Hyun dan anggota grup nya sudah berlatih sejak dua jam yang lalu. Walaupun tidak ada yang mengawasi mereka baik manager maupun staf lain mereka tetap disiplin untuk latihan. Saat ini mereka sedang beristirahat sebelum melanjutkan latihan mereka kembali.
Hyun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan memilih untuk beristirahat daripada mengikuti anggota grupnya yang sedang bercanda bersama. Hyun pun mengistirahatkan tubuhnya dengan bersandar pada dinding di ruang latihan tari.
Suara teriakan Haechan anggota segrupnya membuat Hyun terusik.
"Hebat! Kalian sudah melihat berita?!" kata Haechan heboh.
"Berita apa?" tanya Taeyeong, pemimpin grup mereka.
"Arin dan Soobin terkena skandal berpacaran!" kata Haechan.
Mendengar berita itu semua orang yang ada di ruangan itu melihat ke arah Haechan dengan tatapan terkejut, tak terkecuali Hyun.
"Kau yakin?" tanya Taeyeong.
"Iya, sudah banyak sumber berita yang keluar! Bahkan berita ini menjadi pencarian teratas!" kata Haechan sambil menunjukkan layar ponselnya kepada mereka.
"Dan yang paling mengejutkannya, salah satu staf Arin yang merupakan fans dari Soobin melakukan kekerasan pada Arin dan saat ini Arin sudah dilarikan ke rumah sakit." Kata Haechan lagi membuat mereka lagi-lagi terkejut.
Mendengar hal itu seluruh member segera melihat ke arah Mark. Sepengetahuan mereka Mark sedang dekat dengan Arin, sehingga dengan keluarnya berita itu membuat mereka khawatir dengan Mark.
Terlihat Mark hanya merenung sejenak lalu segera mengambil ponselnya yang berada di dalam tasnya di sudut ruangan. Mark pun segera berjalan dengan cepat meninggalkan ruangan.
Para member ingin mengejar Mark sampai Taeyeong menghentikan mereka.
"Biar aku saja yang mengejarnya, kalian fokus pada latihan saja." Kata Taeyeong lalu segera pergi untuk menyusul Mark.
"Mark pasti sangat terkejut dan khawatir." Kata Haechan dengan wajah murungnya.
"Sebenarnya apa yang dilakukan staf yang lain sampai Arin bisa dilukai oleh stafnya sendiri? Aku tidak habis pikir, lebih baik mereka dipecat saja!" kata Johnny kesal.
"Tapi apakah berita itu memang benar?" tanya Hyun akhirnya ikut dalam pembicaraan setelah dia sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Entahlah, belum ada konfirmasi dari kedua agensi." Kata Haechan.
"Semoga beritanya tidak benar." Kata Jungwoo, member lain pun mengangguk setuju.
Memang bukan Hyun yang mengalaminya, tapi entah kenapa berita itu cukup mengusiknya.
"Berapa lama lagi waktu istirahat kita?" tanya Hyun.
"Mungkin sekitar 10 menit lagi." Kata Dooyoung.
"Kalau begitu aku akan pergi ke kantin dulu, membeli permen." Kata Hyun.
"Aku juga mau." Kata Yuta.
Hyun menganggukkan kepalanya lalu segera pergi meninggalkan ruangan itu.
Hyun berdiri di depan lift yang tampak baru saja naik dari lantai 1. Sembari menunggu kedatangan lift entah kenapa pikiran dan hatinya sangat tidak tenang. Hyun mengacak rambutnya asal.
Entah apa yang menganggu pikirannya, dia tidak paham. Tapi satu hal yang terlintas jelas dipikirannya saat ini adalah seseorang yang memintanya supaya menjauhi dan jangan berhubungan dengannya lagi, Winter.
Ting! Pintu lift terbuka.
Hyun terdiam menyadari kalau sepertinya takdir mendengar dan menjawab ketidaktenangan pikiran dan hatinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Safe Time
Fiksi Penggemar📌 Follow Dulu Sebelum Baca 😊 Menjadi terbaik dalam bidang pekerjaanku adalah hal yang terhebat, tapi menjadi terbaik baginya adalah hal yang luar biasa. Karena itu aku memerlukan waktu yang bisa membuat perjalanan hidup terkesan menyenangkan serta...
