20. Menjaga

177 12 0
                                        

Sebelumnya aku mau ucapin kepada readers "Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Idul Fitri membawa keberkahan, kebahagiaan, dan kedamaian bagi kita semua."

Meski telat tapi tak apa, aku tidak merayakan tetapi ikut memeriahkan

Ayo next

.
.
.

Hiruk pikuk kendaraan membuat orang-orang harus mempunyai ekstra kesabaran, mau yang menggunakan kendaraan pribadi maupun umum.

Shaka memandang jalanan sambil fokus mengemudi, ia menjalani kewajibannya sebagai siswa sekolah, lagian ia akan segera lulus darisana. Untuk urusan studi selanjutnya, Shaka juga sudah memikirkan itu. Apa ia bisa melanjutkan perusahaan papanya? Lagian dari kecil Shaka sering diajak ke tempat kerja papanya itu.

Karena upacara akan segera dimulai, Shaka yang hampir telat memutuskan berlari ke lapangan, untung saja ia tak sampai terlambat.

"Tumben banget lo telat Sha" ujar Jerry memandang Shaka dengan tatapan mengejek.

"Diem lo, masih untung gue bisa masuk lapangan ini"

"Tapi belum beruntung banget sih Sha. Lo tau? Kita yang kelas 12 habis upacara akan diarahkan ke aula karena mau dikasih pemahaman tentang dunia perkualiahan"

"Serius? Gila capek banget lah itu. Kok gak ada info?"

"Kalau di info, kita banyak yang bolos upacara Sha. Sebenarnya kelas 12 kan gak wajib ikut lagi. Kita aja semester ini udah mau ujian. Semester depan akan fokus ke penjurusan. Lo harus mikir mau masuk bidang apa sha"

Shaka terdiam, bingung juga dengan dirinya sendiri, ia akan pikirkan itu nanti.

.

.

.

"Bang Shaka! Bang Shaka"

Shaka berbalik dan mendapati Reyhan dan Rayan berlarian di koridor aula.

"Heh kenapa sih kalian lari-larian"

"Huff bang, Agas kok gak masuk sekolah? Hp nya juga gak aktif, dia belum pulang dari RS?" Tanya Reyhan menggebu.

"Agas dalam masa pemulihan, sudah pulang ke rumah kok. Pulang sekolah kalian bisa jenguk ke rumah" ucap Shaka.

"Oh gitu bang. Oke siap, nanti kita jenguk Agas, makasih infonya bang" ucap Rayan.

Shaka mengangguk dan melanjutkan jalannya menuju aula.

Ia memperhatikan teman-temannya yang sudah memenuhi kursi, dari belakang Shaka melihat Jerry, Chris dan Reno melambai padanya, sepertinya mereka sudah take kursi untuk Shaka.

Namun pandangan Shaka melirik seseorang, mereka nampak ragu untuk sekedar duduk disampingnya. Siapa yang tidak tau Jeano, semenjak kejadian dimasa lalu, Jeano dipandang siswa jahat dan kasar. Shaka menarik napas lalu berjalan kearah depan, duduk disamping Jeano dan mendapatkan pekikan kaget dari teman-temannya yang lainnya.

"Lo ngapain duduk disitu Sha, kita loh udah take in tempat buat lo" Ujar Jerry yang menghampiri Shaka dibelakang.

"Buat orang lain aja Jer, gue duduk disini hehe"

"Terserah lo deh Sha" tatapan Jerry mengarah ke Jeano yang juga memandangnya heran.

"Ga usah peduliin gue, sana lo duduk dengan teman-teman lo" ucap Jeano tanpa menatap Shaka.

"Dih siapa yang peduli, gue malas tahu duduk di depan sana. Mending disini tempatnya pas" jawab Shaka.

Dan benar, setelah Shaka duduk disamping Jeano, banyak siswa mulai duduk didekar mereka, depan belakang maupun samping. Dalam hati Jeano senang.

Brother & BrokenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang