19] Wajah asli

1.5K 223 46
                                        

uppp lagii

udah kesimpan di draft dari kemarin kemariinnn

____________________________

"Waah, sialan.."

Kath mengacak rambutnya, "Sorry, tapi kayaknya orang polos kayak lo emang gak cocok di Harvey, setelah ini, lo bisa pergi jauh aja, ngejauh dari Harvey."

Jemian menarik nafas panjang sebelum berbalik, meneliti penampilan Kath yang kini acak acakkan, ia memilih melangkah mendekat dengan raut datar.

Lantas lelaki itu menggeleng pelan, "Enggak, bukan gitu.."

"Maksud lo?" Kath mengernyit, apalagi saat Jemian berhenti tepat di depannya.

Jemian menarik senyum miring, "Cewek terakhir yang gue culik di California, penampilan akhirnya bukan gini."

..a-apa?

"Lo!"

Jemian mengusap bibir Kath hingga lipstick gadis itu kini berantakan.

"Harusnya lebih kacau, lo bisa nangis dulu supaya lebih meyakinkan, Harvey sialan."

PLAKK

Tubuh Kath tersungkur begitu saja ke lantai kala Jemian melayangkan tamparan yang amat keras.

"Padahal gue berniat tenang aja disini, tapi karena kalian kayaknya bosan hidup tenang, biar gue bantu kacauin."

"Hidup lo duluan yang bakal gue bantu kacauin," Jemian melepas almamaternya, menyeringai lebar pada Kath yang tampak amat shock.

"L-lo gila? TOLONG! TOLONG!"

Tawa Jemian terdengar, penuh ejekan, "Ayolah, daripada cuma drama, mending beneran? Jadi kalaupun lo ke dokter atau periksa apapun buat ngebuktiin perkataan lo, semua buktinya bakal ada."

"Mundur! Gue bakal aduin lo ke om Siwon!" Kath berusaha tak menangis, kenapa juga yang lain belum datang?!

Jemian mengambil dasi yang tadi ia simpan di saku celana nya, "Yaah gue gak suka cewe berisik, lo bisa bilang apapun nanti kalau kita udah selesai."

Jemian bersiul, menatap tubuh Kath dari atas hingga bawah, kekehannya lagi lagi lepas melihat wajah ketakutan Kath, "Tenang, gue ngebantuin lo, biar lo bisa cerita dengan jelas dan berdasarkan pengalaman nyata, gimana--rasanya di jebak sama cowok dan--lo harus nyerahin semua yang lo punya, termasuk--tubuh cantik lo itu."

"Selamat liat wajah asli gue, Kath Madaharsa Harvey."

_________________________

"Ni-ki mana, sih? Dia udah ngunci pintu ruang musik belum? Dia kan tadi yang ngikutin Jemian?" Herzy berdecak kala Herga belum juga menyusul ke tempat mereka, tak jauh dari ruang musik.

Ning ning tampak berpikir, "Tapi kalau yang lain nanya kita tau darimana gimana? Kan ruang musik kedap suara."

Jay merangkul bahu gadis tersebut, "Bilang aja kita udah liat Jemian terus merhatiin Kath, jadi kita curiga dan ngikutin dia."

Ricky melirik jam di pergelangan tangan kirinya, "Kapan kita masuk ke ruang musik?"

"Bentar lagi, biarin Jemian sadar dulu kalau dia udah salah, dan dia harus pergi dari Harvey."

"Tapi gimana kalau Kath kenapa kenapa? Gimana kalau misalnya Jemian mukul dia?" Yeji bertanya khawatir.

"Gak bakal, lagian Jemian pasti sadar diri buat gak nyari masalah sama keturunan Harvey lainnya," jawab Herzy yakin.

Menit demi menit berlalu, semua yang ada disana hanya diam dengan raut bosan, menunggu waktu yang tepat untuk masuk.

"Ni-ki mana, sih?!" Ricky mulai merasa ada yang tak beres, ia melirik Herzy dengan pandangan bingung.

THE HEIRSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang