27. Pilihan

160 11 0
                                        

long time no see you guys 🥺

Ayo next
.
.
.

Suara rintik hujan mulai terdengar diluar. Awan mendung yang menghiasi langit tadi siang sudah menghasilkan butiran air.

Untung saja Agas sudah di rumah. Jika ia berlama-lama di sekolah, pasti akan basah kuyup dan bisa saja terserang demam. Kini ia hanya diam di ruang TV menunggu papanya pulang.

Tak lama kemudian mbak Vina datang mengajak tuan kecilnya untuk makan malam. Sebenarnya Agas ingin menunggu papanya agar bisa makan malam bersama. Namun sepertinya, ia akan makan sendirian.

"Mbak, Agas boleh makan disini?" Pintanya, jujur Agas memang malas duduk sendirian. Lebih baik sambil menonton TV.

Vina pun membawakan makanannya Agas, tidak lupa obat-obatan yang harus dikonsumsi setelah makan.

Uh melihat obatnya saja Agas sudah mual. Tapi hanya itu sumber bertahan hidupnya.

Selesai makan pun Agas tak langsung beranjak, ia benar-benar menyuruh pembantunya itu membereskan sisa makanannya. Haha, papanya membayar pembantu kan untuk membantunya.

"Mbak Vina maaf ya merepotkan. Agas beneran mager banget. Hari ini ga ada yang spesial sih" ucapnya kepada mbak Vina.

"Sudah tugas saya den Agas, saya senang kok membantu apapun. Kamu butuh apa lagi? Obatnya jangan lupa diminum"

"Engga ada, mbak Vina abis cuci piring langsung istirahat aja. Kalau papa pulang, nanti gantian Agas"

Vina menggeleng sambil tersenyum, "kalau gitu saya akan ikut tunggu bapak pulang. Mending kamu yang istirahat"

Agas mengangguk saja, ia tak bohong jika memang pilihan papanya mempekerjakan pembantu sangat berguna. Setidaknya Agas punya teman mengobrol.

Karena suara hujan yang deras, Agas tak dengar jika mobil papanya sudah masuk pekarangan rumah. Saat Vina membuka pintu, Devan langsung menghampiri anaknya yang tampak serius menonton.

"Papa ih, kok Agas gak denger papa dateng" Omelnya.

"Kamu serius sekali sih nonton TV nya"

Agas memeluk erat Devan, ia ingin bermanja-manja tapi papanya baru saja pulang kerja.

"Agas, waktu itu papa sudah jelaskan alasan mengapa papa bersikap tidak baik hingga membuat mama mu sakit hati. Sekarang, kamu harus mendengarnya dari mama mu."

Agas menunduk, ia sudah sampai ditahap ini ternyata.

"Papa yakin? Meski Agas belum sepenuhnya tahu, tapi abang kan belum sama sekali. Y-ya Agas juga mau dengar langsung dari mama"

"Makanya kita akan bertemu mereka. Akhir pekan ini oke? Agas mau semua ini selesai kan?"

Agas mengangguk, Devan pun mengusak sayang rambut anaknya.

🔸️🔸️🔸️

Hari-hari yang berlalu cepat kini menghantarkan Agas pada akhir pekan yang santai. Tidak setelah papanya memerintahkannya bersiap. Mereka akan pergi untuk membahas sesuatu yang penting.

"Pah, menurut papa, apa yang akan terjadi setelah semua ini terungkap?"

Devan menatap anaknya dalam diam. Ia tersenyum, "Apapun yang terjadi, kamu harus janji sama papa jika pilihan mu itu tidak salah. Papa minta maaf karena tidak bisa jujur dari awal, tapi papa janji akan selalu ada buat kamu"

Agas tersentuh, ia kini menaruh kepercayaan pada dirinya juga pada papanya.

.

.

Brother & BrokenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang