Bau wangi masakan sudah tercium. Hmm siapa yang masak? batin Posica. Ia padahal masih terbaring lesu di ranjangnya dengan menggunakan baju tidur hello kittynya.Ia pun beranjak keluar memastikan.
"Hei! Cepat mandi sana." suara bass yang begitu dikenalnya.
Posica baru sadar di sana ada Glenn yang sedang memasak. Glenn sudah rapi dibalutan kemejanya.
"Glenn!! apa yang kamu lakukan?" teriak Posica.
"Mandi gih. Aku tunggu. Hari ini orangtuaku mau bertemu denganmu lagi." ujar Glenn acuh tak acuh.
Posica hanya menurutinya. Ia kembali ke kamar untuk mengambil pakaian dan handuknya kemudian masuk ke kamar mandi.
Seusai mandi, Posica sudah dapat merasakan cacing di perutnya meronta-ronta. Ia pun menarik kursi dan memakan nasi goreng masakan Glenn. 'Not bad' batinnya.
****
"Inget bersikap biasa aja." ujar Glenn saat mereka sudah sampai di rumah orangtuanya.
Glenn turun dan menggandeng tangan Posica lagi. Posica hanya mengikutinya.
"Wah, Posica. Apa kabar?" uji nenek Glenn.
"Baik nek."
"Eh kalian kita sarapan dulu lalu membahas tentang pernikahan kalian." timpal bibi Glenn.
"Kami udah sarapan, Bi. Kalian aja lah." ujar Glenn membalas
"Kami juga udah. Ya, udah kita bahas tentang pernikahannya aja." ucap Mommy Glenn.
Posica seperti disamber gledek siang bolong. Dia tidak pernah merencanakan menikahi Glenn sungguhan.
"Belum sekarang tante!! Aku masih harus have fun. Bekerja, hangout, clubbing." ujar Posica.
"Kamu clubbing ?" tanya mommy Glenn lagi.
Pasti mommynya nggak bakalan setuju ni kalau tau aku clubbing pikir Posica.
"Iya, Ma. Kami kan ketemu di club." timpal Glenn.
Posica sudah dapat melihat perubahan di raut wajah mommy Glenn.
"Kalau kalian belum siap sekarang. Nanti saja tidak apa." ujar mommy Glenn.
'Yes. Bebas.' batin Posica.
"Okey mom. Kami pergi dulu. Aku harus ke kantor." ujar Glenn diikuti menarik tangan Posica.
Mereka pun meninggalkan rumah dengan senyum di wajah.
"Glenn, kamu tu keterlaluan tau nggak. Bikin orangtua kamu ngefly bakal dapat mantu. Eh, taunya mantunya agak 'nakal'." ujar Posica di dalam mobil.
"Sttt. Diam aja deh. Kamu ga tau aja berapa kali aku disiram air, jus, dll gara-gara kencan buta yang mereka buat." ujar Glenn menimpali.
"Apa sekarang sudah selesai?" tanya Posica kikuk.
"Belum lah. Tunggu sampai mereka menyerah. Aku sudah mulai melihat aura ketidaksukaan mommy denganmu."
"Ah, dasar gila.Semoga saja cepat selesai." ujar Posica.
"I wish." timpal Glenn.
Sepanjang jalan mereka pun menjahili satu sama lain. Hingga mereka tiba di apartment.
"Glenn aku masuk dulu ya."
"Ya. Nggak perlu di anterin kan? Aku sibuk ni." ujar Glenn ketus.
"Yaela, biasa aja kali jawabnya. Coba Arsen. Dia pasti nganterin gue sampe ke...." Ups.
Posica keceplosan. Dia bahkan tidak enak hati sendiri dengan Glenn. Mana ada sih orang yang suka dibanding-bandingin. Posica dapat melihat ekspresi Glenn yang berubah menjadi kecut. Dia marah ya? Tidak mungkin kan dia cemburu.
"Ya. Aku bukan Arsen. Males banget buang 5 menit berhargaku cuman buat nganterin kamu." balas Glenn yang dapat menohok hati Posica seperti pisau. Tajam.
"Yayaya. Bye." ujar Posica.
Posica berjalan di koridor lantai dua belas tempat ia tinggal. Ia pun memasukkan kode dan pintu terbuka. Seorang diri di apartment sangat membosankan. Plus tidak ada kerjaan. Glenn menyuruhnya tidak usah bekerja dulu beberapa waktu ini. Jadi, Glenn yang menanggung biaya hidupnya, tetapi Posica tetap mendapat profit dari Floristnya.
Posica merebahkan diri ke kasur pink empuknya. Ia memikirkan kejadian yang akhir-akhir ini menimpanya. Ujungnya, Ia lebih memilih pergi ke pulau kapuk. Sehabis pulang ia memilih tidur sampai siang. Lalu membuat makan siang dan membersihkan apartmentnya sampai sore. Sore ke malam ia hanya membaca novel atau komik.
Berbeda dengan Glenn yang pagi sampai malam dipenuhi tugas kantor dan rancangan-rancangan untuk mendukung perusahaan kedepan.
Hai readers!! Terimakasih telah membaca.
Ikuti terus kelanjutannya ya.
Vote dan Comment kalian sangat berarti
xoxx
KAMU SEDANG MEMBACA
Suddenly Married {SM}
Teen Fiction[END] Tangan kecil Posica sangat terasa 'fit' di genggaman Glenn Grissham, seorang cowok yang paling anti sama perempuan. Walau awalnya hanya hubungan rekayasa, tapi entah kapan bunga-bunga cinta tumbuh di antara mereka. **** "Kita sudah ketahuan G...
