31. My Mine

797 72 5
                                        






Celah jendela membawa masuk seberkas ssinar matahari yang membuat dua sejoli yang tengah tidur lelap terbangun, Karina membuka mata pelan namun kembali menutup matanya lalu bersembunyi di balik sang kekasih agar tidak silau. Ia tidak mau bangun, karena kalau bangun mereka harus kembali, Karina ingin waktu tidak berputar, ia ingin terus seperti ini.

"Bangun tukang tidur."

Karina menutup matanya erat saat mendengar suara Jeno yang memang sejak tadi sudah bangung lebih dulu, bahkan laki-laki itu sudah sibuk dengan ponselnya.

"Ayo bangun, kita sarapan."

"Tidak mau. Tidak lapar."

Belum selesai Karina mengatakan hal itu perutnya berbunyi, Jeno tergelak sementara Karina menutup wajahnya dengan selimut.

"Bibir mu bisa berbohong tapi perutmu tidak, ayo sayang."

Mendengar ucapan Jeno, Karina menurunkan selimut dari wajahnya, "Gendong ya."

Jeno terkekeh, ia menarik Karina agar duduk lalu menarik wanita itu agar berdiri di tempat tidur, Jeno pun ikut berdiri di lantai jadi posisi Karina berada lebih tinggi darinya. Jeno membuka tangannya lalu Karina tersenyum ringan melempar dirinya ke arah Jeno, ia memeluk leher Jeno erat dengan kaki yang sudah memeluk erat pinggang sang pujaan hati.

"Uhhh kau sangat berat sekarang " ujar Jeno yang langsung membuat Karina memanyunkan bibirnya.

Karina melerai pelukannya di leher Jeno lalu menatap laki-laki itu dengan bibir bawah yang maju 10 senti. "Aku sudah kurus tau, aku bekerja setiap hari berlari kesana kemari, mana mungkin aku berat."

Jeno tertawa, "Salah sendiri tidak mau bekerja denganku."

"Kau jahat jadi aku tidak mau satu kantor dengan mu, huh!" Ujar Karina memalingkan wajahnya

Jeno kembali tertawa, "Padahal kalau kita sekantor kita bisa begini setiap saat." Ujar Jeno lalu berjalan ke dapur dengan Karina di gendongannya seperti anak monyet yang minta kasihani.

"Kau tidak bilang begitu ya kemarin!"

"Aku tidak mungkin mengatakannya di depan semua orang, Karina sayang. Jadi bagaimana?."

Jeno mendudukkan Karina di meja makan, "Bagaimana apanya?"

"Kita. Bagaimana?" Tanya Jeno

"Ya, tidak bagaimana-bagaimana, ya sudah begini saja."

Jeno menarik pipi Karina, "Jadi kekasihku, bagaimana?"

Karina pura-pura berpikir, "Hmmm bagaimana ya, kau kan jahat."

Jeno tertawa kecil, ia mengecup bibir lucu Karina, "Kau tidak bisa menolak ngomong-ngomong."

"Hah? Kenapa begitu? Aku bisa menolak ya, enak saja."

"Memangnya bisa?" Goda Jeno

"Bisa!!"

Jeno kembali tertawa melihat wajah Karina yang lucu.

Crazy Girl vs Cold BoyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang