Lyra menoleh ke sumber suara, begitu juga yang lain.
"Ada apa?"Tanya Lyra.
"Duta Besar menghubungi saya, kata beliau ponsel Nona tidak aktif. Beliau ingin berbicara dengan Nona"Ucap Chansung dengan sopannya.
"Heol! Kau berbicara sangat sopan. Padahal aku yakin ia selalu berbicara banmal padamu"Ucap Hoseok.
"Jung Hoseok!"Bentak Hoseok.
Hoseok diam dan memasang wajah kesalnya.
Lyra menerima ponsel yang diserahkan Chansung. Ia menyambut dengan wajah berseri. karena tak biasanya Ayahnya meneleponnya.
"Hallo Ayah"Ucap Lyra.
"........."Ekspresi Lyra berbubah cemberut.
Yang lainnya mengamati perubahan ekspressi Lyra itu. Begitu juga Chansung yang sepertinya mengetahui penyebabnya.
"Aku ikut"Ucap Lyra.
"........"
"Please"Ucap Lyra.
"......"
Lyra diam dan langsung meletakkan ponsel di meja. Ponsel itu dikembalikkan oleh Yoongi ke Chansung.
"Wae?"Tanya Yoongi.
"Jika Ayah menelpon hanya untuk berkata dia sudah di Bandara dan akan segera take off ke Luar negeri terutama Indonesia. Bilang saja aku sedang ada urusan"Ucap Lyra pada Chansung.
"Tapi Agasshi....."
"Apalagi jika dia pergi mendadak dan tak mengajakku"Potong Lyra.
Sebenarnya ia ingin sekali menangis. Matanya sudah terasa panas. Tapi ia akan malu dan pasti diejek oleh Hoseok.
"Ya! Waeyo? Gwenchana? Kau tak boleh seperti itu pada Ahjussi. Ayahmu pergi karena ada urusan pasti"Ucap Yoongi.
"Kalau begitu saya permisi"Ucap Chansung lalu membungkuk dan setelah itu berbalik.
"Tunggu Pengawal Hwang"Jawab Lyra.
Chansung membalikkan badannya.
"Kau tahu Stylist Park?"Tanya Lyra.
"Aniyo Nona. Saya belum tahu"Jawab Chansung.
"Aku tak habis pikir apa yang Ayah pikirkan. Apakah selera fashion sangat begitu buruk hingga ia memperkejakan seorang stylist?"Tanya Lyra.
Hoseok sebenarnya ingin mencela Lyra lagi. Tapi melihat Yoongi yang begitu perhatian pada Lyra yang sedang dalam mood buruk itu, Hoseok mengurungkan niatnya. Karena ia yakin Hyungnya itu akan berkata lebih tajam dan pedas lagi.
"Kamsahamnida Pengawal Hwang"Ucap Yoongi.
Chansung pun meninggalkan ruangan VIP yang mereka tempati. Setelah berbalik Chansung merubah ekspresinya menjadi sendu. Sepertinya ia mengerti betul perasaan Lyra saat ini. Ayahnya mendadak ke Indonesia karena salah satu pejabat di Indonesia tutup usia. Lalu Ayahnya dengan mudahnya mengatakan seorang stylist sudah dipekerjakan untuk Lyra tanpa sebuah pendapat atau persetujuan dari Lyra.
"Sebaiknya kita kembali"Ucap Jin.
"Ne, benar"Ucap Jimin.
"Kau bisa main ke Dorm kami jika besok kau kesepian. Atau memintaku datang"Ucap Yoongi.
"Sekarang kajja! Pulanglah. Kau harus istirahat"Lanjut Yoongi.
Lyra mengangguk, lalu mengambil tasnya.
"Aku pulang dulu Oppa. Jin Oppa, Jimin-ah, Hoseok-ah, Nam Joon-ah, Taehyung-ah, Jungkookie aku pulang ne?"Ucap Lyra.
"Hati-hati"Ucap Jin.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm (not) A Princess
FanfictionTentang seorang gadis berumur 17 tahun, yang hidupnya tidak pernah menetap di suatu Negara. Namun, kehilangan ibu membuat ia harus menuruti permintaan Ayahnya untuk tinggal satu Negara dengan Ayahnya yang seorang Duta Besar di Korea Selatan. Mulai...
