Rain masuk ke dalam kamar mandi dengan terburu-buru. Tindakannya membuat suara derap langkahnya terdengar sangat jelas.
"Rain, itu kau?" kata Jiho yang berada di dalam kamar mandi.
"Iya, ini tissue nya." Kata Rain.
"Kenapa lama sekali? Perasaanku tidak enak sejak tadi." kata Jiho membuat Rain hanya bisa terdiam dan segera memberikan tissue dari cela bawah toilet.
Tak berapa lama kemudian Jiho pun keluar dari bilik kamar mandi.
"Kenapa kau lama sekali kembali, bokongku hampir kering." Kata Jiho sambil tertawa kecil.
Jiho berjalan ke westafel lalu mencuci tangannya kemudian dia melihat Rain karena tidak memberikan respon apapun padanya, bahkan untuk candaannya.
"Ada apa?" tanya Jiho bingung sambil berdiri menghadap Rain.
"... dia menunggu di parkiran." Kata Rain dengan ekspresi sendu.
"Siapa?" tanya Jiho.
"Soobin." Kata Rain membuat Jiho terdiam karena bingung dengan kedatangan sepupunya yang sangat tidak terduga.
-----
Winter membaringkan tubuhnya di sofa di ruang tamu rumahnya lalu membuang nafasnya kasar. Winter melirik kearah pintu rumah ketika di dengar pintu rumahnya dibuka dari luar.
"Kak Jina, itu kau?" kata Winter karena pandangannya dihalagi sandaran sofa.
"Tidak, ini aku." kata orang yang masuk itu.
"Oh Kang Soo oppa ternyata." Kata Winter mengenali suaranya.
"Aku membawa makan malammu." Kata Kang Soo.
"Iya, tapi Kak Jina dimana? Tadi katanya kak Jina yang akan mengantarkan." Kata Winter sambil bangun dari baringannya.
"Jina mengambil pakaian mu ke toko." Kata Kang Soo lalu ikut duduk.
"Bukankah sebelumnya oppa yang akan mengambilnya, kenapa kalian bertukar pekerjaan?" tanya Winter penasaran.
"Aku tidak mau kesana." Kata Kang Soo.
"Apa?" kata Winter cukup terkejut dengan penolakan Kang Soo.
Menurut Winter, Kang Soo adalah simbol ketaatan. Selama menjadi pengawal pribadinya Kang Soo tidak pernah menolak pekerjaan apapun. Dia selalu siap sedia dimana dan kapan pun, tidak ada kata 'tidak' di kamusnya. Tapi baru kali ini dia mendengar kata itu keluar dari mulut Kang Soo.
"Aku tidak suka. Tapi kenapa kau terlihat terkejut?" Kata Kang Soo lagi, membuat Winter segera menormalkan wajahnya.
"Iya, aku terkejut. Oppa tidak pernah mengatakan kata itu. Kemana Kang Soo yang selalu taat itu?" kata Winter, Kang Soo pun terkekeh pelan.
"Kenapa tertawa?" kata Winter tidak terima dengan respon Kang Soo.
"Hanya ingin saja." Kata Kang Soo.
"Hanya saja?!" kata Winter semakin terkejut.
"Akhir-akhir ini entah kenapa aku merasa terlalu lelah dengan pekerjaanku." Kata Kang Soo.
Mendengar perkataan itu membuat Winter tersenyum tipis. Akhirnya, pikirnya.
"Akhirnya! Aku pernah berpikir apakah laki-laki memang memiliki stamina sekuat itu? Sejak awal oppa menjadi pengawalku sampai hari ini, oppa tidak pernah mengambil cuti. Aku sampai berpikir kapan oppa akan merasa lelah dengan pekerjaannya? Akhirnya hari itu datang juga." Kata Winter lalu tertawa kecil.
"Sebenarnya, aku sudah berencana untuk mengambil cuti sejak awal tahun ini. Aku berpikir kapan aku bisa mengatakannya, tapi aku selalu merasa kalau aku masih bisa melakukannya besok. Tapi pada akhirnya aku jadi tidak mengatakannya sampai hari ini." kata Kang Soo.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Safe Time
Fiksi Penggemar📌 Follow Dulu Sebelum Baca 😊 Menjadi terbaik dalam bidang pekerjaanku adalah hal yang terhebat, tapi menjadi terbaik baginya adalah hal yang luar biasa. Karena itu aku memerlukan waktu yang bisa membuat perjalanan hidup terkesan menyenangkan serta...
