⚠️️(Part ini full masa lalu)⚠️
.
.
.
Jeano Narendra adalah salah satu siswa paling populer di SMAK Nusa Bangsa.
Tinggi, berkulit putih, dan bertubuh atletis—penampilannya membuat banyak siswa terpesona sejak hari pertama ia datang. Selain itu, ia juga cerdas, terutama dalam olahraga. Ia pernah berkali-kali membawa nama sekolah dalam turnamen futsal antar kota.
Tapi itu dulu.
Memasuki kelas 11, Jeano mulai berubah. Ia sering bolos, malas mengerjakan tugas, dan bahkan guru-guru pun sudah pasrah. Meski begitu, Jeano sebenarnya masih mau belajar—kalau sedang ingin.
Sampai suatu hari, segalanya berubah.
Hari itu, ia bertemu seorang gadis cantik. Katanya, pindahan dari luar kota.
“Hai, gue kayaknya kenal lo deh,” sapa Jeano santai ketika berpapasan dengan gadis itu di koridor.
“Serius? Tapi gue gak kenal lo.”
Nada gadis itu datar, tapi matanya menatap penuh selidik.
“Alah, lo yang sekelas sama Shaka, Jerry, sama Satria, kan? Eh, lo cantik juga,” goda Jeano sambil tersenyum miring.
Teman dekat Jeano di sekolah cuma tiga orang itu. Ia memang bukan tipe yang mudah akrab.
“Mau lo apa sih? Tiba-tiba nyamperin gue,” balas si gadis, agak defensif.
Jeano melirik name tag di seragamnya dan tersenyum kecil. “Kirana, ya? Gimana kalau kita makan siang bareng? Tapi bukan di kantin.”
Kirana mengernyit. Tapi entah kenapa, ada sesuatu dari Jeano yang membuatnya penasaran.
“Mau ke mana? Jangan bilang mau bolos,” ujarnya, setengah panik ketika Jeano menarik tangannya.
“Enggak bisa dibilang bolos lah,” jawab Jeano, menatapnya dengan mata yang nyaris tertawa. “Masih di area sekolah kok. Nih, warung Bu Kinan—bakso malangnya enak banget, lo harus coba.”
Kirana tak bisa menahan tawa kecilnya.
“Bu Kinan, dua porsi ya! Yang satu spesial buat cewek cantik ini,” kata Jeano sambil menunjuk Kirana.
“Waduh, Den Jen!” seru Bu Kinan sambil menggoda. “Baru kali ini bawa cewek, cantik banget lagi!”
“Doain ya, Bu. Biar cepet naik,” sahut Jeano iseng.
“Naik kelas?” tanya Bu Kinan polos.
“Naik pelaminan lah,” jawab Jeano, nyengir lebar.
“Aw!” Jeano meringis saat Kirana mencubit pinggangnya keras-keras.
“Bercanda mulu, dasar aneh,” gumam Kirana dengan wajah sedikit memerah.
“Ceritain dong tentang diri lo,” pinta Jeano.
“Kenapa gak lo duluan aja?”
“Nama gue Jeano, kelas 11 IPA 4. Dulu anak futsal, tapi sekarang udah berhenti. Fokus belajar biar bisa kuliah,” ujarnya tenang.
“Cuma itu?”
Jeano mengangguk. “Sekarang giliran lo.”
“Nama gue Kirana Arunala, asal Bogor. Pindah ke Jakarta gara-gara ortu. Dulu gue anak dance, tapi udah gak aktif juga. Gue suka nyanyi, dan ya… sama kayak lo, lagi fokus biar bisa kuliah.”
Jeano mendengarkan dengan seksama, memperhatikan setiap ekspresi Kirana.
Tanpa terasa, bel masuk pun berbunyi.
Mereka berjalan beriringan. Tepat sebelum berpisah di tikungan, Jeano menoleh.
“Ran, gue gak pernah ngajak cewek makan bakso Bu Kinan, loh.”
KAMU SEDANG MEMBACA
Brother & Broken
FanfictionRusak? Apa itu kata yang mewakili kehidupan kita? Permasalahan orang tua, teman, dan orang lain. Haruskah kita peduli? Aku ingin tetap membuat hubungan persaudaraan kita baik meski masalah akan terus datang tanpa henti. Dan disaat itu semua telah us...
