"Abang kok gak ngabarin Agas? Agas baru aja mau ke rumah kak Satria dan kak Bintara" kini Shaka dan Agas sedang duduk berduaan di sofa ruang keluarga. Hanya mereka berdua karena Devan juga belum pulang.
"Sudahlah, itu hanya karena abang marah dan kesal atas cerita mama. Kamu tahu kan dek, ternyata papa tidak sepenuhnya salah"
Agas mengerti itu, "tapi abang harus kembali ke mama. Mama khawatir banget semalam"
"Kenapa khawatir? Setelah buat anak-anaknya kecewa? Kamu sadar dong dek, keluarga kita masih bisa bertahan jika mama tidak pernah jatuh cinta lagi, dan mama melakukannya"
Agas menghela napas lelah lalu menatap Shaka, "bang, udah ya, semua udah terjadi. Kemarin om Arsen juga udah minta maaf sama Agas kok. Om Arsen minta maaf karena menaruh harapan besar pada mama. Keluarga mereka baik, bang Shaka juga harus lihat dari sisi yang lain"
Shaka ingin mengelak itu, tapi Shaka mengernyit saat melihat wajah Agas, Shaka menangkup wajah adiknya, rona pucat terlihat jelas disana. "Kamu sakit? Ya ampun, apa semua masalah ini buat kamu sakit? Ayo kita istirahat"
"B-bang, Agas gapapa. Agas mau nungguin papa"
"Dikit lagi kamu pasti demam, gak ada nungguin papa. Biar abang yang nungguin papa. Jangan buat abang takut dek. Benar seharusnya cuma kamu sekarang yang abang punya"
"Agas istirahat tapi abang janji sama Agas, jangan pernah berpikir jahat sama keluarga om Arsen atau pun keluarga kita sendiri. Kita semua sakit hati bang. Om Arsen dan Evan baik banget sama Agas. Sama abang juga kan? Jadi tolong jangan benci mereka. Jangan benci mama"
Setelah mengatakan itu, Agas berlalu pergi. Ia juga tak tahan harua sok kuat didepan Shaka. Debaran di dadanya membuatnya tak nyaman. Besok pun ia harus pergi ke sekolah.
🔸️🔸️🔸️
Upacara
Kegiatan yang tidak disukai para murid. Meski kemarin hujan tapi lihatlah tanah dan udara lembab.
Si kembar Reyhan dan Rayan menempati barisan terakhir. Itu karena mereka hampir saja terlambat. Teryata mereka salah, ada yang lebih terlambat juga, itu adalah Agas.
"Tumben banget lo telat" ujar Reyhan.
"Gas lo oke kan?" Rayan mengamati gerak gerik Agas yang nampak tak nyaman.
"Gas, kalo lo sakit mending ke uks aja ya? Upacara udah mau di mulai nih" Rayan mulai panik, Agas pun tampak kesulitan menarik napas.
"PMR!!"
Ternyata Agas tak dapat menahan rasa pusing juga debaran jantungnya yang membuat sesak. Ia pingsan didepan Reyhan dan Rayan.
.
.
"Alasan apalagi yang kamu gunakan untuk tiduran disini Jeano. Mending ikut upacara aja sana, kena sinar matahari" ujar bu Feni sambil mengatur peralatan kesehatannya.
"Yang ada aku kena semprot ujaran kebencian"
"Jeano, cepat atau lambat masalah mu pasti akan selesai. Fokus saja pada pendirianmu"
"Suara mereka yang mengatakan aku penjahat selalu terngiang-ngiang. Kalau begini terus, aku bisa gila"
Feni mendekat ke Jeano yang tampak frustasi. Ia sudah mendengar semua cerita dari anak muridnya itu tentang kejadian yang menggemparkan sekolah.
"Jen dengar ya kamu_"
BRAK
"ibu Feni tolong Agas pingsan" teriak salah satu petugas PMR disana. Dengan cepat Agas dibaringkan di ranjang UKS.
KAMU SEDANG MEMBACA
Brother & Broken
Fiksyen PeminatRusak? Apa itu kata yang mewakili kehidupan kita? Permasalahan orang tua, teman, dan orang lain. Haruskah kita peduli? Aku ingin tetap membuat hubungan persaudaraan kita baik meski masalah akan terus datang tanpa henti. Dan disaat itu semua telah us...
