Ali termenung menyaksikan kepergian dua rekan wanitanya, sebenarnya ia tidak bermaksud membuat Mika kesakitan, Ali hanya ingin gadis kuat itu membantunya menarik Satria secara bersamaan.
"Kan aku belum siap bantu. Haih, tunggu habis Arena je lah." pasrah Ali.
"Cih, lemah betul lah kau ni." hardik Jacob sambil menabrak bahu Ali.
"Oy!" Ali hampir jatuh karenanya.
Jacob tak peduli, ia diam sebentar memandangi Satria sebelum akhirnya mengarahkan jam tangannya. Ia menembak Satria yang seketika di selimuti cahaya putih, Raider berdiri di dekat bagian atas tubuh Satria dan menjatuhkan granat ke tanah yang seketika meledak membuat Ali panik.
"Satria!? Weh, apa ni!?" Ali mendorong kasar bahu Raider.
"Tengok tu!" Raider menunjuk menggunakan ujung dagunya.
Ali menoleh kebingungan saat mendapati Satria berdiri di belakangnya tanpa lecet sedikitpun.
"Macam mana kau..."
"Tembakan ku barusan telah membuat tubuhnya ringan dan Raider memberikan dorongan dengan meledakkan tanah yang berjarak dari tubuhnya yang terpendam untuk menghindari dampak ledakan. Paham sekarang." Jacob menjentikkan jari tepat didepan wajah Ali agar bocah itu berhenti meracau tak jelas.
Tentu Ali semakin kebingungan mendengar penjelas panjang tersebut.
"Tak sangka kau sehebat ini." komentar Ali kemudian.
Jacob tidak membalas, ia hanya mengedikkan bahu sebelum akhirnya menyusul Raider. Ali mengubah Satria menjadi mode INVISO sambil berjalan mengekor dibelakang. Belum jauh mereka melangkah terdengar suara dentuman dari arah belakang.
"Apa tu?" Ali memfokuskan matanya pada gumpalan debu yang semakin mendekati tempat mereka berdiri.
Satria berusaha menahan serangan yang datang tapi sekarang dia bukan dalam mode KOMBAT itu membuat Satria sulit bertahan, Ali segera mengaktifkan pelindung tapi masih bisa ditembus dengan mudah.
"Saya terburu-buru sampai tak sadar menghantam robot ni. Korang tak nak bantu keh?" kalimat akhir ditujukan pada Jacob dan Raider.
Granat di lemparkan, Raider berusaha menjaga jarak dan Jacob ikut berlari kearah yang berlawanan.
"Seberapa kuat sebetulnya ketua Teras ni!? Kenapa tak tumbang juga!" heboh Jacob karena terlalu panik ia menembak asal-asalan.
"Cih." Raider mati kutu saat sadar Ejen Ganz sudah berada di depannya.
Kerah baju dipegang kuat, tubuh Raider di angkat lalu di lemparkan ke arah Jacob yang berlari tanpa memperdulikan rekan yang masih tertinggal dibelakang. Berujung keduanya tumbang menyusul Ali dan menyisakan Satria yang sekali lagi di buat tak bergerak oleh Ejen Ganz.
Tidak ada yang sadar dengan menghilangnya mereka bertiga karena semua Ejen muda masih sibuk bertarung dengan robot Teras untuk mengamankan capture point.
"Tunduk!" teriak Sela.
Rudy berusaha fokus menyerang robot Teras KOMBAT membuatnya tidak memperhatikan sekitar, beruntung Bulat di dekatnya.
"Huft, selamat. Kau! Perhatikan sebelum memanah, kawanpun nak tembak juga!" omel Bulat, emosinya memuncak karena ini sudah ke lima kalinya ia menegur dengan alasan yang sama pada orang berbeda.
"Maaf!" balas Sela tanpa rasa bersalah dan lanjut memanah robot Teras lain.
Ingin rasanya Bulat melemparkan rubik ke kepala gadis itu tapi ia tahan saat melihat kedatangan Alicia dan Mika yang terlihat meringis menahan sakit, bahkan Mika tidak dalam mode kaki robotnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
REUNI (Enam)
Fanfiction~ini lanjutan cerita ~Black Code ~ Apa nak kita buat hari ni?" tanya Ali antusias karena sudah lama mereka di liburkan dari misi. "Aku tak tau," jawab Alicia. "Kau dah sehat betul-betul ke ni?" Ali memandang khawatir Alicia. "Mestilah, lama masa raw...
