(34)

7.8K 261 1
                                        

POSICA POV

Mataku samar-samar melihat kamar dengan wallpaper putih ini lagi. Sinar matahari telah merayap masuk dari jendela kaca yang terletak tak jauh dariku. Hari ini sudah tepat satu minggu aku numpang menginap di rumah Lily Galih. Aku berencana akan kembali ke rumah lamaku hari ini. Walau aku benar-benar belum bisa melepaskan Glenn. Selama satu minggu ini, hanya Glenn yang kupikirkan. Apa aku beneran ter-obsesi sama dia? Wow. Baru kali ini aku seperti ini.Aku hanya makan tidur di sini sambil berceloteh dengan Lily. Lagian rumah mereka yang besar ini sudah mempunyai tenaga kerja yang cukup sehingga kami berdua hanya mengawasi.Dan karena itu berat badanku NAIK. Naik 3 kg. Sekarang pipiku tambah lebar dan tembem.

Aku beranjak dari kasurku dengan malasnya lalu mematikan air conditioner kamar khusus tamu ini. Setelah ruangan agak hangat, aku pergi ke toilet yang berada di dalam kamar untuk mandi.Aku menghidupkan shower untuk air panas lalu mandi seperti biasa. Pikiranku masih kacau. Aku berusaha menatanya setiap pagi. Sungguh menyedihkan. Sesudah mandi, aku segera mengeringkan tubuhku dan memakai baju rumah. Baju rumah yang kumaksud adalah daster bercorak bunga-bunga. Daster memang pakaian terbaik. Selain nyaman, daster juga dingin. Really my type.

Baru saja memakai baju dengan handuk yang masih di kepala, Lily memanggilku dari bawah. Mungkin ia ingin mengajakku makan. Aku pun bergegas keluar kamar menuruni tangga keramik melingkar untuk sampai di ruang makan. Ketika aku mendongakkan kepalaku, aku terkejut bukan main. Di sana bukan hanya ada Lily dan Galih, tetapi ada tanteku dan sepupuku yang dari Medan. Dan yang paling membuatku speechless. Di sana ada GLENN. Apa aku halu ya? Aku mencoba mencubit-cubit tanganku dan mengucek-ngucek mataku, tapi mereka memang nyata.

"Ini bukan mimpi kok, Ms.Lugue." suara bass yang selama ini aku rindukan mengalun di ruang makan.

Aku hanya diam mematung.Tidak tau mau berbuat apa. Apalagi rencana Glenn sampai membawa tante dan sepupuku?

"Glenn, ikut aku sebentar." ujarku sambil berjalan menuju taman rumah Lily.

Glenn hanya mengekoriku dari belakang. Pakaian Glenn sudah sangat rapi dengan setelan suit berwarna silver.Sedangkan aku? Hanya memakai daster dengan handuk di kepala ditambah wajah ngantuk. Sungguh memalukan.

"Glenn.Ngapain kamu sama tante dan sepupuku?" tanyaku sesampainya di taman.

"Aku ingin melamar kamu Posica. Kalau kita menikah, pasti mereka harus hadir bukan?" balas Glenn.

Jawaban dari Glenn benar-benar membuatku bingung.Bukannya hubungan kami sudah tidak ada harapannya lagi?

"Glenn, jangan gila! Ibumu sudah nggak setuju sama aku. Ini nggak bisa diterusin." ujarku sambil menjaga volume suaraku.

"Ibuku sudah setuju kok. Aku bahkan sudah menyebar undangan.Hari ini kita tinggal fitting baju dan foto pre-wedding." ucapnya.

Undanganku telah disebar?Artinya Lily dan Galih sudah tau semua ini, tetapi mereka hanya diam saja. Benar-benar. Perasaanku sekarang? Jelas senang dicampur panik. Fitting baju dan ambil foto pre-wedding dalam satu hari. Apa keburu?

"Kalau kamu takut nggak keburu, cepat ganti bajumu dulu gih." ujar Glenn sambil menunjuk dasterku.

Aku hanya mengangguk lalu berjalan cepat, masuk ke dalam rumah. Aku kemudian menaiki tangga dengan cepat. Aku sungguh tidak percaya ini akan terjadi. Aku dengan cepat membuka lemari dan memutuskan baju yang akan kupakai. Aku memilih sebuah dress semi formal selutut bermotif catur dengan sedikit polesan lipstik merah di bibirku. Kemudian aku menyambar tas kecil warna putihku dan langsung keluar lagi. Aku sangat terburu-buru. Baru keluar dari kamar, ada sebuah badan tinggi yang berada di depanku sehingga aku tidak sengaja menabraknya.Saat aku menoleh, ternyata itu Glenn.Dia udah stay di depan kamar daritadi. Ya ampun.

"Apa kamu nggak mau minta maaf telah menumburku?" tanya Glenn sengaja.

Aku hanya tersenyum ke arahnya lalu berjalan.Namun, ia menarik tanganku sehingga sekarang kami berhadapan. Saat-saat seperti ini masih saja membuatku gugup. Kemudian kedua tangannya menyentuh kedua pundakku. Aku tidak tau apa yang akan ia perbuat. Ia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku hanya memejamkan mata sampai aku merasa bibirnya mendarat pada keningku.

"Kamu berharap aku menciummu di bagian mana, Ms.Lugue?" tanya Glenn menggoda.

"Aku tidak mengharapkan itu, Glenn. Jangan nuduh sembarangan. Ayo pergi." balasku malu.

Masih di posisi kami yang tadi, tiba-tiba Glenn bergerak. Aku terkejut saat bibirnya telah mendarat bibirku. Glenn bergerak cepat. Aku mendorong badannya sedikit sehingga ciuman kami lepas dan menatapnya lekat-lekat.

"Kenapa? Sebentar lagi kita kan akan menikah juga. Hitung-hitung latihan untuk pemberkatan nanti." ujar Glenn santai.

"Latihan apaan. Ayo turun." balasku sambil berjalan di depan Glenn menuruni tangga rumah Galih.

Kami memutuskan untuk pergi berdua. Sedangkan tante dan sepupuku kami titipkan dulu pada Galih Lily untuk istirahat di rumahnya sebentar karena mereka pasti capek habis dapat penerbangan pagi tadi.Untungnya Galih Lily tidak keberatan.

Mobil Glenn telah berjalan sedari tadi. Aku merasa Glenn membawaku pergi jauh masalahnya tidak sampai-sampai ke tempat tujuan. Aku jadi tidak sengaja tidur di mobilnya. Mobil Glenn sangat nyaman sehingga menggodaku untuk tidur beberapa saat.

***

"Itu agak ditarik sedikit mbak.Sini saya ikatkan." ujar salah seorang pegawai di butik khusus wedding gown ini.

"Makasih mbak." balas Posica.

Posica sudah hampir satu jam mencoba wedding gown, namun Glenn tidak menyetujui gown yang daritadi dicobanya.

"Glenn. Bagaimana dengan yang ini?" tanya Posica saat tirai ruang ganti dibuka.

"Masih kurang.Coba gaun yang terakhir kupilihkan. Mbak, tolong dibantu dia pakai gown tadi ya." ujar Glenn sambil membuka handphonenya.

Lagi-lagi Posica harus membuka gown nya. Ia kemudian menyematkan gown putih panjang itu ke badannya. Gown ini sederhana, tapi modelnya sangat unik. Gown ini cenderung tertutup dengan brukat di bagian tangan sampai ke siku. Modelnya press body sampai pinggul. Seterusnya bloom sampai ke kaki. Sebenarnya, kami hanya mencari gown untuk pemberkatan. Gown untuk resepsi sudah dibuatkan Glenn khusus di seorang designer terkenal dan akan sampai besok. Tirai terbuka lagi dan Glenn terpaku melihat Posica memakai gown itu. Matanya melihatnya lekat-lekat dari atas hingga bawah.

"Great. Kami ambil yang ini." ujar Glenn lalu tegak.

Hai readers!! Terimakasih telah membaca Suddenly Married. Nggak kerasa udah mau End ya. Huhuhu.
Btw, Author juga lagi nulis cerita baru. Judulnya 'Love 5 Sec' Dibaca ya!!!

Voment kalian sangat berarti!
Salam hangat, Author.

Suddenly Married {SM}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang