*Kantor, Kafe VIP, Raka Frustasi, Bima Jujur Tanpa Filter*
---
*RUMAH BIMA. JAM 06.10 PAGI.*
Setelah keluar dari rumah sakit, Bima akhirnya pulang ke rumahnya.
Setelah melewati drama panjang dengan edisi ngambek Bima terhadap keluarganya.
Tiga hari. Tiga hari Bima nggak ngomong sama Bhaskara.
Nggak ngomong sama Laura.
Nggak ngomong sama siapa-siapa.
Kecuali Anaya.
Bima cuma bicara pada Anaya.
Makan disuapin Anaya.
Minum diambilin Anaya.
Tidur pun maunya meluk Anaya.
Dan itu membuat Bhaskara kesal bukan main.
"Anak durhaka," gerutu Bhaskara tiap malem. "Udah gede, ngambeknya masih kayak TK."
Namun berkat kesabaran Anaya, akhirnya keluarga itu bisa berbaikan.
Anaya yang bujukin Bima. Anaya yang nyuapin Bhaskara. Anaya yang jadi jembatan.
Laura bersyukur bisa mendapatkan Anaya sebagai calon menantunya.
Gadis itu pandai memenangkan hati Bima.
Padahal caranya simpel.
Peluk. Cium kening. Bisik, _"Udah ya sayang, jangan marah-marah lagi. Nanti cepet tua."_
Langsung luluh.
Namun ada satu sikap Bima yang keluar setelah mengenal sosok Anaya.
Cowok itu akan gampang merajuk jika ada yang mendekati Anaya.
Dikit. Sekilas. Senyum doang.
Bima langsung mode jet tempur.
Bima juga bingung dengan sikapnya.
Yah, dia sadar akan perubahan dirinya.
Dulu, dia benci disentuh.
Sekarang, dia yang nggak bisa jauh sejengkal dari Anaya.
---
*JAM 06.30. DAPUR.*
"Lagi masak apa Nay?" Laura menghampiri Anaya yang tengah berkutat dengan peralatan dapurnya.
Anaya pake celemek pink. Rambut dikuncir. Daster selut. Tapi cakepnya kebangetan.
"Bikin bekal makan siang Mah. Tadi Bima nelpon pengen masakan rumah," Anaya jawab sambil aduk tumisan ayam teriyaki. Wangi.
"Mama bantuin," Laura cuci tangan.
"Gak apa Mah, udah selesai kok," Anaya senyum. Nunjuk kotak bekal susun 3. "Ini buat Bima. Ini buat Papa. Ini buat Mama."
"Makasih sayang. Kamu udah nerima anak Mama yang manja," Laura peluk Anaya dari samping. Terharu.
"Engga kok Mah. Bima nggak manja. Dia hebat. Dan aku bangga," Anaya jawab tulus. "Ya udah Mah, Nay berangkat dulu."
Ambil tas. Ambil kotak bekal.
---
*LOBBY KANTOR BHASKARA GROUP. JAM 09.10.*
Begitu tiba di lobby kantor, semua resepsionis langsung berdiri.
"Akhirnya Mbak datang juga," Pak Ujang, OB senior, nyamperin. Napas lega. "Satu kantor udah kayak kuburan Mbak."
"Loh ada apa Pak?" Anaya bingung.
"Semua orang kena marah Pak Bima hari ini," Pak Ujang bisik-bisik. "Dari manager sampe cleaning service. Gara-gara presentasi salah titik koma."
Anaya senyum kecut. _Kumat._
"Bima marah pasti ada alasan," Anaya belain.
"Waktu Pak Bima kecelakaan, kita kalah tender Mba. Karena nggak ada yang bisa gantiin Pak Bima. Pak Bhaskara sampe turun tangan tapi tetep kalah," Pak Ujang curhat. "Jadi dari kemarin auranya Pak Bima... serem Mba."
"Oh, gitu. Ya udah saya naik dulu Pak," Anaya pencet lift. _Pantes 3 hari nggak pulang. Lembur._
---
KAMU SEDANG MEMBACA
Bima (Tamat)
Romance*⚠️ WARNING 21++ ⚠️* *KATA KASAR, OBSESIF, KEKERASAN, ADEGAN DEWASA, ALTER EGO PSYCHO* Anaya Putri Valentina. Putri konglomerat. Manja. Barbar. Nggak kenal kata malu. 3 tahun ngejar Bima Arya Putra Bhaskara. Ketua OSIS. Anak CEO. Dingin. J...
