah, sayang, lanjutin makan nya, ya?" Yoona melerai, tau dengan jelas Jemian tak akan menghentikan keributan dan Siwon tak akan mau kalah.

Jemian mendengus, melirik Siwon dengan kesal sebelum menggigit wortel dengan bar bar seolah menyuarakan kekesalannya.

Siwon terdiam, waah, anak itu bisa kekanak kanakan juga..

"Mama duduk di samping aku aja, jangan samping papa, nanti ketularan gak bertanggung jawab nya dia."

Haah, apa pilihan tepat membawa anak ini kesini?

__________________________

"Apa?"

Herga terkekeh, merangkul Jay yang duduk di samping nya, "Gak ajak Jemian? Gue denger dia temen baru kalian?"

"Cupu anak nya, penampilan doang keliatan sangar," jawab Herzy membuat Herga tertawa.

"Ya lagian sih, dia kan anak om Siwon yang di sembunyiin, pasti lah gak boleh nyari masalah, dia harus hidup kayak mati supaya gak ketahuan Harvey, lo berharap apa sama dia? Udah jelas dia biasa aja."

THE HEIRSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang