Apa kabareuuuu guysss~~
Next yuk~~~
.
.
.
Akhir pekan menjadi waktu bagi semua orang beristirahat dari semua kegiatan. Meski cuma menghabiskan waktu dirumah saja.
Seperti sekarang ini, Devan akan mengantar putra bungsunya untuk mengunjungi rumah ibunya. Ini adalah pertama kali mereka kesana. Devan sendiri pun selama ini tak tahu dimana rumah Arsen.
Devan yang minta agar Agas bisa memahami bagaimana kehidupan Githa dan Shaka yang baru. Perlahan-lahan ingin Agas terbiasa.
"Agas main di rumah mama ya, papa lumayan sibuk hari ini. Kalau ada apa-apa langsung bilang ke mama atau telepon papa oke?" Ucap Devan sambil mengusap rambut hitam anaknya.
"Iya pa, makasih udah izinin Agas"
Hati Devan tersentuh, ia tersenyum. Kemudian ia menatap Githa, "jaga anak aku Git, jika Agas sakit segera beri obatnya atau langsung ke rumah sakit saja" pesan Devan.
"Aku paham mas, eum, sebenarnya Agas minta main bareng Shaka dan Evan, aku udah bilang Shaka yang urus. Tapi aku tetap pantau anak-anak mas."
"Lakukan apapun yang buat Agas bahagia Git, itu udah cukup buat aku"
Devan pun pamit pergi, ia juga melihat senyum lebar Agas yang melambai padanya.
"AGAS!! astaga kita ketemu lagi. Masih inget aku kan?" Evan datang dan langsung menubruk Agas dengan pelukannya.
"Kak Evan mana mungkin Agas lupa"
"Ma, boleh ya aku, bang Shaka dan adek Agas main hari in? Biar papa dan mama bisa berduaan" pinta Evan dengan antusias.
"Emang itu rencananya kan? Sana ke kamar abang, bangunin sekalian. Kita sarapan dulu abis itu kaliam siap-siap buat jalan"
Evan langsung menarik Agas masuk, ia senang sekali bisa bertemu Agas apalagi mereka akan pergi jalan-jalan hari ini.
"Bang Shaka, Agas udah dateng loh. Bangun lah bang" Evan mengguncang pelan badan Shaka yang masih dalam gulungan selimut.
"hmm masih ngantuk"
"Apasih abang ini, mau jalan-jalan atau mau tidur" omel Evan, Agas hanya tertawa melihatnya.
"Bang Shaka, ayo bangun" Agas menyelundup masuk kedalam selimut, tangan Shaka pun langsung memeluk erat adiknya.
"Ada papa dibawah?"
Agas menggeleng, "engga ada abang"
Shaka pun bangun, ia senang sekali, seperti mimpi adiknya ada dirumah ini.
"Yaudah, ini abang udah bangun"
.
.
"Rencana kalian hari ini apa? Mau main dimana?" Tanya Arsen saat mereka tengah sarapan.
"Ke mall" Jawab Shaka.
"Yakin?" Tanya Arsen memastikan.
"Kita cari tempat yang adem aja yah, sekalian Shaka mau belanja hehe" cengirnya didepan Arsen.
Arsen pun mengangguk, ia raih hpnya dan mengetikkan sesuatu disana.
"Ayah udah transfer uang main kalian hari ini, pokoknya senang-senang aja, Evan dan Agas denger-dengeran sama abangnya ya"
Meski terkejut, namun Agas sangat berterima kasih. Ia senang sekali sekaligus takjub akan sifat Arsen yang memenuhi kebutuhan mereka.
"Siap ayah"
KAMU SEDANG MEMBACA
Brother & Broken
FanficRusak? Apa itu kata yang mewakili kehidupan kita? Permasalahan orang tua, teman, dan orang lain. Haruskah kita peduli? Aku ingin tetap membuat hubungan persaudaraan kita baik meski masalah akan terus datang tanpa henti. Dan disaat itu semua telah us...
