34. Another Daddy

627 59 2
                                        









Karina menggenggam erat tangan Jeno di bawah meja saat Ayah kandungnya berada di hadapan mereka dengan wajah tidak bersahabat. Sejak mengetahui tentang Karina, ayahnya berkali-kali mencoba membawa nya ke luar negeri, hidup disana dan menjadi putri raja yang akan mewarisi perusahaan besar disana. Terdengar sangat menggiurkan tapi Karina berkali juga menolak. Ia tidak mengenal ayahnya, keluarga ayahnya bahkan orang-orang yang ia harus sebut sebagai adik. Karina clueless dan hanya mengetahui beberapa hal tentang Ayah kandungnya.

"Kalian serius akan menjalani hidup seperti ini?"

Karina menatap ayahnya dengan mantap, ia mengangguk, "Kami sudah memutuskan semuanya Dad, kami juga bicara dengan Ibu dan Ayah."

Sang ayah menggelengkan kepalanya, ia memijit pelipisnya pelan, lalu menatap ke arah Jeno, "Kau mirip Ayahmu, sangat mirip." Ujarnya lalu meneguk jus yang ia pesan pelan. Ia lalu beralih menatap putri yang tidak pernah ia ketahui keberadaannya sejak dulu.

"Dan kau mirip ibumu, Karina. Aku merasa melihat kembali semua hal yang pernah terjadi dulu saat ibumu dan ayah Jeno berada di hadapanku. Tapi dia kalah, aku mendapatkan ibumu saat itu, dan ternyata yang kalah adalah aku. Dia mendapatkan ibumu, putriku juga kehidupan yang aku dambakan."

Karina dan Jeno masih diam, menatap pias pada laki-laki berumur yang tampak sedikit gusar dengan bibir yang menyinggung senyum pedih.

"Kali ini aku akan kalah dari anaknya, menyedihkan memang, dia juga anaknya akan mengambil mu dariku, lagi."

"Dad..."

"Tapi ini hidupmu, selagi kau bahagia, aku bisa apa?."

Karina menatap Ayah kandungnya, ia menggenggam tangan sang ayah, "Kau tidak tau menau tentang aku, Dad, jadi berhentilah menyalahkan dirimu, aku tidak pernah membencimu, Mama pun tidak pernah membencimu, kita punya kehidupan masing-masing, jadi jangan saling menyalahkan, Dad."

Sang ayah tersenyum kecil, Ia balas mengelus tangan anaknya, "Kau bahagia bersama nya?" Tanya sang Ayah

Karina mengangguk, ia menatap ke arah Jeno lalu kembali menatap Ayah kandungnya, "Aku bahagia, Dad."

"Kalau kau bahagia, Dad juga ikut bahagia, nak."

Karina menatap ayahnya dengan wajah sumringah, ia tersenyum cerah, "Terima kasih, Dad."

"Pastikan kalian mengundangku, aku tidak mau orang lain yang mengantar putriku ke altar."

Karina terkekeh, "Kalian berdua yang akan mengantarku, kau dan Ayah. Jadikan hari pernikahanku sebagai reuni kecil antara kalian, 3 serangkai." Ujar Karina terkekeh menggoda ayahnya yang masih saja kesal pada Ayah Jeno. Mereka seperti anjing dan kucing yang saling tidak menyukai tapi masih sama-sama menaruh perhatian satu sama lain.

Jeno yang sejak tadi diam, mulai kikuk saat Ayah kandung Karina menatap ke arahnya, "Kau berkata akan menjauhi anakku, mana janji mu itu?"

"Aku tidak bisa tuan Yoo, aku tidak tahan berjauhan dengan putrimu, maaf melanggar janjiku."

"Ck, dalam perjanjian kita, aku akan membawa putriku bersama ku kalau kau menjalin hubungan dengannya, bukankah begitu?"

"Ya." Jawab Jeno

"Lalu kau akan menepatinya?"

"Tentu saja tidak."

"Bajingan ini."

Jeno menatap Ayah Karina, "Lakukan apapun yang kau inginkan untuk melampiaskan kekesalanmu padaku dan Ayahku asal jangan membawa nya pergi kemanapun."

"Cihh kalian sama saja. Anak dan Ayah, sama-sama budak cinta, sudahlah, kali ini aku akan membiarkanmu, tapi kalau kau menyakiti putriku sekali lagi, aku tidak hanya akan mengambilnya darimu, nyawamu juga akan aku cabut."

Crazy Girl vs Cold BoyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang