Happy Reading🤗
Dear Dunia
Saat hujan datang dan kemudian pergi, apa kemungkinan yang akan datang, pelangi yang indah atau banjir bandang yang menyiksa?
“den?” panggil bi arum, Haikal menghentikan langkahnya dan berbalik badan, “kenapa bi?” tanya Haikal sopan.
“habis dari makam, yah?” tanya bi arum menebak
Haikal mengerutkan keningnya sembari menyipitkan matanya, “kok bibi tau?”
Bi arum menarik nafas, kemudian menunjuk lengan Hoodie Haikal yang kotor akibat terkena tanah. Haikal yang melihat itupun tersenyum cengengesan, ia menggaruk tengkuknya, “hehehehe, maaf bi, nanti Haikal aja deh yang nyuci,” ia kembali tersenyum dengan sedikit menggigit bibir bawahnya layaknya anak kecil sehabis dimarahi oleh ibunya.
Bi arum hanya tersenyum, ia menggeleng-gelengkan kepalanya, kemudian bertanya, “den, udah makan? Bibi tadi masak ayam kecap loh,” ucap bi arum menaikturunkan kedua alisnya.
“bibi tau aja kalau Haikal belum makan, nanti deh, Haikal mau mandi dulu bi, udah kotor ini.”
“oke, bibi siapan makananya dulu kalau gitu, jangan lama-lama mandinya!” titah bi arum mengingaatkan. Haikal hanya tersenyum mendengar perintah wanita paruh baya itu, kemudian ia kembali melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamarnya yang kebetulan berada di lantai dua.
Setelah memasuki kamarnya, Haikal mengambil ponselnya berniat untuk mengisi daya benda pipih tersebut, ia sedikit terkejut bahwa ponselnya benar-benar mati karna kehabisan batrai, ia mencoba menyalakan kembali ponselnya dan ia terdiam sejenak saat melihat begitu banyak notifikasi yang masuk termasuk 53 panggilant tak terjawab dari Fania. Seketika itu juga ia mengingat bahwa ia berjanji untuk menjemput Fania sehabis kerja, ia melihat jam menunjukkan pukul 11.15. “anjing, Haikal bego, bisa-bisanya lo lupa cewe lo,” ucapnya merutuki dirinya sendiri, ia segera berlari menuruni tangga dan keluar untuk kembali mengemudikan motornya secepat mungkin.
Bi arum yang melihat haikal lari tergesa-gesa mengerutkan keningnya, kenapa anak itu sangat terlihat buru-buru? Apakah terjadi sesuatu?
Haikal mengemudikan motornya dengan kecepatan diatas rata-rata, ia tidak peduli lagi dengan teriakan dan klakson para pengguna jalan yang mengumpatnya akibat mengemudikan motor secara ugal-ugalan, ia menyalip beberapa kendaraan di depannya, ia bahkan tidak memikirkan keselamatannya saat berkendara, yang ada dipikirannya sekarang hanya Fania, ia takut gadisnya itu sudah menunggu lama, ia takut kejadian yang sebelumnya terulang, ia tidak mau gadis itu kenapa-kenapa, ia menggigit bibirnya kesal pada dirinya sendiri, ia tak akan bisa memaafkan dirinya sendiri jika terjadi sesuatu hal buruk pada kekasihnya itu.
Haikal menghentikan motornya, ia bernafas lega saat melihat sosok gadis bertubuh mungil yang tengah meniup tangannya untuk menghangatkan tubuhnya, anak rambut gadis itu berterbangan tertiup angin malam. Haikal turun dari motornya, berlari secepat mungkin untuk menhampiri gadisnya itu, ia membuka helmnya dan menjatuhkannya begitu saja kemudian memeluk Fania hingga membuat gadis itu sedikit tersentak, ia terkejut namun juga lega karna Haikal ternya tidak kenapa-napa, laki-laki itu tetap menepati janji meskipun telat, ia membalas pelukan Haikal, ia menenggelamkan wajahnya pada dada bidang laki-laki itu. Beberapa saat kemudian Fania dibuat kaget lagi karna samar-samar ia mendengar isakan kecil, ia tau pasti Haikal sedang merutuki kesalahannya, ia tau laki-laki itu pasti sangat merasa bersalah, ia menepuk pelan bahu laki-laki itu, mengusapnya perlahan untuk menenangkan pria dihadapnnya itu.
“ma-af …” kata itu terdengar bergetar, Fania hanya tersenyum mendengar itu, ia sangat bersyukur dipertemukan dengan laki-laki yang selalu mengkhawatirkannya, Fania, adalah gadis polos yang beruntung dipertemukan dengan laki-laki sesempurna Haikal.
KAMU SEDANG MEMBACA
LUKA!
Teen Fiction°Boleh nggak, pulang duluan tanpa harus Tuhan jemput dulu?° _________________________________________ ~ Banyak orang yang memiliki hidup mengerikan di dunia ini ~ Cape, hampir gila kadang. Tapi mau gimana lagi? Kita lahir bukan karna keinginan kita...
