26

56 1 0
                                        

Rain tersenyum puas melihat laptop yang ada di depannya. Pagi ini Jiho memberikan laporan tentang kondisi perusahaan mereka semalam, itu dikarenakan semalam dia berperan sebagai penanggung jawab perusahaan selama seharian penuh karena Rain yang harus cuti tiba-tiba.

Tidak terduga, ternyata kunjungan dari para reporter semalam ternyata tidak sia-sia. Walaupun mereka tidak berhasil mendapatkan wawancara dengan Rain, tapi mereka berhasil meliput perusahaan Rain.

Hal itu membuat penjualan mereka meningkat, bahkan di pagi ini sudah banyak para pembeli yang melakukan pesanan yang membuat barang mereka hampir habis stok.

"Aku kira semalam aku telah membuang-buang waktu karena hanya bermalasan saja sepanjang hari. Ternyata kerja keras kita sangat terbayarkan pada hari ini." kata Rain tersenyum pada Jiho.

"Benar, setelah meliput perusahaan kita mereka juga membeli beberapa pakaian kita untuk mereka." kata Jiho lalu terkekeh kecil.

"Jika mereka datang lagi, tidak apa jika sekali-kali memberi mereka diskon." Kata Rain.

"Sangat murah hati." Kata Jiho, Rain tersenyum.

"Baiklah, melihat ini membuatku semakin semangat untuk bekerja." Kata Rain.

"Iya, lagi pula sebentar lagi jam rapat akan tiba." Kata Jiho, Rain mengangguk.

"Kalau begitu kita pergi saja?" kata Rain.

"Iya." Kata Jiho.

Mereka pun segera pergi ke ruang rapat. Ternyata di dalam sana para karyawan yang akan mengikuti rapat sudah hadir semua.

Rain bisa melihat kalau senyum yang ada di wajahnya tadi juga ada pada setiap karyawan di ruangan itu. Tanpa bertanya pun dia tahu alasan senyuman itu ada.

"Terimakasih untuk kerja keras kalian." Kata Rain membuka suara, seluruh karyawan di ruang itu pun bersorak bahagia sambil bertepuk tangan.

"Untuk ke depannya mari kita tetap berusaha dengan keras untuk menunjukkan kemampuan yang kita miliki untuk membawa banyak orang tertarik pada fashion pakaian." Kata Rain, para karyawan pun kembali bertepuk tangan.

"Lalu, sudah hampir sebulan setelah kita merilis pakaian terbaru kita dan kita sangat beruntung karena telah mendapatkan keuntungan yang besar, karena itu aku sangat berterima kasih kepada kalian. Karena jika bukan karena kerja keras kalian kita tidak akan mendapatkan hasil yang besar seperti ini." Kata Rain dengan senyum di bibirnya.

"Karena itu untuk merayakannya, maka kita akan mengadakan makan malam bersama di restoran yang biasa kita kunjungi malam ini, bantu aku untuk mengingatkan karyawan yang tidak ikut di dalam rapat ini. Kita akan mulai pukul 7 malam." Kata Rain lalu karyawan bersorak gembira.

"Karena keuntungannya banyak, maka kita tidak boleh menahan diri." Kata Jiho membuat para karyawan di ruangan itu tertawa.

"Iya, makan saja sepuasnya! Tidak perlu menahan diri." Kata Rain membuat karyawan semakin bersorak.

Rain tersenyum senang melihat kesolidan para karyawannya. Rain kagum dengan mereka, bahkan kerahasiaan tentang penampilan Rain juga dijaga baik-baik oleh mereka sehingga tidak pernah bocor keluar.

Hanya para karyawan yang berada di ruangan ini saja yang tahu bagaimana rupa Rain selama ini, setidaknya sampai semalam sebelum berita tentangnya dan keluarganya di publish.

Karyawan biasa juga tidak mengetahui rupanya, itu karena biasanya Rain akan selalu datang lebih awal dan pulang paling akhir sehingga tidak ada satu karyawan yang dapat melihatnya. Kalau pun Rain datang lebih lama dia akan selalu memakai masker dan syal untuk menutupi wajahnya.

The Safe TimeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang