Jong In's Dorm

1.2K 68 0
                                        

Happy Sunday! Hari ini hari yang membosankan jika Jong In tidak memintanya berkunjung ke Dormnya. Pagi ini ia sudah rapih dengan kaos dan celana panjangnya. Rambutnya ia cepol keatas.
“Nona yakin akan pergi ke sana?”Tanya Chansung.
“Ne. Lalu sorenya kita ke Dorm Yoongi Oppa karena hari ini mereka sedang tidak ada jadwal”Jawab Lyra.
“Kajja!”Ucap Lyra.
Lyra pun berangkat menuju tempat tujuannya.
Setelah Lyra mengceritakan kekesalannya semalam, Jong In memintanya datang agar ia tak bosan jika harus dirumah. Tentu dengan senang hati Lyra mau.
Ponsel Lyra berdering, sebuah pesan.

097589XXXX 08:15
Lyra-ya, nanti sore kau jadi ke Dorm kami kan?

Lyra 08:16
I’m sorry, nuguseyo?

097589XXXX 08:16
Ini aku, Jin J :)
Lyra 08:17
Aigoo, ternyata kau Oppa. Ne, nanti aku ke Dorm kalian hehehe. Tunggu aku ne?

097589XXXX 08:17
Tentu saja, I’m waiting you baby girl :P

Lyra tertawa karena Jin memanggilnya baby girl. Hingga Chansung melihat Lyra dari kaca spion.
Akhirnya mereka sampai di basement. Lyra hendak membuka pintu,
“Agasshi”Panggil Chansung yang menghentikan Lyra.
“Wae?”Tanya Lyra.
“Pakai ini”Ucap Chansung sambil memberikan sebuah topi hitam.
“Untuk?”Tanya Lyra.
“Saya khawatir ada paparazzi, dan bisa membuat Nona terlibat skandal. Sebaiknya dipakai untuk menutupi wajah Nona”Ucap Chansung.
“Geurae”Jawab Lyra lalu mengambil dan memakainya.
Betapa perhatian dan sigapnya Chansung, sayang Lyra tak menyadarinya.
Setelah itu ia keluar mobil dan menuju lift untuk ke lantai 3 yang tentunya diikuti Chansung. Sesampainya di lantai 3, setelah lift terbuka, Lyra dapat melihat sesosok lelaki berkulit gelap bernama Kim Jong In.
“Ternyata kau benar datang”Ucap Jong In.
“Jadi kau menungguku disini? Sahabat sejati hahaha”Jawab Lyra yang langsung mendapat rangkulan dipundaknya.
“Maaf Jong In-ssi, sebaiknya Anda tidak merangkul Nona Lyra seperti itu”Ucap Chansung yang berjalan dibelakang.
Dengan terpaksa, Jong In melepas rangkulannya sambil berdecak.
“Dia menyebalkan”Bisik Jong In.
“Memang, bisakah kau membuatnya tak ikut masuk ke dalam Dorm?”Tanya Lyra juga dengan bisikan.
Jong In mengangguk.
Sesampainya di depan pintu Dorm,
“Mianhamnida, aku hanya mengizinkan Lyra masuk. Karena didalam sudah ada 12 lelaki, jadi terasa pengab jika harus ada satu lagi”Ucap Jong In.
“Tapi Agasshi, tidak baik Agasshi ada di dalam satu ruangan dengan banyak lelaki”Ucap Chansung.
“Tenang saja, mereka temanku. Mereka tak akan melakukan hal buruk padaku. Kau tunggu saja disini, okay?”Jawab Lyra.
Jong In pun memencet password Dorm dan membuka pintu. Chansung pasrah melihat Lyra masuk, tanpa ia bisa ikut. Ia hanya berharap ada yang mengajaknya masuk.
“Highfive”Lyra dan Jong In berhighfive ria setelah membuat Chansung terjebak diluar Dorm.
“Kau sudah datang?”Terdengar suara seseorang.
Lyra menoleh.
“Oh, Annyeonghaseyo ehmmm…..”
“Chen, panggil saja chen”Ucapnya.
“Arasseo. Mianhaeyo, aku belum menghapal semuanya”Jawab Lyra.
“Tak Apa”Jawabnya.
“Ya! Lyra-ya, kau sudah datang? Cepat kemari”Ucap seeorang dari dalam.
“Neeee”Jawab Lyra.
Jong In pun membawa Lyra ke ruang keluarga. Disana semua member sedang berkumpul.
“Annyeonghaseyo”Sapa Lyra dengan senyum mengembangnya.
“Annyeong Lyraaaa, silahkan duduk”Ucap Kyungsoo.
“N..neee… silahkan du…duk”Lanjut Suho.
Jong In dan beberapa member lainnya menatap Suho heran. Ucapannya barusan terdengar gugup.
Lyra pun duduk di sofa.
“Kau sudah makan?”Tanya Chanyeol.
“Kau mau minum apa?”Tanya Baekhyun.
“Eh? Ehm aku sudah makan hehe. Terserah apa saja”Jawab Lyra.
“Bukankah kau selalu diikuti Pengawalmu?”Tanya Lay.
“Ehm… itu…”
“Aku menyuruhnya tunggu di depan saja. Kasihan Sakura selalu diikuti”Potong Jong In.
Lyra mengangguk setuju.
“Kau tak boleh begitu. Dia juga tamu Kkamjong”Ucap Xiumin yang langsung beranjak dari duduknya menuju pintu.
Lyra menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ia tahu apa yang dilakukan Xiumin. Dia akan membiarkan Chansung masuk. Buruknya tak ada yang berani menentangnya karena dia tertua.
“Tidak apa-apa, dia juga tak mengganggu”Ucap Luhan yang membuat Lyra menatapnya.
“Tetap saja tidak bisa bebas”Jawab Lyra.
Benar bukan? Mau berbuat ini pasti diperingati, melakukan ini, pasti dinasehati. Hellooo, she is not a beauty queen or a Princess. Tapi, seandainya Lyra tahu Chansung berbuat seperti itu untuk yang terbaik.
Muncullah Xiumin diikuti Chansung. Lyra mengkerucutkan bibir kecilnya menyambut Chansung. Chansung hanya bisa membungkuk minta maaf.
Mereka pun bercengkerama, bercanda sambil bermain games secara bergantian. Lyra sungguh senang karena bisa bermain disini. Ia tak menyadari ada Sehun yang mengamatinya. Tapi Chansung tahu itu.
Ponsel Lyra berdering, sebuah telepon masuk.
“Yeoboseyo”
“………”
“Aku di Dorm Jong In. Waeyo Oppa?”
“………”
“Kau kan tahu aku masih kesal dengan Ayah Oppa”
“……….”
“Kau saja yang beritahu”
“……..”
“Tapi….”
“……….”
“Benar juga. Geurae, aku akan menghubungi Ayah”
“……….”
“Ne, aku nanti kesana. Gomawoeyo Oppa”

Lyra memutuskan sambungan telepon.
“Nugu?”Tanya Jong In.
“Yoongi Oppa”Jawab Lyra.
Jong In mengangguk mengerti.
“Jadi kau benar adik sepupu Min Yoongi?”Tanya Tao.
“Memangnya terdengar bohong?”Tanya Lyra.
“Aniyo, hanya saja….”
“Tidak mirip?”Potong Lyra.
Tao menangguk.
“Yoongi Oppa sepupu jauhku. Cukup lama kalau harus dijelaskan”Jawab Lyra.
Kyungsoo beranjak dari duduknya.
“Kau mau kemana?”Tanya Kris.
“Membuat cemilan”Jawab Kyungsoo.
“Sunbae, aku boleh membantu?”Tanya Lyra.
“Kajja!”Jawab Kyungsoo.
Lyra pun mengokir D.O a.k.a Kyungsoo ke dapur. Disana ternyata ada Sehun yang sedang membuat kopi.
“Biasanya kau menyuruh orang kalau mau membuat kopi”Ucap Kyungsoo
“Kau mau membuat makanan Hyung?”Tanya Sehun.
“Ne”Jawab Kyungsoo
Sehun pun duduk di kursi makan yang ada di dapur. Ia melihat Lyra yang membantu Hyungnya membuat makanan itu.
“Kkamjong bilang kau ditinggal Ayahmu ke Indonesia?”Tanya Kyungsoo.
“Ne Sunbae”Jawab Lyra murung.
“Hey, aku jadi ingin ke Indonesia lagi”Ucap Kyungsoo
“Kau pernah kesana?”Tanya Lyra.
“Tentu saja. Saat konser agensiku di Jakarta”Jawab Kyungsoo
“Ah, pasti senang jadi dirimu yang bisa ke sana setiap saat dan tinggal disana”Lanjut Kyungsoo
“Kau salah Sunbae. Bisa dihitung jari aku kesana. Tinggal disana juga berkat permintaan Ibuku sebelum ia meninggal. Hanya 2 tahun aku tinggal disana, dan karena aku tak sekolah, jadi aku tak sempat mempunyai teman”Balas Lyra.
“Mianhae, tapi sekarang kau punya banyak teman kan?”Tanya Kyungsoo
Lyra mengangguk senang.
Tanpa disadari, Sehun yang mendengar percakapan mereka mengulas senyum. Tapi sedetik kemudian ia menggelengkan kepala setelah menyadari apa yang ia perbuat.
“Kau tunggu disini, aku mau mengambil sesuatu didepan”Ucap Kyungsoo
Lyra mengangguk. Setelah Kyungsoo pergi Lyra duduk di kursi di dekat Sehun. Tak ada pembicaraan, tak ada suara. Lyra hanya memainkan sendok yang ia genggam sedari tadi. Sebenarnya Lyra sudah gatal untuk membuka suara, tapi ia takut akan sikap Sehun yang dingin itu. Alhasil ia hanya bisa melirik Sehun dari ekor matanya.
Di sisi Sehun, lelaki yang duduk di kelas 2-B ini sebenarnya sedang mengatur detak jantungnya yang ia juga tak tahu kenapa bisa berdetak cepat.
Sebenarnya kenapa aku ini? Gumamnya dalam hati.
“Emm.. Sehun-ssi”Akhirnya Lyra berbicara setelah berperang antara bicara atau tidak.
Sehun yang menunduk pun mengangkat kepalanya menatap Lyra.
“Wae?”Tanya Sehun datar.
Ya! Oh Sehun, kenapa kau bicara dengan nada seperti itu? Bukankah kau ingin minta maaf? Suara hati Sehun berbicara.
Sayangnya ia tak bisa menghilangkan cara bicaranya yang dingin. Nyali Lyra yang telah terkumpul seakan menciut drastis setelah mendengar suara Sehun.
Ayo katakan Lyra, kenapa sikapnya sangat dingin seperti itu. Cepat katakan.
Suara hati Lyra semakin gencar memaksanya untuk mengatakan hal itu. Tapi otaknya terlalu takut untuk memikirkan apa reaksi Sehun nantinya.
“Emmm, itu….”
“Lyra bagaimana sudah matang?”Terdengar suara.
Lyra tersadar dan segera mengecheck kuenya yang berada di oven.
“Aigooo… aku lupa Sunbae. untung saja tidak hangus”Jawab Lyra.
Kyungsoo pun mengangkat kue-kue kecil yang tadi dibuatnya bersama Lyra. Lalu kemudian memasukkannya kedalam wadah kaca.
“Ayo kita ke ruang keluarga lagi”Ucap Kyungsoo
“Neee”Jawab Lyra.
Ia pun kembali mengekor Kyungsoo. Sementara Sehun mengacak rambutnya frustasi karena tak berani mengatakan apa yang ingin ia katakan. Sepertinya prinsipnya terlanjur ia bentengi dengan kokoh sehingga susah ia runtuhi. Dia sebenarnya mengakui setiap ada Lyra ia selalu memperhatikannya walau tak disadari orang lain. Tapi ia terlalu gensi untuk mengakui dan menyadarinya karena sudah terlanjur mengecap image sebagai idola yang dingin, datar dan tak memperdulikan banyak gadis.
Lyra kembali bercanda dengan Jong In, sesekali ia digoda karena Suho nampak menyukainya. Semua member benar-benar menyebalkan sekaligus menyenangkan menurutnya. Mereka juga low profile karena mengajak Chansung turut ikut dalam bermain games.
Menurut Chansung, mereka juga cukup bersahabat, dan ia senang karena Lyra bisa melupakan kekesalannya. Awalnya ia khawatir dengan Jong In yang selalu merangkul dan memperlakukan Lyra seperti gadisnya. Tapi ia yakin saat ini mereka memang bersahabat. Karena mulai sekarang, Chansung meminta bantuan Jong In untuk menjaga Lyra saat di area sekolah, dan Jong In menyetujuinya.

I'm (not) A PrincessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang