He Is My Bofyguard

1.6K 85 3
                                        


Mereka semua pun akhirnya masuk ke ruang musik. Beruntungnya Park Seonsaengnim belum datang sampai lima menit kemudian.
"Hallo Class, kali ini kita ada praktek vocal. Kalian harus bernyanyi acoustic, mengaransemen lagu yang berirama cepat menjadi lebih teratur dan lebih lambat"Ucap Park Seonsaengnim.
Terdengar kasak-kusuk siswa-siswi yang merasa terbebani.
"Saem tak mengiznkan kalian bernyanyi lagu kalian sendiri bagi yang berstatus penyanyi"Ucap Park Seonsaengnim.
"Mati aku"Ucap Subin.
"Aigoo... bagaimana ini"Ucap Yaejin.
"Aku juga tak tahu Yaejin"Balas Lyra.
"5 menit Saem berikan untuk memikirkan lagu apa yang akan kalian bawakan"Ucap Park Seonsaengnim yang kini sudah duduk di dekat Piano.
"Saem"Jeongmin mengankat tangan.
"Ada apa?"Tanya Park Seonsaengnim.
"Menurutku ini sangat sulit Saem, kami belum ada persiapan jika hanya 5 menit"Ucap Jeongmin yang sepertinya peka terhadap isi pikiran teman-temannya.
"Ne Saem"Ucap beberapa siswa.
"Kalian berada di kelas 2-A, apa kalian mau Saem meminta Kyojangnim untuk mentest ulang kalian? Bukankah kalian memang dipersiapkan untuk siap dalam keadaan apapun?"Tanya Park Seonsaengnim.
Pertanyaan Park Seonsaengnim berhasil membungkam semuanya. Pasrah!
Lyra memikirkan lagu apa yang akan ia nyanyikan. Pertama kali dalam hidupnya mendapat pelajaran seperti ini. Dulu, ia hanya berkutat di pelajaran akademik di sekolah.
1 menit, 1 menit 40 detik, 2 menit 30 detik, 4 menit, 4 menit 34 detik, waktu terus berjalan.
"Okay, waktu sudah habis. Yang pertama maju, Lyra Sakuraina"Ucap Park Seonsaengnim.
Lyra membulatkan matanya.
"Omona"Ucapnya.
"Kurasa Saem ingin mengetahui kemampuannya"Gumam seseorang dibelakang Lyra.
"Kau pasti bisa Lyra-ya, hwaiting"Ucap Yaejin.
"Gomawo Yaejin-ah"Balas Lyra.
Lyra pun maju ke depan. Semuanya memperhatikannya yang duduk di kursi pesakitan.
"Apa lagu yang ka bawakan?"Tanya Park Seonsaengnim.
"Simple Plan yang berjudul Jet Lag"Jawab Lyra.
"Mulai"Ucap Park Seonsaengnim.

Lyra menarik napas dan menghembuskannya, ia mulai bernyanyi.

What time is it where you are?
I miss you more than anything
And back at home you feel so far
Waitin' for the phone to ring
It's gettin' lonely livin' upside down
I don't even wanna be in this town
Tryin' to figure out the time zones makin' me crazy

You say good morning
When it's midnight
Going out of my head
Alone in this bed
I wake up to your sunset
And it's driving me mad
I miss you so bad
And my heart, heart, heart is so jet-lagged
Heart, heart, heart is so jet-lagged
Heart, heart, heart is so jet-lagged, is so jet-lagged

Lyra bernyanyi dengan suara merdu, dan menarik. Ia bisa menguasai ekspresinya. Walaupun suaranya tak sebagus Beyonce atau Mariah Carey. Ia berhasil membuat teman-temannya menikmati nyanyiannya. Begitu pun Park Seonsaengnim yang tersenyum di akhir lagu.
"Kurasa Kyojangnim tak salah memasukkanmu langsung ke kelas 2 dan 2-A"Ucap Park Seonsaengnim.
"Kamsahamnida Saem"Jawab Lyra.
Hosoek yang mengira Lyra akan mendapat celaan dari Park Seonsaengnim hanya bisa membulatkan mulutnya tak percaya.
Ternyata dia bukan gadis biasa, aku mengincarnya untuk menjadi yeojachinguku, Gumam Jong In dalam hati.

********

Hwang Chansung menunggu di depan gerbang bersama Lee Ahjussi.
"Kau tidak makan dulu? Biar aku yang menjaga disini"Ucap Lee Ahjussi.
"Tidak apa-apa Ahjussi? Tapi bagaimana nanti...."
"Sudah tidak apa. Kurasa Nona menikmati harinya"Potong Lee Ahjussi.
"Arasseo. Aku akan makan dengan cepat"Jawab Chansung lalu beranjak.
Semoga dia benar-benar menikmati sekolahnya, Gumam Chansung dalam hati.

**********

Bel pulang sekolah berbunyi, para guru menghentikan pelajaran yang mereka berikan yang disambut antusias para murid.
"Besok ada kelas dance. Jangan lupa membawa celana Olahraga dan atasan bebas"Ingat Yaejin.
"Ne"Jawab Lyra.
"Hey Sakura, kau pulang sendiri? Kajja! Aku antar"Ucap Jong In.
"Ya! Jong In-ah, kau kan pulang dengan Sehun dan Kyungsoo Sunbae"Balas Yaejin.
Sedangkan Lyra yang baru selesai merapikan peralatan sekolahnya hanya diam. Lyra menggendong tasnya dan beranjak. Jong In sedikit kesal karena selalu diacuhkan oleh Lyra.
"Ya! Kau tuli eoh?"Tanya Jongin.
"Kajja Yaejin. Kita ke gerbang bersama"Ucap Lyra.
Yaejin mengangguk dan meninggalkan Jong In yang masih kesal.
"Sudah kukatakan, dia menyebalkan"Ucap Hoseok memanas-manasi.
Lyra berjalan di koridor, dan disepanjang jalan ia selalu menjadi pusat perhatian layaknya Puteri Mahkota Kerajaan Inggris. Tapi Lyra tak perduli dan terus berjalan sambil berbincang dengan Yaejin.
"Lihatlah dia sangat menyebalkan"Ucap Hyeri.
"Sudahlah Hyeri-ah, kau tidak boleh mengganggunya. Walaupun kau hanya mengerjainya karena dia anak baru, kau kan sudah mendapat ancaman dari Kyojangnim. Kau mau reputasimu sebagai member girlgroup dicap buruk dan seorang pembully?"Tanya seorang Minah.
"Aniyo Eonnie. Aku hanya kesal karena semuanya memperhatikan dia. Bahkan tadi aku melihat Hongbin Sunbae memperhatikannya"Jawab Hyeri.
"Yasudah biarkan saja"Balas Minah.
Disisi lain, Jong In berjalan di lapangan menuju gerbang bersama Sehun dan Kyungsoo.
"Bagaimana murid baru yang cantik itu?"Tanya Kyungsoo.
"Dia menyebalkan Hyung, aku berusaha mendekatinya tapi dia tak memperdulikanku"Jawab Jongin.
"Sudah kubilang kkamjong, dia sama saja dengan yang lainnya. Itu pasti hanya triknya agar kau semakin penasaran dengannya"Balas Sehun.
"Tapi dia benar-benar menarik. Kau tahu? Tadi dia membuat Hoseok merasakan senjata makan tuan. Jebakan yang harusnya mengenai Sakura malah mengenai Go Seonsaengnim"Jawab Jongin.
"Jinjja?"Kyungsoo sangat antusias.
Jong In mengangguk.
"Nugu? Sakura?"Tanya Sehun.
"Ne, aku lebih suka memanggilnya Sakura haha"Jawab Jongin.
Sebenarnya aku penasaran dengan gadis itu. Jongin yang biasanya cuek dengan gadis bahkan berusaha mendekatinya, gumam Sehun dalam hati.
"Itu... itu Lyra"Ucap Kyungsoo sambil menunjuk Lyra.
"Sebentar Hyung, aku ingin menghampirinya"Jawab Jong In.
"Sakuraaaaaaa"Panggil Jong In.
Lyra masih terus berjalan menuju gerbang bersama Yaejin. Hingga langkahnya berhenti saat ada sebuah tangan menyentuh pundaknya. Lyra menoleh.
"Hong...hongbin sunbae"Gumam Yaejin.
"Tadi Jung Kyojangnim memintaku untuk memberikanmu ini"Ucap Hongbin sambil menyodorkan sebuah buku berwarna biru dengan sampul gambar gedung sekolah mereka.
"Ige mwoya Sunbae?"Tanya Lyra.
"Ini buku panduan siswa"Jawab Hongbin sambil tersenyum.
Tersenyum malaikat, yang bisa membuat para gadis kelabakan salah tingkah. Lyra saat ini sudah mendapat tatapan iri dari beberapa siswi yang melihatnya.
"Ya! Kurasa kau benar-benar tuli eoh? Sudah kupanggil Sakura berkali-kali tapi tidak berhenti"Ucap Jong In yang baru tiba.
Lyra, Yaejin dan Hongbin mengalihkan pandangannya ke Jong In.
"Oh, Kai"Ucap Hongbin.
"Sunbae"Balas Jong In.
"Sudah kubilang jangan panggil aku Sakura"Ucap Lyra.
"Tapi namamu juga Sakura, aku lebih suka memanggilmu itu"Balas Jong In.
"Terserah padamulah, yang jelas jangan harap aku memperdulikanmu"Ucap Lyra.
"Kamsahamnida Sunbae"Ucap Lyra pada Hongbin.
"Sillyehamnida Nona, sudah saatnya pulang"Ucap seseorang.
Mereka semua menoleh ke sumber suara. Chansung. Dia langsung membungkuk sopan untuk Lyra.
"Woooow, tampan"Gumam Yaejin.
"Kenapa harus menghampiri kesini"Gumam Lyra yang bisa terdengar oleh Yaejin, Jongin dan Hongbin.
"Kau siapa?"Tanya Jongin pada Chansung.
"Saya pengawal pribadi Nona Lyra"Jawab Chansung.
"Mwo?"Yaejin terkejut.
Beberapa siswa seperti Sehun, Kyungsoo, Sungjae, Hyeri, Minah, Hoseok, Jimin dan lainnya membulatkan mata tak percaya.
"Kau seperti Puteri saja harus menggunakan pengawal"Ucap Yaejin.
"Ini semua karena Appaku, sebelumnya minimal 4 pengawal yang mengikutiku. Sampai aku kabur dan akhirnya harus menerima takdir diikuti kemanapun olehnya"Bisik Lyra yang masih di dengar Hongbin dan Jongin.
"Daebak! Aku dengan senang hati bersedia dikawal jika pengawalnya setampan dia"Ucap Yaejin.
Pletak...
"Auuwwww"Yaejin mengelus kepalanya yang barusaja terkena pukulan Jongin.
"Yasudah, aku pulang dulu ne? Hongbin Sunbae gomawoeyo, Yaejin, Jongin aku pulang"Ucap Lyra.
"Jaljjayo Sakura"Balas Jongin.
Chansung membukakan pintu mobil untuk Lyra, dan menutupnya setelah Lyra masuk. Heol! Beberapa siswi makin iri dengannya. Iri dengan hal yang bahkan tak Lyra sukai.
Mobil Lyra pun melaju meninggalkan sekolah.
"Sakura benar-benar seperti seorang Princess"Ucap Jong In.
Sehun dan Kyungsoo menghampiri Jong In yang masih bersama Yaejin dan Hongbin.
"Tapi dia bilang padaku, dia lebih ingin menjadi gadis biasa. Dia bilang semua yang Ayahnya memperlakukannya layaknya seorang Puteri yang harus dijaga, padahal ia hanya puteri dari seorang Duta Besar dan bukan seorang presiden"Ucap Yaejin.
"Sepertinya dia gadis yang apa-adanya"Ucap Hongbin.
"Aku setuju denganmu Sunbae"Ucap Yaejin.
"Tapi dia sungguh menyebalkan karena mengacuhkanku"Ucap Jong In.
"Mungkin karena kau berlebihan"Ucap Hongbin.
"Kkamjong, Kajja kita pulang"Ucap Sehun yang sedari tadi hanya mendengar percakapan itu.
"Eoh, aku pulang ne?"Ucap Jong In.
"Aku juga, sunbae aku duluan"Ucap Yaejin.
"Ne"Jawab Hongbin.
Di mobil,
"Aku ingin jalan-jalan dulu"Ucap Lyra.
"Jweisonghamnida tapi hari ini Nona harus langsung pulang"Jawab Chansung.
"Ayah bilang kau harus menuruti kemana aku ingin"Balas Lyra.
"Tapi hari ini tidak bisa, nanti malam akan ada makan malam keluarga. Duta Besar meminta saya untuk langsung membawa Nona kembali"Ucap Chansung.
"Keluarga? Yang kau maksud keluarga itu Ayah dan aku?"Tanya Lyra.
"Bukan Nona, akan ada yang mengunjungi kediamanmu. Tapi saya tidak tahu siapa"Jawab Chansung.
Lyra pun mengangguk.
Siapa? Keluarga? Dari Indonesia?"Gumam Lyra.

I'm (not) A PrincessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang