Haloowww, bagaimana hari kalian? Ayo kita membaca lanjutan cerita ini dulu wkwk.
.
.
.
SMAK Nusa Bangsa kini ramai sekali akan siswa-siswi bahkan beberapa diantaranya bukan bagian dari sekolah ini. Ya itu karena tepat hari ini diadakan event seni nasional yang di gelar tiap tahun. Acara inilah yang dipersiapkan dengan matang oleh siswa siswinya.
Pagi ini di dalam aula besar, sang kepala sekolah menyampaikan sambutan meriah dan mengucapkan terima kasih atas acara yang sukses di gelar.
Salah satunya berterima kasih kepada Arsen Janurta karena perusahaannya yang menjadi sponsor utama acara ini.
Dan ya, Arsen tidak datang sendirian. Ia datang bersama Githa sang istri juga Evan. Shaka? Karena Shaka murid disini sekaligus memantau panitia, ia memilih menyibukkan diri di luar aula. Tak memedulikan acara yang sedang berlangsung di dalam sana.
Dalam banyaknya lautan manusia, Shaka berjalan dalam diamnya mencari seseorang. Ia ingin menemui Agas. Sebab Shaka menyuruhnya adiknya datang meski ia tahu sang mama ada disini. Keinginan Shaka agar sang adik bisa melihat mamanya meski tidak berbicara.
Langkah Shaka terhenti saat melihat temannya yaitu Satria sedang memainkan ponselnya.
"Oy Satria, ngapain disini?" Sapa Shaka.
Satria menoleh, "oh Shaka, gue lagi nunggu Bintara, mau dokumentasi nanti pas udah pameran seni nya, lo ngapain?"
"Mau cari angin aja, rame banget tuh di aula"
"Eh Sha, gue liat bokap lo tadi parkir mobil samping mobil gue. Kayaknya ada Agas juga deh" ucap Satria.
Shaka cukup terkejut, Agas tidak pernah bilang jika ia akan kesini bersama sang papa.
"Makasih infonya Sat, gue cari Agas dulu"
Satria mengangguk dan Shaka berlalu begitu saja. Tujuan Shaka kali ini adalah ruang kelas adiknya, berharap jika Agas tak mau mengikuti acara, adiknya akan berdiam diri di kelas. Seharusnya Shaka memberitahu sang adik di awal.
Koridor kelas 10 sangat sepi, bahkan ruang kelas tertutup dan tidak ada satupun siswa. Shaka bingung kemana lagi mencari Agas. Panggilan teleponnya juga tidak dijawab.
Merasa frustasi, Shaka memutuskan kembali ke aula, siapa tahu mereka ada disana.
🔸️🔸️🔸️
Githa tersenyum saat melihat suaminya memberikan kata sambutan. Terlihat tampan dan berwibawa. Rasanya masih seperti mimpi melihat Arsen kini benar-benar menjadi suaminya, setelah banyak drama kehidupan yang ia jalani. Githa akan yakin pilihannya tidak akan pernah salah.
"Ma Git, bang Shaka kok gak keliatan?" Tanya Evan.
"Palingan di luar, kan abang mu juga panitia acara ini."
Beberapa menit kemudian, Arsen menyelesaikan kata sambutannya, ia turun dari panggung dan menghampiri meja bundar, Githa dan Evan tersenyum ke arahnya.
"Ayah hebat" Bisik Evan. Arsen pun mengusak pelan rambut anaknya.
"Git, kita pulang siang aja. Aku mau lanjut meeting"
"Oke sayang. Aku keluar bentar, mau ke toilet. Sekalian cari Shaka ya"
Arsen mengangguk.
Githa berlalu begitu saja keluar aula yang cukup ramai, sedikit menjauh karena tujuannya adalah toilet.
Selesai dengan toilet, Githa hendak kembali ke aula, namun sepertinya ia kesulitan masuk, hingga ada yang menegurnya,
"tante Githa ya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Brother & Broken
Fiksi PenggemarRusak? Apa itu kata yang mewakili kehidupan kita? Permasalahan orang tua, teman, dan orang lain. Haruskah kita peduli? Aku ingin tetap membuat hubungan persaudaraan kita baik meski masalah akan terus datang tanpa henti. Dan disaat itu semua telah us...
