⚠️part ini full masa lalu⚠️
.
.
.
flashback
Jakarta, 20xx
Selasar jurusan FEB penuh karena banyak mahasiswa berlalu lalang. Ada yang menuju kantin, pergantian kelas bahkan sekedar berbincang dengan teman.
Cowok tampan dengan setelah kemeja kotak-kotak dan celama panjang hitam berjalan tak tentu arah, hingga tak sengaja ia menabrak bahu salah satu mahasiswi yang sedang berbincang itu. Buku yang dipegannya jatuh.
"Astaga, gue minta maaf ya" cowok itu pun mengambil buku si cewek.
"Eh iya, makasih banyak kak, maaf saya tidak lihat kakak lewat" ujarnya.
"Nama gue Arsenio, angkatan 1995, kalau kita sengakatan, tidak usah panggil kak"
Pipi lawan bicaranya bersemu merah, kenapa tiba-tiba di ajak kenalan begini.
"Aku Githa, angkatan 1996. Aku junior."
Arsen tertawa pelan, entahlah, ada rasa tertarik saat berbincang dengan cewek ini. Apalagi penampilannya sangat feminim dengan kemeja biru tua dan rok kain hitam.
"Eum gue boleh kenalan sama lo kan? Maaf tadi gue yang tabrak lo. Gue ga liat jalan"
Sungguh, Githa canggung namun dia merasa senang. Entah perasaan apa ini, tapi ia deg degan juga.
Senyum itu, Arsen berpaling melihatnya.
.
.
.
"Arsen, nanti setelah kamu lulus, mau kerja dimana?" Githa tengah berduaan dengan sang kekasih di danau kampus. Di sore yang lumayan cerah.
Ya, akhirnya setelah 1 bulan PDKT, kedua insan tersebut menjalin hubungan. Apalagi teman-teman Githa sangat mendukungnya. Lagian kata kakak kelas, Arsen itu cowok yang lumayan pintar, namun ia terlalu cuek.
"Kerja? Aku tuh mau lanjutin perusahaan papa aku. Kasihan banget kan? Padahal cita-cita aku bukan ini"
"Kok gitu? Emang kamu gak bisa nego apa dengan orang tua mu"
"Gak bisa sayang. Lagian aku juga udah terbiasa kok"
Semiliar angin menerpa wajah tampan Arsen, Githa yang melihatnya langsung terpesona. Ia pun menyandarkan kepalanya di bahu sang kekasih.
"Kalo kamu? Mau kerja dimana?"
Githa pun membuka hp jadulnya, memperlihatkan foto gedung yang sepertinya sebuah perusahaan.
"Nama pemiliknya tuh Tuan Setiono Adiyatma, aku pernah ketemu. Katanya aku bisa kerja disana nanti, tapi kan minimal harus S1, lagian aku juga harus jadi perempuan yang berpendidikan"
"Hah? Hubungan kamu dengan Tuan itu apa? Kok bisa dia nawarin pekerjaan gitu aja" tanya Arsen heran.
"Beliau tuh bos papa ku di kantor, katanya pekerjaan papa ku paling bagus, sampai di puji-puji jikalau punya anak nanti pasti sama pintarnya. Aku udah di keep duluan kali yak. Tapi ya itu, harus sarjana dulu. Masuk kerja disana mudah-mudahan bisa"
Arsen malah terkikik, seperti di drama saja.
"Ga usah lah, biar aku aja yang kerja. Kamu tuh harus jadi wanita yang hebat, kebutuhan hidupnya terjamin. Kalau ada anak, bisa tuh belajar dari ibunya. Apalagi anak cowok, beuh makin nempel deh dengan ibunya"
KAMU SEDANG MEMBACA
Brother & Broken
FanfictionRusak? Apa itu kata yang mewakili kehidupan kita? Permasalahan orang tua, teman, dan orang lain. Haruskah kita peduli? Aku ingin tetap membuat hubungan persaudaraan kita baik meski masalah akan terus datang tanpa henti. Dan disaat itu semua telah us...
