Happy Reading ...
Dear Dunia
Bagian terindah dari doa adalah ia tak pernah memilih siapa yang berhak melangitkannya.
sore hari ini Haikal sedang berada di dapur restoran miliknya, entah apa yang sedang laki-laki itu kerjakan namun yang jelas adalah ada mang aji yang baru saja mengajari Haikal untuk memotong daun bawang. Mata Haikal memerah hingga membuat matanya sedikit berair, Tak tanggung-tanggung Haikal bahkan disuruh untuk mengulek bumbu oleh mang aji hingga laki-laki itu menitihkan keringat dari dahinya. Daniel yang baru saja datang mengerutkan keningnya dengan mulut yang sedikit menganga tatkala melihat Haikal berada di dapur. Fyi dapur di restoran ini emang dibuat dengan kaca transparan yang cukup besar hingga jika memasuki area stuff only, kita dapat melihat kesibukan para koki yang sedang memasak.
“dia ngapain?” tanya Daniel kepada salah satu waiters yang baru saja keluar dari dapur hendak mengantarkan pesanan para customer.
“bapak bisa lihat sendiri kan? dia lagi masak, ralat belajar masak maksudnya,” jelas waiters tersebut, kemudian kembali berjalan.
Daniel mengerutkan keningnya, ia duduk di salah satu meja di depan dapur dengan tangan yang menopang dagu, “nih anak belajar masak buat apa dah, tiba-tiba banget,” gumamnya terus menatap Haikal yang sedang sibuk menggoreng bumbu. sesekali Haikal menatap Daniel dan mengekspresikan kekesalannya yang terus saja di omeli oleh mang aji. ia menunjukkan kekesalannya melalui mimik wajahnya,
Daniel yang melihat itu hanya tertawa kecil, “lagian sok-sokan banget belajar masak,” ujarnya masih tertawa.
Haikal kemudian melanjutkan aktivitas memasaknya dengan menggoreng bumbu dengan teknik flamble, teknik flamble adalah teknik memasak dengan api yang keluar dari dalam wajan, biasanya teknik memasak ini dilakukan oleh para koki profesional.
Daniel yang khawatir akan terjadi hal yang buruk memutuskan untuk menghubungi pihak pemadam kebakaran demi mengantisipasi terjadinya kebakaran, setidak percaya itu Daniel terhadap teknik memasak Haikal yang menurutnya berlebihan dan sangat membahayakan.
beberapa menit kemudian, restoran dihebohkan dengan suara sirine dan kedatangan pemadam kebakaran yang kelihatannya panik sekaligus heran, pasalnya tidak ada kebakaran yang ia lihat langsung. salah satu petugas menghampiri Daniel yang sudah menunggu di luar restoran. “kebakarannya dimana yah pak?” tanya salah satu petugas.
“sebenarnya belum ada kebakaran sih, tapi takutnya ada, jadi lebih baik kita antisipasi dulu. bapa boleh ikuti saya aja kedapur pak, biar bapa liat sendiri seberapa besar potensi terjadinya kebakaran nantinya.” Daniel kemudian berjalan perlahan menuju dapur diikuti oleh para petugas pemadam kebakaran
“nih ini dia nih pak, berpotensi bnaget kan ini, teknik memasak Haikal bisa bikin ini restoran hangus kan?” ujarnya setelah tiba di dapur restoran
Haikal yang sudah penasaran dari tadi terkait kehebohan yang terjadi akhirnya memutar bola matanya, “ngapain?” tanyanya pada Daniel dengan nada yang bisa dikatakan sudah muak, pasalnya tindakan Daniel kali itu lebih dari kata alay yang sangat dilebih-lebihkan dramanya.
“tuh tuh … liat pak, gak meyakinkan banget dia ada di dapur pak, sumpah tindakan kayak gini bisa membahayakan nyawa orang,” lagi-lagi Daniel heboh menjelaskan pada petugas pemadam kebakaran.
Haikal yang sudah muak akhirnya keluar dari dapur kemudian melemparkan selada segar yang tepat mengenai wajah Daniel, “pulang lo,” kata laki-laki itu, kemudian dia beralih menatap petugas pemadam kebakaran yang sedari tadi hanya diam dengan raut wajah kebingungan mendengarkan penjelasan Daniel. “Bapa maaf yah, teman saya ganggu kerja bapa-bapa sekalian, saya ditemani koki-koki profesional kok pak, jadi dijamin aman dan terkendali. sebagai permintaan maaf saya, bapa-bapa sekalian boleh makan dulu sebelum pulang, gratis mau makan apa aja, sekali lagi maaf yah pak.” ujar Haikal kemudian menundukkan kepalanya tak enak hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
LUKA!
Ficção Adolescente°Boleh nggak, pulang duluan tanpa harus Tuhan jemput dulu?° _________________________________________ ~ Banyak orang yang memiliki hidup mengerikan di dunia ini ~ Cape, hampir gila kadang. Tapi mau gimana lagi? Kita lahir bukan karna keinginan kita...
