22. Jalan Berdua

120 9 0
                                        

Kabar tentang Githa yang menyesal akan sikapnya pada sang anak sampai juga kepada orangnya. Agas bahkan senang saat tahu mamanya ingin mengajak bertemu.

Jam pelajaran terakhir akan berakhir 30 menit lagi tapi Agas sudah tidak sabar. Omongan guru Biologi didepannya tak ia indahkan.

"Sudah paham dengan tugasnya, jika ada yang mau ditanyakan sekarang saja" ucap sang guru.

Rayan pun angkat tangan, "pak, kelompoknya bagaimana? Masa mau sesuai absen lagi?"

Si guru pun menimbang-nimbang. "Yasudah cari sendiri. Satu kelompok 3-4 orang ya, jangan lebih"

"Baik pak" Seru serentak seluruh murid. Dan bertanda pelajaran itu sudah selesai.

"Jangan ada yang pulang dulu. Kita harus list nama kelompok. Usahakan dalam satu kelompok ada cowok dan cewek ya, biar adil" teriak Juna sang ketua kelas.

Agas mendengus, padahal sudah bel pulang dan ia yakin mamanya menunggu didepan sana.

Pemilihan kelompok itu berlangsung sengit. Dan ujung-ujungnya duo kembar tak mau dipisahkan dengan Agas. Akhirnya, Juna menyuruh Reina agar bergabung dengan Agas dkk.

"Rei" Agas memanggil teman ceweknya itu, namun si kembar juga ikut berbalik.

"Nama kelompok kita triple R aja ya. Nama kalian semua sama. Gue sendiri yang beda"

Mendengar celotehan Agas, Reyhan langsung tertawa terbahak-bahak, lucu sekali kelompok mereka ini.

"Ngerjainnya dirumah siapa? Rumah gue tuh lagi full banyak saudara dateng. Dari kalian deh" Ujar si cantik.

"As always rumah Agas dong, gue pastikan kita aman dan nyaman" Reyhan merangkul sahabatnya dan memasang wajah yang aneh.

"Yaudah, gue duluan ya. Bye guys" Reina pun pamit pulang dan menyisakan lelaki disana.

"Reina mah malu-malu kucing, gue yakin dia naksir gue tuh" Geplakan sayang langsung mendarat dikepala Reyhan, Rayan hanya geleng-geleng kepala saja mendengar itu.

"Gue duluan juga guys, mama udah nungguin"

Mendengar itu si kembar langsung sigap berjalan bersama Agas. Ingin memastikan Agas tak akan disakiti lagi.

Melihat mobil sang mama disana Agas berlari kencang, si kembar ikut panik karena takut Agas kenapa-napa.

"Mama!" tanpa Githa sadari, ia mendapatkan pelukan yang hangat, ini adalah pelukan kedua setelah sekian lama ibu dan anak itu berpisah.

"Kok lari-larian sih, pelan aja jalannya"

"Agas gak sabar jalan bareng mama" ucapnya penuh semangat. Githa pun tersenyum gemas.

Reyhan dan Rayan mendekat, menyapa Githa.

"Halo tante, kita berjumpa lagi" Ucap Reyhan

"Halo Rey, oh kembaran kamu kan si Rayan? Aduh maaf kalo tante suka lupa sama nama kalian"

"G-gapapa tante, udah biasa Rayan mah di lupain. Ingat aku aja tan" cengir Reyhan membuat wajah kembarannya kesal.

"Nama lo pasaran. Eh maaf tante. Gimana kabarnya? Rayan baru kali ini ketemu lagi dengan tante Githa" Rayan agak kikuk bertanya hal tersebut, tapi ia hanya ingin berbasa-basi.

"Tante baik-baik saja. Tante inget banget kalian dulu tuh lucu banget tiap main kerumah."

Reyhan dan Rayan saling pandang, lebih tepatnya mereka itu suka merusuh.

"Tante ada janji dengan Agas, kami duluan ya. Kalian pulangnya hati-hati" pesan Githa.

"Iya siap tan"

Brother & BrokenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang