20

37 1 0
                                        

Winter dan Hyun sedang menikmati pizza dan ayam yang ada dihadapan mereka. Sesekali terdengar tawa kecil dari keduanya saat muncul adegan lucu dari televisi.

Winter terlihat sangat fokus pada televisi sedangan Hyun mulai mengalihkan perhatiannya pada Winter. Terlihat senyum tipis di bibirnya saat dilihatnya Winter tertawa kembali.

"Apakah perasaanmu sudah lebih baik?" tanya Hyun membuka suara.

"Iya?" tanya Winter sedikit bingung.

"Bukankah perasaanmu kurang baik karena tidak diizinkan pulang oleh manajer mu?"

"Oh itu... kalau itu aku sudah merasa baikan saat senior menunjukkan halaman belakang senior tadi." Hyun mengangguk.

"Tapi sepertinya saat kau masuk kedalam tadi, kau terlihat masih dalam suasana hati yang kurang baik." kata Hyun masih kebingungan.

"Itu karena senior mempermainkan ku." Kata Winter dalam hati.

"Tidak mungkin aku berkata seperti ini kan?" kata Winter kembali di dalam hatinya.

"Itu... karena cuacanya cukup dingin." Kata Winter dengan senyum canggungnya, Hyun mengangguk mengerti.

"Cuaca akhir-akhir ini memang cukup dingin." Kata Hyun.

"Jika kau ada rencana ingin berpergian keluar, jangan lupa untuk menggunakan pakaian yang hangat." Kata Hyun lagi.

Memang perkataan yang diucapkan oleh Hyun adalah perkataan yang biasa, tapi siapa yang sangka kalau Winter berpikir ada maksud lain dari perkataan itu, mungkin seperti, perhatian?

"Senior." Kata Winter serius.

"Apa?" kata Hyun lalu memakan ayam goreng.

"Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan." Hyun mengangguk menyetujui agar Winter boleh bertanya.

"... apakah menurut senior, hubungan antara senior dan junior itu bisa dikatakan benar jika masih ada larangan berpacaran pada kontrak?" kata Winter.

Hyun menghentikan kegiatan makannya lalu membenarkan posisinya menghadap Winter. Winter merasa cukup canggung akibat tindakan yang diberikan oleh seniornya itu.

"Aku tidak tahu pendapat orang lain, tapi menurutku pertanyaan itu bisa bernilai benar dan juga bernilai salah."

"Maksudnya?"

"Aku tidak yakin dengan yang lain, tapi jika aku berada di posisi itu, mungkin aku akan menganggapnya benar."

"Kenapa?"

"Apa salahnya? Asalkan keduanya saling menyukai, itu bukan masalah." Kata Hyun enteng.

"Tapi tetap saja bukankah itu menyalahi aturan?"

"Salah, tapi... jangan pedulikan orang lain, karena perasaan itu hanya ada diantara dua orang itu saja." kata Hyun, Winter mengangguk.

"Tapi jangan jadikan perkataanku ini sebagai bahan referensi. Karena ini hanya pendapatku saja, bisa saja orang lain memberikan pendapat yang berbeda." Kata Hyun lagi, Winter mengangguk pelan.

"Tapi kenapa bertanya? Apakah kau menyukai salah satu senior?"

"Oh? I-itu..." kata Winter gelagapan.

"Kenapa? Aku bisa mengerti, begitu banyak orang di sekitarmu, jadi tidak mungkin jika tidak ada orang yang kau sukai." Kata Hyun.

"Memang benar kalau selama ini tidak ada yang kusukai, tapi mungkin saja itu tidak berlaku lagi sekarang." Kata Winter di dalam hatinya.

"Kau menyukai seorang senior?" tanya Hyun lagi.

The Safe TimeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang