Rain memakan buah apel yang ada di atas meja sambil menonton sebuah drama di televisi. Bunyi klakson mobil membuat Rain melihat ke arah luar walaupun dia tidak tahu siapa yang datang.
"Siapa yang datang berkunjung di sore hari ini?" kata Rain dengan tetap melihat kearah pintu utama.
"I'm home!" teriak Mina dengan bahagianya ketika sudah memasuki rumah.
"Oh! Tumben sekali kakak pulang lebih awal." Kata Rain dari ruang tamu.
"Iya, aku juga tidak percaya." Kata Mina sambil berajalan menuju ruang tamu dan setibanya di sana dia duduk di samping Rain.
"Ada apel!" kata Mina lalu memakan apel itu.
"Ada apa?" tanya Rain.
"Apanya yang ada apa? Aku sudah pulang kerja." Kata Mina.
"Iya benar, kenapa kakak pulang lebih awal?" tanya Rain.
"Dengan alasan yang sama denganmu." Kata Mina dan kembali memakan apel.
"Memangnya kakak tahu alasan kenapa aku pulang lebih awal?" tanya Rain.
"Karena reporter kan? Aku juga begitu." Kata Mina, Rain menutup mulutnya karena tak menduga hal itu.
"Sejak kapan salon kakak penuh dengan reporter?" tanya Rain.
"Sejak pagi." Kata Mina.
"Aku juga. Aku bahkan tidak sempat masuk ke dalam toko dan langsung pulang ke rumah tadi pagi." Kata Rain.
"Kau pasti tidak nyaman dengan kehadiran mereka." kata Mina, Rain mengangguk setuju.
"Tapi jika reporter sudah ada sejak pagi, kenapa kakak baru saja pulang?" tanya Rain.
"Itu karena hari ini teman sekolah kakak menikah dan kami disewa untuk tata riasnya. Lalu sekalian saja aku datang ke pernikahannya makanya aku baru pulang sekarang." Kata Mina.
"Pernikahan?" tanya Rain memastikan.
"Iya pernikahan. Kenapa?" tanya Mina.
"Tidak. Hanya saja tiba-tiba aku berpikir kalau kakak dan juga Yoohan oppa sudah memasuki usia yang sudah matang untuk menikah. Tiba-tiba aku merasa sedih memikirkan hari itu akan tiba." Kata Rain.
Mina tersenyum tipis lalu mengelus kepala Rain pelan.
"Kenapa kau harus bersedih? Jangan khawatir, aku tidak akan menikah dalam waktu dekat ini, aku masih menyukai kesendirianku karena masih banyak hal yang mau aku capai. Lalu aku yakin Yoohan oppa juga belum kepikiran untuk itu." kata Mina.
"Tapi walaupun begitu suatu hari nanti kalian akan menikah juga kan?" kata Rain tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.
Mina tampak berpikir sejenak lalu melihat Rain dengan lekat. Dia bisa melihat kekhawatiran di wajah Rain. Dia tahu kalau Rain belum bisa menemukan tempat persinggahannya kecuali keluarganya.
"Apakah sebaiknya kakak tidak usah menikah saja? Hidup berdua denganmu saja kakak sudah bahagia." Kata Mina lalu tersenyum di akhir kalimatnya.
Sesaat Rain merasa bahagia membayangkan hari-harinya bersama orang yang di sayanginya selamanya, tapi dia juga akhirnnya sadar kalau kakaknya juga berhak mendapatkan kebahagiaan lain diluar dari keluarga mereka.
Rain menggelengkan kepalanya pelan.
"Kenapa?" tanya Mina.
"Tidak bisa kupungkiri kalau akan sangat menyenangkan bila aku hidup bersama kakak selamanya. Tapi kakak juga harus menemukan kebahagiaan lain." Kata Rain.
"Kebahagiaan kakak sekarang sudah cukup. Melihatmu bahagia saja kakak sudah bahagia." Kata Mina serius.
"Iya, aku juga begitu. Tapi jika kakak menemukan kebahagiaan yang lain selain aku, itu juga adalah kebahagiaan bagiku." Kata Rain tersenyum manis.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Safe Time
Fiksi Penggemar📌 Follow Dulu Sebelum Baca 😊 Menjadi terbaik dalam bidang pekerjaanku adalah hal yang terhebat, tapi menjadi terbaik baginya adalah hal yang luar biasa. Karena itu aku memerlukan waktu yang bisa membuat perjalanan hidup terkesan menyenangkan serta...
