Taman Bulgari merupakan taman tempat Posica dan Arsen bertemu. Taman itu paling dekat dengan apartmen Glenn dan Posica. Bunga-bunga di taman itu sedang bermekaran sekarang. Cuaca hari ini juga mendukung. Matahari tidak terlalu terik, udara sejuk berhembus. Di taman itu terdapat sepasang teman lama yang baru saja bertemu.
Posica mengiyakan ajakan Arsen dan betul, sorenya Arsen telah berada di depan pintu apartmentnya membawa sebucket bunga. Mereka lalu pergi ke taman itu. Posica cenderung santai dengan baju kodok selututnya, sedangkan Arsen menggunakan baju berkerah dengan celana panjang. 'Arsen memang imut dari dulu' batin Posica.
Setelah lama berbincang, hari semakin gelap. Arsen membawa Posica ke Airmaxx Cafe. Itu adalah cafe Galih. Sebenarnya Posica ingin menolak, tapi restaurant lainnya jauh. Ia tidak ingin Arsen pulang terlalu larut.
Awalnya semua berjalan dengan baik. Tidak ada Galih di situ. Namun, saat hendak keluar cafe, Posica bertemu dengan Galih. Galih sudah membawa gadis lain. Gadis itu tak lain adalah Lily, teman baik Posica. Posica temtunya terkejut, tapi Galih lebih terkejut lagi. Bukankah kemarin Posica sama Glenn? Galih juga menyadari bahwa Posica semakin cantik. Ia menyesali keputusannya mutusin Posica kemarin.
"Tunggu sebentar, aku ingin bicara dengan Posica." ucap Galih langsung menarik tangan Posica dan membawanya keluar.
"Galih lepaskan aku!! Kita sudah berakhir!!" bentak Posica
"Memang kita sudah berakhir, Posica, namun pikirkan statusmu sekarang! Kau adalah pacar Glenn Grissham"
"Apa pedulimu? Bukannya kau hanya mengencani wanita yang berbeda-beda? Sekarang kau bahkan mengencani Lily, teman baikku."
"Posica, maafkan aku. Aku tidak tahu bahwa Galih adalah mantanmu." ucap Lily dari kejauhan. Sontak Galih dan Posica langsung menoleh ke arahnya.
"Oh, tidak apa Lily. Aku pulang duluan."
Posica langsung meninggalkan mereka. Melihat mereka hati Posica sangat sakit. Luka yang hampir mengering terbuka kembali. Baru masuk ke apartmentnya, Posica terkejut melihat sosok Glenn Grissham duduk menunggunya pulang dengan masih menggunakan setelan kantornya.
"Glenn?"
"Hei. Kamu dari mana saja?"
"Mengapa? Aku baru saja dari taman. Hanya mencari udara segar."
"Jangan membohongi ku Posica. Galih telah memberitahuku. Apa kalian sedang berkencan?"
"Maksudmu aku dan Arsen?"
"Siapa lagi? Kalau kalian berkencan, hati-hatilah. Jangan sampai ibuku mengetahui." ujar Glenn sambil menghela napas panjang.
Setelah itu, Glenn meninggalkan Posica sendirian. Entah mengapa, Posica lebih sedih lagi sehabis Glenn mengizinkannya untuk berkencan dengan Arsen. Ia berharap skenario palsu ini cepat berakhir agar ia tidak terus terseret ke dalamnya.
***
"Ibu mertua... Mantumu sudah pulang dari Paris." teriak seorang gadis berambut panjang.
"Natalie!! Jangan berteriak di rumah kami." balas Ariana.
"Okey deh mommy. Ini Natalie bawain mommy oleh-oleh dari Paris."
"Jadi, bagaimana studymu di sana? Baik-baik saja kan?"
"Iya dong. Natalie sengaja cepat-cepat nyelesain biar bisa ketemu Glenn." ujarnya dengan senyum yang mengembang.
"Maaf Natalie, tapi kurasa kamu tidak perlu ketemu Glenn lagi. Glenn sudah punya tunangan dan sebentar lagi mereka akan menikah."
"Whatt!! Cewek mana yang bisa menarik perhatian Glenn ? Apakah nanti dia bakal dateng ke pesta ulangtahun perusahaan?"
"Ya. Kurasa kamu capek. Pulanglah dan istirahatlah Natalie. Sampai jumpa." ucap Ariana setengah mengusir.
Natalie Andrea merupakan seorang anak pengusaha berumur 21 tahun. Walau begitu, perusahaan ayahnya baru berkembang beberapa tahun yang lalu dan sudah pasti berbeda jauh dari perusahaan Grissham. Natalie dari dulu mengejar Glenn, sayangnya Glenn tidak pernah tertarik dengannya. Natalie baru selesai belajar dari Paris.
Ariana juga tidak terlalu menyukai Natalie, sifatnya sangat menjengkelkan terkadang dia juga sangat pecicilan.
Hai Readers!! Udah ada pemeran tambahan lain nih.
Terimakasih sudah membaca.
Vote dan comment kalian sangat berarti
xoxo
KAMU SEDANG MEMBACA
Suddenly Married {SM}
Teen Fiction[END] Tangan kecil Posica sangat terasa 'fit' di genggaman Glenn Grissham, seorang cowok yang paling anti sama perempuan. Walau awalnya hanya hubungan rekayasa, tapi entah kapan bunga-bunga cinta tumbuh di antara mereka. **** "Kita sudah ketahuan G...
