Selama Alicia dan Jannah membuat Ejen Ganz sibuk, Bianca mengajak Mika dan Vino untuk menyelinap dari titik buta ketua Teras mencoba melakukan serangan dadakan. Ali, Chris dan Hendra tidak menyadari kehadiran mereka dan tetap fokus menyerang Ejen Ganz, sampai tiba-tiba terdengar dentuman.
"Vino!?" panik Hendra.
Dengan kekuatan penuh, Vino menghantam tubuh besar Ejen Ganz menggunakan perisai seperti yang dia lakukan untuk menyelamatkan Hendra, tapi kali ini lebih bertenaga.
"Mika, kesempatan!" teriak Vino. Kedua tangannya nampak bergetar menahan serangan balik Ejen Ganz.
"Percuma!" Ejen Ganz memperkuat tinjunya, berusaha mendorong Vino.
Mika menghantam tubuh bagian kiri Ejen Ganz yang terbuka, berkali-kali seolah disengaja membuat Ejen Ganz ragu untuk menyerang atau bertahan. Selama Mika menghajarnya Ejen Ganz tidak merasa terancam, karena yang dia waspadai adalah Bianca.
"Giliran aku!" seru Bianca, tepat diwaktu Ejen Ganz kembali mengayunkan tinjuan.
Serangan yang ditujukan pada Mika berhasil di hadang Bianca, walaupun begitu perisainya tetap hancur dan Ejen Ganz memanfaatkan celah itu.
Ejen Ganz merasa tinjunya berhasil mengenai target, tapi anehnya Bianca dan Mika masih berdiri dengan tegak. Tak jauh di belakang mereka, tubuh Vino bersandar pada pohon dengan setengah kesadaran yang berusaha ia pertahankan agar tidak pingsan.
"Hebat, masih bertahan setelah hantaman kuat." puji Ejen Ganz.
Mengabaikan Vino, Ejen Ganz heran melihat Mika dan juga Bianca yang masih diam di tempat tidak juga kabur menjauh darinya. Anehnya, Ejen Ganz merasakan bahaya yang membuatnya melangkah mundur.
"Jangan harap!" Mika berlari dan menangkap tinju Ejen Ganz.
Sebelum Ejen Ganz menguatkan tinjunya, Mika menarik kuat hingga jatuh terbaring membuat tubuh Ejen Ganz berguling bersamanya tak jauh dari tempat awal beliau berdiri. Mika lalu memeluk tubuh besar Ejen Ganz tepat setelah keduanya kembali bangkit hingga tidak bisa bergerak.
Sebenarnya, mudah bagi Ejen Ganz untuk melepaskan diri, hanya saja tembakan energi itu secepat kilat menghantam tubuhnya, dorongan kuat tersebut juga berefek pada Mika yang perlahan ikut terseret bersama Ejen Ganz hingga terhenti saat tubuh Mika bertabrakan dengan pohon.
"Mika!?" Chris berlari untuk segera membantu teman dekatnya.
Hingga secara tak terduga sebuah ball drone menembaki mereka, Mika yang masih sadar lekas menjauh dari Ejen Ganz, berniat bergabung dengan Chris tapi terhenti karena beberapa ball drone mengelilingi dirinya.
"Ugh, boleh juga serangan kamu, Bianca. Ada lagi?" tantang Ejen Ganz.
Tidak ada sahutan, Bianca sibuk menghindari ball drone. Ejen Ganz hanya tersenyum simpul melihat gejet Ejen Dayang membantunya. Merasa telah merepotkan rekan setimnya, Ejen Ganz secara mengejutkan melompat ke udara dan melesatkan tinjuan energi ke atas tanah.
Kabut debu kembali menyelimuti yang membuat Ejen muda siaga, dengan serempak mereka menjaga jarak dengan Ejen Ganz sehingga terhindar dari serangan dadakan.
"Kalau sudah seperti ini. Aku harus lebih serius agar Dayang tenang." monolog Ejen Ganz.
Pergerakan Ejen Ganz semakin berbahaya, Bianca dan Mika yang berada berdekatan menjadi target serangannya, beruntung Vino bertindak cepat dengan melindungi kedua gadis itu.
"Bianca, lakukan lagi!" titah Vino, yang ia maksud adalah kemampuan perisai Bianca.
"Ugh.. tak boleh. Harus tunggu tiga minute untuk gunakan kemampuan yang sama." sahut Bianca, nampak sedang menahan sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
REUNI (Enam)
Fanfic~ini lanjutan cerita ~Black Code ~ Apa nak kita buat hari ni?" tanya Ali antusias karena sudah lama mereka di liburkan dari misi. "Aku tak tau," jawab Alicia. "Kau dah sehat betul-betul ke ni?" Ali memandang khawatir Alicia. "Mestilah, lama masa raw...
