3rd POV
Brrruuukkkk.....
Darah keluar darii mulut Haechan dan Shotaro, punggung mereka yang menabrak tembok dengan keras menghantarkan rasa sakit yang tiada tara seakan semua tulang mereka remuk. Baik Lucas, Mark, ataupun Sungchan tak bisa mendekat akibat serangan penjaga yang tak sedikitpun memberi ruang bagi mereka
Bahkan hanya untuk bernafas dengan benar
Haechan dan Shotaro perlahan bangkit dengan menumpukan tangan mereka pada tembong disamping mereka, keduanya mengambil botol ramuan yang bisa sedikit menyembuhkan mereka. Rasa pahit dan aneh dikalahkan dengan rasa sakit diseluruh tubuh, keduanya mulai ikut dalam pertarungan. Haechan merapalkan rune untuk menyiptakan bom dan Shotaro ikut menyerang dengan melemparkan mantra elemen
Geraman dan disusul teriakan terdengar dari salah satu penjaga yang tangannya hancur oleh serangan Mark dan Lucas. Teriakan kedua terdengar setelah Sungchan menyerang salah satu kaki penjaga, sehingga membuat hilangnya keseimbangan dari penjaga itu. Teriakan ketiga menggema sampai menghilang bersamaan dengan serangan Shotaro pada area jantung penjaga itu
sssllllaaassshhhh..........
Geraman rendah terdengar dari Sungchan disusul dengan tubuhnya yang ambruk, Ia terlambat menghindari serangan dari penjaga dengan tombang digenggamannya. Bom dengan daya ledak kecil tak menghentikan langkah penjaga itu dalam mengayunkan tombaknya, kali ini Lucas harus merasakan tajamnya tombak milik sang penjaga
"Tangkap ini" ujar Shotaro melemparkan belati dengan benang dipangkal belatinya
Haechan mengangguk dan keduanya bergerak kearah penjaga itu, mereka bergerak dalam dua kali putaran penuh untuk mengikat kaki penjaga itu. Cukup berdampak tapii tidak signifikan karena penjaga itu menyadari dan mengajunkan pangkal tombaknya ke arah Shotaro, sehingga membuat pria itu terdorong mundur
Haechan merapalkan mantra es untuk membekukan kaki penjaga itu dengan Lucas yang bersiap menyerang dengan matra api miliknya, Shotaro dengan cepat merapalkan mantra air yang membuat sang penjaga basah dan Sungchan dengan cepat merapalkan matra petir untuk memberi daya ledak yang besar
tombak milik penjaga itu terjatuh akibat serangaan beruntun, Mark mengambil kesempatan itu dan dengan nekat ia menontarkan tombak itu balik kepemiliknya. Tombak tepat mengenai jantung penjaga dan menghancurkan seluruh tubuh penjaga itu
"Akhirnya....." Ucap Mark meluruskan kakinya diatas pasir yang menjadi sisa tubuh penjaga yang ia kalahkan
"Sekarang.... bagaimana cara kita keluar?" ujar Shotaro
"Kemari...." ucap Lucas yang berdiri di altar tempat permata diletakkan
"Ruby? hanya ruby?" ucap Mark sesampainya ia didekat Lucas
"Dimana batu Sapphirenya? ucap Haechan
"Kita mundur dulu, tidak mungkin untuk memaksa melanjutkan quest ini" ucap Mark
"Tidak Mark, sebaliknya akan tanggung untuk tidak melanjutkan quest ini. Kita sudah setengah perjalanan" ucap Lucas
"BRENGSEKKKKKK.....!!!!! APA KAU TIDAK MELIHAT KONDISI YANG LAIN!!!" ujar Mark sembari mencengkram kerah jubah Lucas
"Kau bukan malaikat Mark, buang jauh - jauh topeng malaikatmu" ucap Lucas menghempas tangan Mark
"Tak perlu menjadi malaikat untuk mengambil keputusan"
"Kita lakukan voting, aku lanjut" ucap Sungchan
"Aku lanjut" ucap Lucas'
"Aku mundur" ucap Mark dan Shotaro
KAMU SEDANG MEMBACA
Sternzeichen S2 [Sacrifice]
FantasyPetualangan anggota The Cruinne terus berlanjut, menguak misteri yang terjadi di Akademi Sternzeichen. Sedikit demi sedikit rahasia yang terbongkar membuat setiap penyihir mengalami dilema akan posisinya Mereka yang bertahan dihadapkan akan kenyataa...
![Sternzeichen S2 [Sacrifice]](https://img.wattpad.com/cover/299232627-64-k454492.jpg)