Sebulan berlalu, Jemian dapat keluar sesuka hati saat ini, harusnya ia senang, iya, seharusnya!
"APA APAAN INI JEMIAN?!"
Ya, jika saja Siwon tak mengamuk seperti ini dan membuatnya tak bisa berangkat sekolah.
Jemian menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa, memasang raut wajah malas, tak peduli pada Siwon yang sedang diselimuti amarah.
"Bukannya udah papa katakan untuk tak mendekati keluarga Kyne?! Apa apaan ini?! Kamu malah berkencan dengan Winter?!"
"Oh, fotonya bagus!" Jemian menarik senyum takjub, menatap banyaknya foto nya dan Winter saat di sekolah, sengaja pergi seolah bermesraan di taman belakang sekolah setiap hari.
"Jemian!"
"Ya?"
Jemian mengangkat tangan, menyuruh Siwon yang hendak berbicara untuk kembali diam, "Papa gak pernah bilang soal jangan pacaran deh, kan bilangnya jangan deket deket? Mulai sekarang aku pacarannya jarak jauh, telponan doang deh--"
"JEMIAN!"
Hah, apasih teriak teriak...
"Kamu tau sekarang rumor yang beredar di luar sana? Selama ini tak pernah ada hubungan seperti ini antara Harvey dan Kyne, berani sekali kamu!"
"Ya bagus dong, first time ada rumor romantis gini--"
"Kamu pikir papa bercanda? Kakek mungkin aja mulai nganggap kamu dan percaya sama kamu, tapi setelah ini, yang ada semua kacau! Bukannya kesepakatan kita saling menguntungkan?!"
Jemian mengernyit seolah tak paham, "Tapi gak ada larangan untuk jatuh cinta sama siapapun?"
"Lagian aku juga gak perduli mau kakek ngewarisin perusahaan besar itu untuk siapa--"
"JEMIAN!"
Jemian tersentak kaget kala Siwon mencengkram kerah seragamnya, oh, Jemian tak berpikir Siwon sekasar ini pada anak sendiri, ya, apa sih yang Jemian harapkan?
"Apa? Mau mukul? Sini, pukul aja," Jemian menarik senyum sinis, "Terus aku bakal bilang sama semua orang, kalau--Siwon ternyata bisa mukul anaknya sendiri, dia gak sebaik yang orang orang tau. Dia lari dari tanggung jawab nya, dia nelantarin anaknya selama ini--"
PLAKK
Hening, hanya deru nafas menggebu Siwon yang menyeruak di antara keheningan, netra hazel Jemian menunjukkan sorot penuh ejekan pada pria yang berstatus ayah nya.
"Ya, emang ini--wujud asli dari pria brengsek, jangan minta apa apa sama gue, sialan. Gue gak bakal mau jadi pewaris, gue bakal kacauin semuanya di depan kakek--"
BRUKK
"Arghh--" Jemian mengerang kencang begitu tubuhnya di dorong kasar hingga tersungkur di lantai.
Ia berusaha menarik nafas dalam, meredam rasa sakit yang mulai menjalar di punggung dan perutnya.
"Hahahaa," tawa Jemian mengudara, kedua tangannya terkepal erat, tak beranjak sedikitpun dari posisinya, "Sialan, BERANI BANGET LO SIALAN--"
"JEMIAN!"
Jemian menoleh, tersentak kaget menemukan pria paruh baya yang masuk, ia mengerjap tak percaya, "D-daddy?"
Siwon mengernyit, "Jerzi--Benjamin?"
__________________________
"Ayah? Ada apa? Apa yang terjadi pada Jemian?" Yoona yang baru pulang langsung memasuki kamar sang putra, terkejut kala menemukan sang ayah turut ada disana, di samping Siwon yang masih tak membuka suara sejak Jerzi membawa Jemian ke kamar.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE HEIRS
Teen FictionDunia yang tak pernah Jemian bayangkan, perlakuan yang tak pernah Jemian terima, tugas dan kewajiban yang tak pernah Jemian pikirkan. Semua itu--kini terpampang jelas di hadapannya, menyerang nya tanpa memberi celah sedikitpun.. Dan itu--hanya kare...
