Ayo lanjutkan membaca cerita ini~~
.
.
.
Githa marah pada Shaka karena tidak memedulikan Evan. Bagaimana tidak, ia mendapati anak tirinya itu pulang dengan luka di tangan dan kaki, katanya kecelakaan kecil karena pulang menggunakan ojek online, jalanan padat membuat banyak kendaraan tidak sabaran dan menyebabkan Evan terjatuh dari motor.
"Mana abang mu? Kalian kan bisa pulang bareng"
Evan melihat mata Githa yang memancarkan amarah.
"Ma, Evan baik-baik aja kok"
"Mau kamu pulang baik-baik aja, mama tetap marah sama abangmu itu. Bukankah mama sudah bilang selama mama pakai mobilmu, kamu pergi dan pulang sekolah bareng Shaka. Lihat kamu sekarang. Sejak kapan kamu pake ojek online bepergian Evan?"
Evan menggigit bibirnya, ia merasa bersalah sudah membuat sang mama marah. Meski begitu Evan tahu jika mamanya juga menyimpan rasa khawatir.
"Bang Shaka mungkin ada urusan mah, katanya sekolah bang Shaka ada acara. Papa bilang jadi sponsor utama. Ya pasti Bang Shaka sibuk urusin itu"
Emosi Githa perlahan teredam, kini ia menatap khawatir anak tirinya.
"Kamu ganti baju dulu ya, turun lagi kebawah, biar mama obati luka-luka mu" Githa mengelus lengan sang anak dan menatapnya sambil tersenyum.
"Oke mah, tunggu bentar ya"
Githa tersenyum lagi, ia senang bisa melihat bahagia dimata anaknya itu. Githa merasa ia bisa belajar banyak dari Evan. Ditinggal ibu kandung untuk selama-lamanya dan dalam kurun waktu singkat sudah mendapatkan ibu baru.
Sungguh, Githa sangat penasaran terbuat dari apa hati Evan, atau bagaimana dulu Arsen dan Janne mendidik Evan.
Ponsel Githa berdering, memunculkan nama suami barunya itu, senyum manis ia tampilkan dan menjawabnya dengan suara lembut.
"Halo mas Arsen"
"Githa, maaf aku pulang agak malam ya. Aku sedang di rumah sakit, rekan kerja di perusahaan melakukan operasi, tidak enak jika tak dijenguk"
"Oh baiklah, tak apa. Jangan lupa makan"
"Kamu, Shaka dan Evan makan duluan saja ya, bye love"
"Bye sayang"
Senyum Githa mengembang, perasaan akan marah tadi seketika hilang. Mungkin ia harus lebih sabar untuk anak sulungnya itu.
🔸️🔸️🔸️
Agas termenung di depan ruang pemeriksaan. Shaka di dalam sana sedang membicarakan hal penting. Tubuh yang sudah lelah itu ia sandarkan pada sandaran kursi, helaan napas berat seiring rasa sakit diseluruh tubuhnya.
Tak berselang lama, Shaka memanggilnya masuk.
"Hai Agas, kita ketemu lagi setelah bertahun-tahun. Perkenalkan, nama saya Jovi dan saya dokter spesialis jantung. Dulu waktu kamu masih kecil, saya yang menangani operasi kamu. Meski saya masih baru waktu itu, tapi saya melakukan semua yang terbaik untuk mu" ucap Dokter tampan dan berkharisma itu. Ia juga berbicara dengan lembut.
"S-saya sakit apa ya dok?"
Jovi menghela napas, dan menujukan hasil pemeriksaannya.
"Ada masalah lagi di jantung kamu. Jika saya boleh cerita saat kamu masih kecil, kamu di diagnosa menderita Regurgitasi atau Insufisiensi Katup Jantung, Kelainan ini disebut juga dengan katup jantung bocor, yaitu kondisi ketika katup jantung tidak dapat menutup dengan baik. Akibatnya, darah dapat mengalir kembali ke ruangan jantung, sehingga jumlah darah yang seharusnya disalurkan ke seluruh tubuh menjadi terbatas"
KAMU SEDANG MEMBACA
Brother & Broken
Fiksi PenggemarRusak? Apa itu kata yang mewakili kehidupan kita? Permasalahan orang tua, teman, dan orang lain. Haruskah kita peduli? Aku ingin tetap membuat hubungan persaudaraan kita baik meski masalah akan terus datang tanpa henti. Dan disaat itu semua telah us...
