Sudah sejak satu jam yang lalu Winter sudah terbangun dari tidurnya, akan tetapi dia belum juga beranjak dari tempat tidurnya. Sejak tadi dia hanya berbaring sambil menatap langit-langit kamarnya. Entah apa yang dipikirkannya sehingga membuatnya bisa bertahan selama itu dengan posisi yang sama.
Suara dering ponsel berhasil mengalihkan perhatiannya. Dia mengambil ponsel dari atas nakas lalu menerima panggilan itu. Dia menekan tombol speaker lalu meletakkan ponselnya di posisi 30 cm dari kepalanya.
"Halo." Kata Winter menjawab panggilan itu.
"Iya, kau sudah bangun?" balas si penelepon.
"Tentu saja, karena itu aku bisa menerima telpon dari kakak." Kata Winter sambil melihat ponselnya yang tertulis nama Jina di layar ponsel itu.
"Bagaimana dengan latihanmu beberapa hari ini? Apakah berjalan lancar?" tanya Jina ingin mengetahui perkembangan Winter, karena selama 3 hari terakhir ini Jina berada di Jepang untuk mengurus keperluan Winter untuk konser.
Saat Jina bertukar tugas dengan Kang Soo untuk mengambil pakaian Winter di toko, ternyata terdapat beberapa kesalahan dengan pakaian itu. Setelah di tindak lanjuti, mereka akhirnya memutuskan untuk mengganti pakaiannya menjadi model lain, hal itu membuat semua kebutuhan Winter harus diganti supaya sesuai.
Karena itu selama tiga hari terakhir ini Winter selalu diantar oleh Kang Soo ke agensi, karena memang hanya itu saja jadwal yang dimiliki Winter di akhir tahun ini. Dia juga merasa perlu untuk memaksimalkan persiapannya untuk konser nanti, baik untuk penampilan solo maupun kolaborasi dengan yang lain.
"Aku rasa sudah lebih baik daripada sebelumnya." Kata Winter.
"Syukurlah, untuk penampilan kolaborasinya juga sudah aman?"
"Iya, setidaknya aku sudah bisa berputar dengan baik juga."
"Baiklah, kau sudah bekerja keras. Satu hari ini gunakan untuk beristirahat dengan baik." Kata Jina mengingatkan kalau satu hari ini adalah waktu istirahat bagi Winter sebelum melakukan kesibukannya di keesokan hari, karena besok adalah hari konser mereka.
"Iya, aku akan beristirahat dengan baik." Kata Winter karena setuju dengan saran itu.
"Baiklah, tapi teringatnya apa Kang Soo sudah mengantar makananmu?"
"Sepertinya sudah." Kata Winter setelah beberapa saat berpikir.
"Sepertinya?"
"Iya, saat aku sedang rebahan 30 menit yang lalu aku mendengar seseorang masuk ke dalam rumah, lalu beberapa saat kemudian dia keluar lagi." Kata Winter mengingat kejadian 3o menit yang lalu.
"Kau yakin itu Kang Soo? Bukan orang lain, seperti sasaeng misalnya?" tanya Jina khawatir.
"Jika dia sasaeng, bukankah dia akan menemuiku? Tapi dia pergi begitu saja dengan tenang. Dia pasti Kang Soo oppa." Kata Winter mengutarakan isi pikiran logisnya.
"Baiklah, kalau begitu. Selamat menikmati waktu istirahatmu, jangan makan terlalu banyak. Aku akan sampai nanti malam di Korea."
"Iya. Tapi kak, aku mau makan takoyaki dari toko yang biasa kita datangi di Jepang."
"Baiklah, nanti akan aku bawakan dari sini."
"Iya, terimakasih kak." Kata Winter tersenyum.
"Iya, aku tutup telponnya."
"Iya, dah." Kata Winter membalas Jina.
Jika mematikan telpon.
Winter segera bangun dari rebahannya lalu melihat ke arah pintu kamarnya. Dia teringat akan perkataan Jina tentang kepastian kedatangan Kang Soo untuk membawa makanan ke tempat tinggalnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Safe Time
Fiksi Penggemar📌 Follow Dulu Sebelum Baca 😊 Menjadi terbaik dalam bidang pekerjaanku adalah hal yang terhebat, tapi menjadi terbaik baginya adalah hal yang luar biasa. Karena itu aku memerlukan waktu yang bisa membuat perjalanan hidup terkesan menyenangkan serta...
