30. Apologize

747 78 3
                                        


Sebuah foto membuat Jeno panik dan bergegas keluar dari Villa setelah berpamitan pada Claudia dan Jaden, ia tidak sempat menjelaskan apapun karena khawatir melihat foto Karina yang tertidur dengan wajah menangis dikirim oleh Kafi padanya. Laki-laki brengsek iu juga sudah memberinya alamat, dan Jeno berharap Kafi tidak melakukan hal buruk pada Karina karena kalau sampai ia melakukannya Jeno akan menggila.

Jeno menerobos masuk ke sebuah rumah yang jauh dari Villa tempat mereka menginap, ia menerobos lalu menyerang Kafi sesaat setelah melihat laki-laki itu.

"Dimana Karina, brengsek!!" Ujar Jeno menarik kerah baju Kafi hampir memukul wajah tengil laki-laki itu kalau saja Kafi tidak mengangkat tangannya.

"Tenang bro, dia di dalam, dia aman, aku minta maaf, oke, tenang."

"Apa maksud semua ini? Kau mau bermain-main denganku, hah!!"

Kafi melepaskan tangan Jeno dari kerahnya, "Bro, maaf, ini semua rencana Claudia dan Jaden agar kau dan Karina tidam terlibat dengan rencana mereka. Maaf tidak memberitaumu, berita sudah menyebar kalau Karina diculik untuk membuatmu lengah dan Claudia bisa kabur dengan Jaden."

"Jadi maksudnya.."

"Agar semua menjadi sangat alami, Claudia tidak memberitaumu, dia takut orang-orang ayahnya akan menyalahkan mu maka dia membuatmu jadi korban, dan maaf karena membuat Karina takut. Dia di dalam, dia sudah tertidur karena lelah menangis. Maaf bro, hanya ini yang bisa aku lakukan untuk Claudia dan Jaden. Oh ya soal Karina..."

Kafi menggaruk kepalanya, "Saudarimu itu cantik, semua laki-laki pasti menyukainya tapi tenang saja aku hanya bermain kemarin atas keinginan Claudia, Karina juga tau kalau soal itu. Hanya bagian penculikannya saja yang dia tidak tau jadi dia menangis. Maaf bro."

Jeno berdecak, "Baiklah. Lalu sekarang Claudia dan Jaden sudah pergi?"

"Ya, dia menitipkan surat ini dan beberapa hadiah untukmu dan Karina. Dia bilang maaf karena tidak sempat berpamintan dengan baik karena dia tidak ingin kalian terlibat dalam masalahnya."

Jeno menghela napas pelan, ia menerima surat itu, "Semoga mereka berhasil." Ujar Jeno

Setelah menjelaskan semua rencana Claudia dan Jaden, Kafi berpamitan pergi, ia mengatakan pada Jeno kalau ia punya waktu hingga besok bersama Karina, karena besok Kafi akan mengatur berita yang mebgatakan kalau Karina sudah di temukan oleh Jeno dan motif penculikan juga akan ia arahkan ke rencana Claudia untuk kabur dengan Jaden. Jadi Jeno bisa pulang besok bersama Karina.

Setelah mendengar penjelasan Kafi, Jeno mulai mengerti tentang rencana itu, ia mengikuti rencana itu dan bekerja sama dengan Kafi.

Waktu menunjukkan pukul 12 malam, Kafi sudah pergi sekarang bersisa Jeno dan Karina yang masih terlelap di dalam kamar. Jeno mendekati sang pujaan hati, menatap wajah Karina yang tertidur dengan wajah membengkak, Karina pasti ketakutan tadi.

Jeno duduk di tepi ranjang, menatap Karina dalam diam. Sorot matanya menyimpan perasaan bersalah dan kekhawatiran yang dalam. Dengan hati-hati, ia menyibakkan beberapa helai rambut dari wajah Karina.

"Karina..." bisiknya pelan, seolah takut membuat gadis itu terbangun dalam ketakutan. "Ini aku. Kamu aman sekarang."

Karina menggeliat perlahan. Matanya terbuka setengah dan segera membelalak saat melihat wajah Jeno. Ia terduduk kaget, napasnya tersengal.

"Je... Jeno?" tanyanya dengan suara gemetar lalu memeluk laki-laki itu ketakutan.

"Aku takut." Ujar Karina lirih

"Jangan takut lagi, ada aku."

"Jeno, ini kau kan?" Ujar Karina takut ia hanya berhalusinasi atau bermimpi.

Crazy Girl vs Cold BoyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang